Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kutai Barat Memberikan Bantuan Dana Berobat Kepada Penderita Jantung

Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kutai Barat Memberikan Bantuan Dana Berobat Kepada Penderita Jantung

Wakil Bupati Edyanto Arkan (kanan) saat menyerahkan secara simbolis bantuan dana berobat kepada penderita jantung. Foto : Anderas (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kutai Barat memberikan bantuan dana berobat kepada tiga orang penderita jantung masing-masing sebesar Rp. 10 juta rupiah, Wakil Bupati Edyanto Arkan yang juga Ketua YJI Cabang Kutai Barat menyerahkan secara simbolis bantuan dana berobat kepada penderita jantung di Ruang Eksekutif, Lantai III Kantor Bupati Kutai Barat, Jumat (19/11).

Dalam sambutannya Wakil Bupati Edyanto Arkan mengatakan bahwa “Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui YJI Kutai Barat menunjukkan langkah konkret dalam menjalankan program kegiatannya, terutama perhatian terhadap penderita jantung, perhatian tersebut direalisasikan dengan pemberian dana berobat yang merupakan program rutin YJI dalam pegabdian kepada masyarakat.”  Membantu  kelanjutan pengobatan dalam hal finansial, memudahkan proses keberangkatan dalam pengobatan di rumah sakit yang sudah ditunjuk kemudian juga disiapkan pendamping.

Ada tiga orang penerima bantuan dana berobat yamg terdiri dari Nanang Syarkani asal Long Iram, Muhammad Dowi, Kampung Sumber Bangun, Kecamatan Sekolaq Darat dan Mariana Ariyanti, Kelurahan Melak Ulu Kecamatan Melak, meski nilainya tidak terlalu besar diharapkan bisa meringankan dan membantu biaya pengobatannya.

Masyarakat diimbau tidak segan untuk datang ke Sekretariat YJI Kutai barat, bila memiliki keluhan akan biaya pengobatan. Begitu juga bagi masyarakat jika memang ada gangguan masalah jantung, bisa melaporkan kepada YJI untuk difasilitasi dalam hal pengobatan baik tingkat kabupaten, provinsi dan ke pusat. “Kami siap membantu dan melayani, tegasnya.

 

Penulis : Andreas.  Editor : Emanuel

Peringati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-57,  Selenggarakan Vaksinasi

Peringati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-57, Selenggarakan Vaksinasi

Sekdakab Kutai Barat (kedua  dari kanan) menyampaikan laporan capaian vaksin dan perkembangan covid-19. Foto : Andreas (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR. Peringati  Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 dengan tema “Sehat Negeriku Tumbuh Indonesia,” Pemerintahan Kutai Barat melalui Dinas Kesehatan Kutai Barat mengadakan Vaksin Covid-19 untuk pelajar, senam sehat bersama, pemberian tablet tambah darah, pembagian masker, dan pemberian kunci mobil Puskesmas keliling, serta pemberian penghargaan untuk tenaga kesehatan berprestasi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Kutai Barat Ayonius, didampingi Plt Asisten 1 Setkab Kutai Barat Faustinus Syaidirahman, Kadinkes Kutai Barat Ritawati Sinaga, Kadisdikbud Kutai Barat Silvanus Ngampun, pelaksanaan dipusatkan di Alun alun Itho, Kutai Barat. Jumat (12/11).

Sekdakab Kutai Barat Ayonius menyampaikan perkembangan Covid-19 dan capaian vaksin Kutai Barat secara online kepada Pemprov Kaltim, bahwa  “perkembangan Covid-19 dan capaian vaksin Kutai Barat secara keseluruhan sudah mencapai 65 persen dan Kutai Barat sekarang berada di Status PPKM pada level 2.”

Sangat bangga karena kegiatan HKN tahun 2021 di Kutai Barat bisa berjalan sesuai rencana, dengan berbagai agenda, dan kegiatan vaksinasi juga diadakan diseluruh Puskesmas di 16 Kecamatan di Kutai Barat, “kita bersyukur dan juga berterima kasih karena antusias pelajar  mengikuti vaksin covid-19, harapan kita  penyebaran covid-19 semakin menurun dan kegiatan masyarakat akan berjalan normal kembali,  masyarakat jangan ragu untuk di vaksin, karena sudah merupakan program pemerintah  Pusat, Provinsi sampai Daerah untuk membantu memutuskan mata rantai penyebaran covid-19,” pungkasnya.

 

Penulis : Andreas. Editor : Emanuel

Memperingati Hari Pahlawan ke-76, Gelar Vaksin Covid – 19 Di Tanjung Isuy

Memperingati Hari Pahlawan ke-76, Gelar Vaksin Covid – 19 Di Tanjung Isuy

Pelaksanaan Vaksin Covid-19 terhadap warga Tanjung Isuy. Foto Andreas (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-76 tahun 2021 Pemerintah Kutai Barat melalui Puskesmas Tanjung Isuy Kecamatan Jempang melaksanakan Vaksin Covid-19 untuk dosis 1 dan 2 jenis vaksin Astrazeneca sebanyak 200 dosis untuk anak-anak usia 12 tahun keatas dan untuk usia 18 tahun keatas. Berlangsung di halaman kantor Polsek  kampung Tanjung Isuy kecamatan Jempang. Rabu (10/11)

Kasi Pemerintahan Setiawan mengatakan, dengan tema Hari Pahlawan yaitu; ‘Pahlawanku Inspirasiku’ maka ditengah bencana non alam ini, pemerintah Kutai Barat  turut ambil bagian dalam perang melawan Covid-19, melalui vaksinasi massal. Ini merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah untuk mencapai Herd Immunity di wilayah Kutai Barat, selain itu pula dalam rangka membantu program pemerintah untuk mencegah dan menekan penyebaran covid-19, khususnya masyarakat kampung Tanjung Isuy.

Dalam kesempatan tersebut Setiawan juga mengimbau kepada masyarakat Kutai Barat dan Kecamatan Jempang khususnya untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Sebab, saat ini kasus Covid-19 masih ada dan belum dinyatakan berakhir. “Meskipun sudah vaksin, tetap kita mengajak seluruh masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan, dengan tetap memakai masker, jaga jarak dan rajin mencuci tangan,” pungkasnya

 

Penulis : Andreas  Editor : Emanuel

Kutai Barat Terima Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

Kutai Barat Terima Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

 (Tengah) Wakil Bupati Kutai Barat didampingi Sekdakab Kutai Barat (Kanan) dan  (Kiri) Plt. Asisten I Setdakab Kutai Barat, saat menerina Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2021. foto : Donni (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kutai Barat menerima penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik klaster Pemerintah Kabupaten/Kota dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  atas inovasi pelayanan  “Tekan dan Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi”  (TEKA – TEKI) yang digagas oleh UPTD Puskesmas Barong Tongkok.  Acara pemberian penghargaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2021 seara virtual,  di Balai Agung Aji Tulur Jejangkat, Setdakab Kutai Brat.  Selasa (9/11).

Wakil Bupati Kutai Barat H. Edyanto Arkan mengatakan, prestasi ini adalah hasil kerja keras dari Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Barong Tongkok yang dapat dijadikan model untuk mengoptimalkan potensi didalam suatu organisasi untuk kepentingan masyarakat banyak, salah satunya memaksimalkan peran para perawat, dokter dan tenaga medis untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat kampung di Kecamatan Barong Tongkok.

Pelayanan Teka Teki ini melibatkan peran serta pemerintah kampung, BPK, dan masyarakat setempat, sehingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan dapat terdaftar dalam database. “Kita berharap kepada perangkat daerah  lainnya dapat termotivasi dan meneladani UPT Puskesmas Barong Tongkok  untuk melakukan inovasi pelayanan publik pada unit kerjanya masing-masing dengan memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki mulai dari sumber daya manusia, pembiayan dan peralatannya dengan melibatkan masyarakat agar dapat melayani masyarakat yang cukup jauh, mengingat wilayah kita yang luas,” tegasnya.

Kegiatan kompetisi inovasi pelayanan publik (KIPP) tahun 2021 merupakan KIPP ke-8 yang diselenggarakan secara virtual, tanpa ada tatap muka antara peserta dengan Tim Penilai, tahun ini terdapat tiga kelompok inovasi yang dikompetisikan yaitu kelompok umum, kelompok replikasi, dan kelompok khusus, secara keseluruhan  ditahun ini ada sekitar 3.178 inovasi.

Pelaksanaan KIPP yang dilaksanakan secara  berkelanjutan oleh Kementerian PANRB diharapkan menumbuhkan budaya inovasi pelayanan di lingkup kementerian, lembaga dan pemerintah daerah termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

 

Penulis : Doni, Editor : Emanuel

Menjaga Ketahanan Pangan, Selenggarakan Festival B2SA

Menjaga Ketahanan Pangan, Selenggarakan Festival B2SA

(Kiri) Plt Asisten II Setdakab Kutai Barat, menyerahkan hadiah kepada juara festival B2SA. Foto: Dhea (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kutai Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Tim Penggerak PKK Kutai Barat dalam rangka Peringatan Hari Pangan Sedunia ke 41 tahun dengan tema gerakan diversifikasi pangan lokal, menggelar Festival Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang diikuti para peserta dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Pelangi Long Iram Ilir, KWT Lestari, KWT Sungai Kelingking, dan KWT Damai Lestari berlangsung di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kutai Barat. Kamis (28/10).

Bupati Kutai Barat dalam sambutannya yang dibacakan Plt Asisten II Setdakab Kutai Barat Nopandel mengatakan, pemerintah memberikan apresiasi kepada para pahlawan pangan dan semua pihak yang terlibat dalam pemenuhan pangan khususnya para petani dan peternak. Tantangan pertanian dimasa pandemi covid19 seperti saat ini memang tidak mudah, ada hambatan dan penurunan aktivitas ekonomi. Namun, sektor pertanian tetap bergerak cepat dan pasti terutama dalam memenuhi kebutuhan dan menjaga ketahanan pangan khususnya di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

“Seiring dengan majunya perkembangan jaman, kepada anak-anak muda milenial agar tertarik untuk mengembangkan dunia pertanian, perkebunan dan perikanan agar ketahanan pangan di Kutai Barat dapat terjaga,” harapnya berpesan

Lebih lanjut dijelaskannya, untuk meningkatkan nilai produk pangan agar dapat bersaing diera modern dan berkembang seperti saat ini, bahan pangan dapat dikemas sedemikian rupa melalui kreasi dan inovasi industri dibidang makanan tentu dengan standar kualitas yang baik dan berproduksi secara konsisten.

“Kepada semua pihak baik Dinas Ketapang, perangkat daerah terkait maupun stakeholders untuk saling bersinergi, memonitoring dan mendukung program ketahanan pangan sehingga dapat terlaksana secara terintegrasi dan berkesinambungan, untuk mencapai swasembada pangan didaerah kita ini,” tegas Plt Asisten II Setdakab Kutai Barat berpesan.

Melalui rangkaian acara hari ini baik Lomba B2SA dan Pameran Olahan Pangan Lokal, dapat menjadi ajang promosi olahan pangan lokal bagi para pelaku usaha sehingga memberi manfaat besar didalam masyarakat. Hadirin yang berbahagia, saya berharap bahwa Hari Pangan Sedunia ini dapat menjadi acuan evaluasi kita bersama untuk memajukan sektor pangan demi “Hari Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini”.

Sementara Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sri Mulyani Gamas mengatakan, penganekaragaman pangan merupakan upaya peningkatan ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan berbasis pada potensi sumber daya lokal untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, aktif dan produktif. Sebagai penunjang UMKM maupun perorangan harus kreatif mengolah produk agar jadi unggulan. “Ayo kita konsumsi pangan lokal, kenyang tidak harus nasi,” unkapnya berpesan.

Selain itu, dalam rangka mewujudkan pola konsumsi pangan yang baik, maka konsumsi pangan yang beragam, cipta menu pangan beragam, bergizi seimbang dan aman dengan memanfaatkan pangan lokal, menjadi sangat penting untuk diterapkan dalam pola konsumsi sehari-hari.

Sementara menurut perwakilan Dinas Kesehatan Kutai Barat Erna Rohmawati mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat dan mengembangkan potensi pangan lokal, menciptakan produk yang bernilai ekonomis, peningkatan kualitas konsumsi masyarakat dengan B2SA, mengatasi inflasi melalui tanaman sayur, rempah dan toga, serta untuk mengatasi stunting.

“Melalui festival ini, selain dapat mengenalkan berbagai aneka jenis produk makanan lokal potensial sumber karbohidrat non-beras yang dapat diolah dan dikonsumsi untuk menggantikan nasi adalah singkong, talas, sagu, jagung, pisang, dan kentang, namun juga untuk menghindari kejenuhan dan kebosanan terhadap menu makanan yang sudah ada,” harapnya.

Ditambahkannya dengan kegiatan ini pula dapat membantu meringankan perekonomian keluarga, dan menumbuhkembangkan kreativitas dalam mengolah menu makanan dari bahan lokal yang ada disekitarnya. “Untuk kriteria lomba meliputi kreatif, beragam, berimbang, citarasa dan bergizi,” pungkasnya.

Penulis: Dhea, Editor: Hermanto

Kenalkan Anak-Anak Berkebutuhan Khusus, Sanggar Senam Agape Gelar Peringatan HUT Ke-18, Di Sekolah Luar Biasa Negeri

Kenalkan Anak-Anak Berkebutuhan Khusus, Sanggar Senam Agape Gelar Peringatan HUT Ke-18, Di Sekolah Luar Biasa Negeri

Simbolis Komunitas Sanggar Senam Agape menyerahkan Batuan 200 Kotak Masker. Foto: Dhea (Dinkominfo)

DISKOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Merayakan ulang tahun yang ke-18 tahun sanggar senam Agape digelar bersama di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Barong Tongkok dalam kekeluargaan, selain mengenalkan anak-anak berkebutuhan kepada anggota sanggar juga memotivasi anak-anak berkebuthan khusus agar lebih peduli dengan kesehatannya terutama dimasa pandemi ini,  baik melalui aktivitas dirumah maupun menjaga pola makan yang sehat, ungkap Paina Mardyati kepala SLBN Kutai Barat sekaligus Ketua Sanggar Senam Agape. Rabu (13/10)

Ketua Sanggar Senam Agape Paina Mardyati mengatakan, sanggar senam Agape bersukacita selain bersyukur dengan makan bersama, mengadakan lomba, dan memberikan bantuan berupa masker sebanyak 200 kotak yang diserahkan secara simbolis kepada perwakilan SLBN Kutai Barat untuk digunakan pada saat masuk belajar tatap muka yang terbatas. “Semoga kita dapat lebih kompak dan dapat memberi perhatian lebih kepada anak berkebutuhan khusus di lingkungan Kutai Barat,” harapannya

Terkait SLBN untuk dijadikan tempat perayaan HUT sanggar senam Agape dalam rangka mengajak member untuk dapat melihat langsung keadaan SLBN di Kutai Barat bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar bisa belajar bagaimana  mendidik, memberikan mereka kasih sayang sebagai anak.

“Dari yang tadinya mereka belum bisa apa-apa, kemudian menjadi bisa dalam menempuh pendidikan merupakan sukacita tersendiri. Menanamkan pola hidup sehat kepada murid SLBN terutama pada masa pandemi, memberikan motivasi dan mengkonsumsi makanan yang menunjang kesehatan,” tegasnya

Lebih lanjut Kepala Sekolah SLBN Kutai Barat menjelaskan, lebih baik anak-anak berkebutuhan khusus dibawa untuk belajar ke Sekolah. “Karena jika dibiarkan saja di rumah dan tidak mendapatkan pengetahuan dan sosialisasi maka anak-anak tidak bisa mengembangkan dirinya, tidak bisa belajar mandiri pada masa tuanya, maka dari itu lebih baik disekolahkan ke SLBN Kutai Barat,” tambahnya.

Sementara menurut Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan SLBN Kutai Barat Emi Marlina, menyampaikan terimakasih kepada member sanggar senam Agape atas perayaan ulang tahun ke-18 tahun disekolah ini.  terutama atas bantuan 200 kotak masker. “semoga semakin sukses membuat masyarakat sehat dan semakin solid untuk mencapai Kutai Barat yang lebih sehat,” harapnya berpesan.

Emi Marlina menambahkan semoga Pemerintah Kutai Barat mungkin lebih memperhatikan  SLBN yang berdiri pada tanggal 20 Februari 2012 lalu ini, memiliki murid laki-laki sejumlah 79 orang dan  perempuan sebanyak 33 orang dengan didampingi para guru 18 orang. “Walaupun  dibawah pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, namun kerjasama  untuk kemajuan anak-anak berkebutuhan khusus yang berada di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kutai Barat sangat kami harapkan,”pungkasnya berharap.

 

Penulis: Dhea, Editor: Hermanto

Optimis Capai Herd Immunity, Pemerintah Kutai Barat Percepat Vaksinasi Dewasa Dan Anak-Anak Sekolah

Optimis Capai Herd Immunity, Pemerintah Kutai Barat Percepat Vaksinasi Dewasa Dan Anak-Anak Sekolah

Kegiatan Vaksin di Kecamatan Jempang. Foto: Andreas (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR,  Untuk menciptakan herd Immunity ditengah pandemi Pemerintah Kutai Barat terus berupaya melalui dinas terkait, dengan percepatan vaksinasi mulai dari pusat kota Kabupaten hingga kedaerah-daerah terpencil, salah satunya melalui Puskesmas Tanjung Isuy Kecamatan Jempang yang melaksanakan vasksinasi jenis Sinovac kepada 300 warga dengan usia dewasa dan lansia serta 100 vaksinasi untuk Anak-anak usia 12-17. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Kecamatan Jempang Kabupaten Kutai Barat.  Selasa (12/10)

Kasi Pemerintahan Setiawan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah daerah terutama satuan tugas penanganan Covid-19 kabupaten dan kecamatan yang telah menyediakan jenis Vaksin kepada anak-anak usia sekolah terutama pada saat ini sudah dimulainya sekolah tatap muka. “Upaya dilakukakannya vaksinasi saat ini, selain untuk kekebalan atau imunitas setiap orang juga dapat membantu orang tua wali siswa dan siswa agar merasa tidak kawatir selama melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasanya dan terbatas,” jelasnya

Terima kasih pula kepada para tenaga kesehatan yang bertugas melaksanakan kegiatan vaksinasi pada hari ini sehingga segala kegiatan publik bisa segera berjalan seperti biasa. Menurutnya untuk warga masyarakat kecamatan Jempang sampai hari ini terdata sebanyak  3.606 orang yang sudah divaksin.

Ia juga memberikan apresisiasi kepada masyarkat yang sangat antusias untuk mengikuti kegiatan vaksin hari ini, untuk masyarakat kecamatan Jempang yang masih belum dan tidak sempat mendapatkan jatah vaksin pada hari ini, supaya tidak kawatir karena akan disediakan secepatnya.

“Vaksinasi ini wajib bagi setiap warga masyarakat di masa pandemi ini, untuk masyarakat di kecamatan Jempang yang belum vaksin akan segera mendapatkan vaksin, dan tidak perlu takut karena saat ini semua jenis vaksin sudah melewati uji klinis serta persetujuan BPOM dan LPPOM MUI sehingga sudah aman walaupun ada beberapa efek samping yang berbeda bagi setiap orang dan masih dalam batas normal,” pungkasnya.

 

Penulis: Andreas, Editor: Hermanto

Data Kepesertaan Masyarakat Kutai Barat Tahun 2021, Sudah Mencapai 100 Persen

Data Kepesertaan Masyarakat Kutai Barat Tahun 2021, Sudah Mencapai 100 Persen

Kegiatan BPJS Kesehatan, saat melaksanakan sosialisasi kepesertaan di masyarakat Kutai Barat. Foto: Lilis (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Program pemerintah untuk mengoptimalkan cakupan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional dalam rangka percepatan menuju Universal Health Coverage (UHC) yang merata bagi masyarakat. Di Kabupaten Kutai Barat menurut data BPJS Kesehatan kepesertaan masyarakat  tahun 2021 sudah mencapai 100 persen.

Kepala BPJS Kesehatan Kutai Barat Herman Prayudi menjelaskan, bahwa keikutsertaan masyarakat Kabupaten Kutai Barat dalam BPJS Kesehatan saat ini sudah sangat baik. Dan dari data yang diperoleh, keikutsertaan masyarakat  sudah melebihi 100 persen dari data kependudukan. “Dari data, kepesertaan masyarakat tahun 2021 ini, sudah 100 persen, bahkan lebih. Jadi seluruh masyarakat Kutai Barat saat ini sudah masuk dalam layanan BPJS Kesehatan,” ungkapnya. Sabtu (09/10).

Lebih lanjut Herman menerangkan bahwa tercovernya seluruh masyarakat ini tidak lepas dari program pemerintah daerah yang memang mengutamakan pelayanan kesehatan yang merata bagi masyarakat. Sehingga secara data kependudukan, jumlah peserta BPJS sesuai dan bahkan lebih dari total jumlah penduduk di Bumi Tanaa Purai Ngeriman. “Kita apresiasi peran aktif masyarakat Kutai Barat sehingga sudah terdata untuk layanan BPJS Kesehatannya,” tegasnya.

Mendapat pelayanan kesehatan bagi masyarakat memang suatu hal yang penting, dan pemerintah  Kutai Barat sudah berupaya mewujudkan pelayanan yang merata kepada seluruh masyarakat melalui kepesertaan BPJS Kesehatan ini.

“Berdasarkan data kepesertaannya sudah 100 persen, sekarang tinggal kepatuhannya, untuk itu kita akan terus berkoordinasi bersama pemerintah daerah terutama jika ada penunggakan iuran. Jika ada peserta yang memiliki tunggakan terpaksa dinon aktifkan sementara, dan pemerintah daerah juga sudah mengupayakan hal tersebut,” pungkas Kepala BPJS Kesehatan.

 

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

Pemaparan Hasil Pemetaan Kondisi Dan Strategi Kebijakan Pembangunan Sanitasi

Pemaparan Hasil Pemetaan Kondisi Dan Strategi Kebijakan Pembangunan Sanitasi

(Tengah) Wakil Bupati Kutai Barat, saat pimpin rapat pemaparan. Foto: Welin (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pembangunan disektor air minum dan sanitasi merupakan perkerjaan yang memerlukan banyak sektor dan tidak hanya dikerjakan oleh satu institusi, Air minum dan sanitasi adalah merupakan bentuk pelayanan Pemerintah kepada masyarakat dalam program air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL).

Dalam hal ini Pemerintah Kutai Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BP3D) Kutai Barat melakukan rapat pemaparan hasil pemetaan kondisi dan strategi kebijakan untuk mendapatkan komitmen Bupati Kutai Barat dalam rangka pemabangunan sanitasi (Pemaparan Pokja AMPL Kabupaten Kutai Barat kepada Bupati). Rapat yang dipimpin Wakil Bupati Kutai Barat, dengan didampingi kepala Perangkat daerah terkait berlangsung secara virtual bersama  Biro Administrtasi Pembangunan (Sekretariat Pokja Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Perkerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumusan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur, dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur. berlangsung di ruang rapat lantai II kantor BP3D Kabupaten Kutai Barat. Kamis (30/09)

Wakil Bupati Kutai Barat Edyanto Arkan mengatakan, Pemerintah Kutai Barat sejak tahun 2001 dan disaat merancang ibukota Sendawar menganggap masalah kebersihan termasuk sanitasi ini merupakan bagian yang sangat penting sehingga waktu penyusunan Ibukota Kabupaten Kutai Barat bagian yang belum dapat terjawab pada waktu penyusunan itu adalah tempat pembuangan akhir (TPA) sehingga persoalan ini bergulir sampai dengan tahun 2010 baru mendapatkan tempat lokasi yang berada dibelaw dengan luas kurang lebih 16 hektar. “Ini merupakan dasar untuk melakukan kegiatan penyehatan lingkungan kepada masyarakat di Kutai Barat khususnya masyarakat di Ibukota Kabupaten,” ungkapnya.

Wakil Bupati Kutai Barat juga menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi dan yang telibat sebagai pendamping yang selama ini telah memberikan suport dan bimbingan baik materi maupun hal-hal lain sehingga pelaksanaan untuk perbaikan kondisi lingkungan dan sanitasi di Kutai Barat ini sedikit demi sedikit dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada tim AMPL yang telah berkerja secara maksimal dengan merumuskan permasalahan sampah dan sanitasi yang ada di Kutai Barat, tentunya  upaya   merumuskan permasalahan yang ada, dapat membuat perencanaan kedepannya lebih tepat. Perencanaan yang disusun dalam rumusan ini saya yakin merupakan kegiatan yang dapat menyelesaikan permasalahan tidak hanya di pusat kota namun juga dibeberapa Kecamatan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daearh (BP3D) Achmad Sofyan, bahwa upaya Pokja AMPL Provinsi Kalimantan Timur yang telah melakukan pembinaan dan bersinergi dengan Kabuapten/Kota dalam pembangunasn sanitasi. Hal ini merupakan pemenuhan prinsip pembangunan sanitasi yang memerlukan sinergitas bersama-sama baik dengan pemerintah pusat, provinsi dan juga Kabupaten/Kota secara berkelanjutan dan komitmen untuk implemetasi pembangunan sanitasi.

“BP3D Kutai Barat telah mengintegrasikan draft dokumen strategi sanitasi Kabupaten (SSK) ke dalam dokumen RPJMD Kabupaten Kutai Barat 2021-2026, sinkronisasi program kegiatan dalam Renstra dan Renja Perangkat daerah serta dokumen RKPD,” ungkapnya.

“Sektor sanitasi terdiri dari 2 sub sector, yaitu; Air Limbah dan Persampahan, sub sektor air limbah merupakan komponen pelayanan dasar bidang perkerejaan umum yang wajib dilaporkan dalam penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Apabila Kepala Daerah tidak menerapkan dan tidak melaporkan, akan mendapat teguran dan sangsi dari Pemerintah Pusat,”Achmad Sofyan menambahkan.

“Kabupaten Kutai Barat telah menyinkronkan target RPMJD tahun 2020-2024 melalui kesepakan dengan Provinsi Kalimantan Timur bidang perumahan pemukiman, Air minum dan sanitasi, pada tahun 2024 dengan indikator dan target capaian sebagai berikut: Sub Sektor Persampahan dengan pesentase pengurangan sampah 26% dan Persentase Pengolahan Sampah 73%. Kemudian disektor Air Limbah Cakupan sanitasi layak 63,5%, Cakupan Sanitasi Aman 10% dan Buang Air Besar Sembarangan 0%,” pungkasnya menguraikan.

 

Penulis: Welin, Editor: Hermanto

Rembuk Stunting Diharapkan Dapat Hasilkan Komitmen Terbaik,  Wujudkan Zero Stunting Di Kutai Barat

Rembuk Stunting Diharapkan Dapat Hasilkan Komitmen Terbaik, Wujudkan Zero Stunting Di Kutai Barat

(Kiri) Plt. Assisten III Setdakan Kutai Barat, saat pimpin pembukaan rembuk Stunting. Foto: Welin (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah  Kutai Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daearh (BP3D) besama dengan Dinas Kesehatan  Kutai Barat melaksanakan kegiatan  Rembuk Stanting yang dipimpin Plt Asisten III Setdakab sekaligus Kepala BP3D  Kutai Barat didampingi Kadiskes Kutai Barat, Kepala RSUD HIS Kutai Barat, serta para Kepala Puskesmas  Se-Kabupaten Kutai Barat, Para Koordinator KPM Se-Kabupaten Kutai Barat dan CSR Perusahaan di Kutai Barat baik hadir langsung ataupun secara virtual di Kantor BP3D Kutai Barat. Kamis (30/09).

Stunting menjadi isu prioritas nasional, setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Indonesia sebagai negara dengan status gizi buruk. Penetapan ini didasarkan pada fakta kasus stunting di Indonesia melebihi batas toleransi yang ditetapkan WHO, yakni maksimal seperlima dari jumlah keseluruhan balita (sekitar 20 persen). Bahkan setelah terjadi penurunan hingga tujuh persen, jumlah balita stunting di Indonesia masih berada pada angka 30,7 persen.

Sambutan Bupati Kutai Barat yang dibacakan oleh Plt Asisten III Achmad Sofyan mengatakan, Stunting disebabkan karena kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, sehingga menyebabkan gangguan tumbuh kembang. Balita pengidap stunting memiliki tinggi badan lebih rendah atau pendek (kerdil) dibandingkan teman seusianya. Kondisi ini bukan saja menurunkan rasa percaya diri, tapi juga mempengaruhi kualitas sumber daya para balita hingga di masa mendatang.

Sebagaimana stigma yang berkembang dimasyarakat bahwa masalah stunting sering dianggap sebagai faktor keturunan (genetik) sehingga banyak orangtua menerima dan tidak berbuat apapun untuk mencegahnya. Padahal, tumbuh kembang anak lebih dipengaruhi faktor selain genetik, juga perilaku, gizi, lingkungan, dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting bukan masalah turunan atau bawaan tapi merupakan masalah yang bisa dicegah.

“Berangkat dari persepsi yang sama inilah  kita bisa memahami bahwa pencegahan stunting memerlukan keterpaduan lintas sektor dan untuk mewujudkan hal ini diperlukan intervensi, perhatian dan kehadiran pemerintah daerah ditengah masyarakat untuk memberikan asistensi, edukasi dan advokasi serta penyelarasan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, dan pengendalian untuk sadar arti pentingnya memenuhi gizi spesifik dan gizi sensitif,” jelasnya.

Achmad Sofyan  menambahkan, Fokus menindaklanjuti hal ini maka ragam upaya digiatkan seperti agenda pada hari ini merupakan implementasi Surat Kepmendagri Nomor : 440/3335/Bangda perihal Penialian Kinerja Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Stunting terintegrasi meliputi 8 aksi percepatan pencegahan anak kerdil (stunting), antara lain :

Melakukan identifikasi sebaran stunting, ketersediaan program, dan kendala dalam pelaksanaan integrasi intervensi gizi; 2. Menyusun rencana kegiatan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi gizi; 3.  Menyelenggarakan rembuk stunting tingkat kabupaten/kota; 4. Memberikan kepastian hukum bagi kampung untuk menjalankan peran dan kewenangan desa dalam intervensi gizi terintegrasi; 5. Memastikan tersedianya dan berfungsinya kader yang membantu pemerintah desa dalam pelaksanaan intervensi gizi terintegrasi di tingkat desa; 6. Meningkatkan sistem pengelolaan data stunting dan cakupan intervensi di tingkat kabupaten/kota; 7. Melakukan pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak balita dan publikasi angka stunting kabupaten/kota dan 8. Melakukan review kinerja pelaksanaan program dan kegiatan terkait penurunan stunting selama satu tahun terakhir.

 “Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian penting dari aksi percepatan penurunan stunting dari 8 aksi yang tidak boleh terlewatkan. Rembuk stunting merupakan sebuah wadah musyawarah, semua pihak dalam rangka menurunkan prevalensi dan intervensi penanganan stunting, terkait hal itu saya menghimbau agar rembuk stunting dilakukan dengan serius dan menghasilkan komitmen yang terbaik dalam upaya mewujudkan Zero stunting di Kabupaten Kutai Barat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Achmad Sofyan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak lintas sektor yang telah berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka penurunan angka stunting dalam wilayah Kutai Barat. “Kiranya sinergitas yang kita lakukan bersama dapat menjadikan Kutai Barat bebas stunting yang berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta mendukung suksesnya misi Pemerintah Kutai Barat periode 2021-2024 pada butir kedua, yaitu; meningkatkan Sumber Daya Manusia Berkualitas Melalui Pendidikan dan Pelatihan Yang Didukung Optimalisasi Pelayanan Kesehatan,” pungkasnya.

  

Penulis: Welin, Editor: Hermanto

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id