BPJS Kesehatan Kutai Barat, Lakukan Sosialisasi Dan Screening Kesehatan Jaminan Kesehatan Masyarakat

BPJS Kesehatan Kutai Barat, Lakukan Sosialisasi Dan Screening Kesehatan Jaminan Kesehatan Masyarakat

Penyerahan Kartu JKN KIS secara simbolis di Kecamatan Long Iram. Foto: BPJS Kutai Barat

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Berupaya jemput bola, BPJS Kesehatan Kutai Barat melaksanakan sosialisasi perubahan alur peserta BPJS khususnya bagi perangkat desa, kepada perangkat kecamatan dan kampung, melakukan screening kesehatan bagi masyarakat ditiap kecamatan di Kutai Barat dan sosialisasi screening kesehatan secara digital melalui Aplikasi  Mobile JKN.

Kepala BPJS Kesehatan Kutai Barat, Herman Prayudi menjelaskan bahwa dalam upaya program BJPS Kesehatan telah mengunjungi tiap-tiap kecamatan dalam rangka mensosialisasikan kepada perangkat kecamatan dan desa mengenai alur agar peserta yang mendapatkan jaminan kesehatan sesuai program pemerintah dan juga melaksanakan screening kesehatan agar masyarakat mendapat jaminan pelayanan kesehatan prioritas dari pemerintah.

“Hingga saat ini sudah 13 kecamatan yang telah kita kunjungi di Kutai Barat. Dan masih tersisa 3 kecamatan, yakni Kecamatan Jempang dan Bongan yang di laksanakan Senin dan Kecamatan Damai pada hari berikutnya,” katanya  pada Minggu (26/09) kemarin.

Diterangkannya lebih lanjut bahwa sosialiasi yang dilaksanakan yaitu mengenai perubahan alur peserta BPJS khususnya bagi perangkat desa. Dimana sebelumnya para perangkat desa ini termasuk dalam tanggungan pemerintah daerah. Namun, sekarang menjadi tanggung jawab dari pemerintah kampung/desa setempat yang didasarkan dari anggaran Dana Desa (DD).

Dan juga melakukan screening kesehatan yang mana screening ini dijalankan difasilitas kesehatan/puskesmas setempat. Upaya screening ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini akan status kesehatan/penyakit yang berpotensi menjadi parah. Sehingga masyarakat yang mempunyai penyakit parah bisa mendapat prioritas jaminan pelayanan kesehatan.

“Pada kegiatan ini selain sosialisasi alur kepesertaan BPJS juga sosialisasi mengenai screening kesehatan secara digital bagi masyarakat. Dengan ini masyarakat bisa melakukan screening di puskesmas setempat maupun melakukan screening secara mandiri yakni secara digital melalui aplikasi Mobile JKN. Sehingga bisa mengetahui status kesehatan atau penyakit sejak dini,” tambahnya.

Kegiatan tersebut  dirangkai pula dengan penyerahan secara simbolis kartu JKN-KIS kepada para perangkat desa. “Program kesehatan pemerintah ini diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang memang menjadi hak bagi seluruh rakyat,” pungkas Herman Prayudi.

 

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Bupati Kutai Barat Resmikan 3 Gedung Puskesmas

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Bupati Kutai Barat Resmikan 3 Gedung Puskesmas

Bupati Kutai Barat, saat menandatangani papan prasasti Puskesmas. Foto: Firdaus (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Keberadaan gedung baru Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang representatif dan memadai diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan drajat kesehatan masyarakat yang berada di tiga wilayah Puskesmas Linggang Bigung di Kecamatan Linggang Bigung, Puskesmas Sekolaq Darat di Kecamatan Sekolaq Darat dan Puskesmas Dempar yang berada di Kecamatan Nyuatan terutama dimasa pandemi covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Kutai Barat FX. Yapan pada peresmian gedung baru kegita puskesmas tersebut secara simbolis menandatangani papa prasasti Puskesmas di halaman Puskesmas Linggang Bigung Kecamatan Linggang Bigung yang diikuti petugas kesehatan dari kedua Puskesmas lainnya secara Virtual. Selasa (21/9).

Menurutnya, ketiga puskesmas ini nanti diharap dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pemerintah Daerah Kutai Barat telah membangun 4 Puskesmas, 19 Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (pusban) dan dibangun sesuai standar peraturan menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang pusat kesehatan masyarakat. “Sehingga saat ini dari 19 Puskesmas ada 6 Puskesmas yang terakreditasi dasar dan 11 Puskesmas terakreditasi Madya dan 2 Puskesmas terakreditasi Strata Pratama,” ungkapnya.

Keberadaan Puskesmas diharapkan dapat maksimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sehingga menghasilkan derajat kesehatan yang baik dan sumberdaya manusia yang berkualitas untuk mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat Ritawati Sinaga mengatakan, pada tahun 2017 akreditasi puskesmas merekomendasikan adanya perbaikan bangunan untuk mendapatkan layanan yang sesuai dan aman, mengingat jumlah penduduk yang semakin meningkat. Melalui keberhasilan pembangunan puskesmas Barong Tongkok tahun 2019, tahun 2020 Pemeritah Kutai Barat mendapat 3 pembangunan Puskesmas bersumber dari APBN DAK untuk pembangunan puskesmas Linggang Bigung, Puskesmas Sekolaq Darat dan puskesmas Dempar dan selesai pada tahun 2020 lalu.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah berkontribusi terhadap pembangunan, keberadaan sarana fisik adalah sesuatu yang penting dalam menunjang pelayanan kesehatan, kesembuhan seorang pasien tidak hanya ditentukan oleh perawatan tetapi juga dari fasilitas medis dan sarana yang memadai dengan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di tingkat Kecamatan,” jelasnya.

Hadir dalam acar peresmian Puskesmas tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Barat Ridwai, Sekretaris Daerah Kutai Barat Ayonius, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Adat Kutai Barat, Kepala Desa, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Kecamatan Linggang Bigung.

Penulis: Firdaus, Editor: Hermanto

CSR PT. Indomarco Prismatama & Milna, Menyerahkan Bantuan  Paket Nutrisi

CSR PT. Indomarco Prismatama & Milna, Menyerahkan Bantuan  Paket Nutrisi

(Kiri Depan) Sekdakab Kutai Barat, simbolis saat menerima bantuan. Foto: Donni (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menerima bantuan Indomaret & Milna sebanyak 160 paket nutrisi sikecil dan 1 unit peralatan cuci tangan, yang secara simbolis bantuan tersebut diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat dan  Ketua TP PKK Kutai Barat. Digedung TP PKK Kutai Barat. Kamis, (09/9).

“Atas nama Pemerintah Kutai Barat, saya mengapresiasi atas kepedulian PT. Indomarco Prismatama dan Milna yang telah memilih Kutai Barat menjadi salah satu kabupaten yang diberikan paket nutrisi. tentu  saja ini sangat berharga dan bermanfaat untuk menunjang tubuh kembang anak-anak,” ungkap Sekdakab Kutai Barat Ayonius saat membacakan sambutan Bupati Kutai Barat.

Ditambahkan Sekdakab Kutai Barat, melalui bantuan ini dapat memberikan semangat untuk menjaga kesehatan khususnya ditengah pandemi, dan teruslah membantu pemerintah dalam berupaya memutus mata rantai penyebaran covid 19. “Diharapkan  masyarakat yang mendapat bantuan ini, supaya dapat digunakan dengan baik dan dimanfaatkan agar terbentuk kesehatan yang baik pula,” harapnya.

Sementara menurut Ketua Tim Penggerak PKK Kutai Barat Yayuk Seri Rahayu Yapan menyebutkan, penyerahan bantuan CSR berupa paket nutrisi kepada balita bisa menginspirasi  stakeholder di Kutai Barat untuk peduli sehingga upaya peningkatan  derajat kesehatan generasi penerus bangsa dapat terbina secara terus menerus.

“Saya berterima kasih dan bersyukur melalui program CSR PT. Indomarco Prismatama, warga di Kutai Barat memperoleh bantuan, melalui bantuan ini tentu dapat menunjang terwujudnya imunitas tubuh di masa pandemi covid 19 ini, dan upaya peningkatan  derajat kesehatan generasi penerus bangsa,”tegasnya.

Penyerahan bantuan tersebut diwakilkan DBM Operasional Wakil Cabang PT Indomarco Prismatama Cabang Samarinda, Antonius Budiono, menurutnya CSR ini dilakukan selain sebagai wujud bakti sosial di Kabupaten Kutai Barat untuk membantu peningkatan derajat gizi kesehatan anak usia 0-3 tahun, juga dapat memberikan kontribusi lebih dalam memajukan Kabupaten Kutai Barat.

Penulis:  Donni, Editor: Hermanto

BPBD Kutai Barat Rekrut Relawan, Untuk Tenaga Pemulasaran Dan Pemakaman.

BPBD Kutai Barat Rekrut Relawan, Untuk Tenaga Pemulasaran Dan Pemakaman.

Para relawan tenaga pemulasaran dan pemakaman jenazah pasien Covid-19. Foto: Lilis (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Kekurangan Tenaga Pemulasaran dan Pemakaman, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat merekrut beberapa relawan sebagai tenaga pemulasaran dan pemakaman jenazah pasien Corona Virus Diseace (Covid-19).

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kutai Barat, Kamius Junaidi menyampaikan bahwa sebagai bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di Kabupaten Kutai Barat. Dengan adanya perekrutan ini karena sangat terbatasnya tenaga yang bertugas mengurus jenazah pasien Covid-19 yang akan dimakamkan secara protokol kesehatan (prokes), baik ditingkat kecamatan hingga tingkat kampung.

Beberapa relawan yang direkrut tersebut sudah mengikuti pelatihan langsung dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Barat. Khususnya dalam hal pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) secara benar dalam penanganan jenazah pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal. Hingga nanti pada saat proses pemakaman  di tempat pemakaman khusus pasien Covid-19 di Gesaliq, Kecamatan Barong Tongkok maupun pemakaman khusus di tingkat kecamatan dan kampung.

“Memang kita mengalami keterbatasan tenaga pemusalaran dan pemakaman jenazah pasien Covid-19. Untuk itu kita rekrut beberapa relawan dengan dasar rasa kemanusiaan dalam kondisi sekarang ini. Para relawan sudah mendapatkan pelatihan, apa saja yang harus dihindari dan juga dilaksanakan dengan prosedur dan protokol kesehatannya. Mulai dari memakai maupun saat melepas APD hingga saat membersihkan diri dengan disinfektan,” ungkapnya pada Jumat (30/7).

Dengan adanya relawan tersebut, diharapkan penanganan jenazah pasien Covid-19 ini, dapat ditangani secara maksimal. Meskipun tidak sedikit relawan yang diambil dari beberapa perangkat daerah hingga masyarakat umum, mendapat sedikit perlakuan yang kurang menyenangkan seperti; dijauhi dan dianggap sebagai orang yang sudah pasti terpapar Covid-19 dan membawa virus dari jenazah.

“Ini yang sebenarnya harus diketahui masyarakat. Para relawan sudah mendapat pelatihan sebelumnya, dalam tugasnya wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Memang kita sekarang ini harus menjaga jarak antara satu dan yang lain. Namun bukan berarti para relawan ini sebagai orang yang pasti terpapar Covid-19 karena menangani jenazah,” ungkapnya.

Untuk itu, masyarakat tidak menstigma kepada para relawan. Sebab mereka pun sama halnya seperti tenaga kesehatan (nakes) yang mengurusi pasien Covid-19, dengan prosedur dan prokes ketat selama menjalankan tugas kemanusiaan dalam masa pandemi ini.

“Jangan menstigma, menjauhi dan menyematkan kesan negatif kepada para relawan ini, karena mereka sudah mendapat pelatihan tentu memahami betul resiko, prosedur dan prokes dalam penanganan jenazah pasien Covid-19 selama menjalankan tugas kemanusiaan ini,” pukasnya.

 

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

Kabupaten Kutai Barat, Terima Penghargaan KLA Predikat Pratama

Kabupaten Kutai Barat, Terima Penghargaan KLA Predikat Pratama

(Tengah) Bupati Kutai Barat, saat ikuti acara penghargaan KLA dari Kementrian PPPA RI. Foto: Donni (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Kutai Barat menerima penghargaan peringkat Pratama sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia setelah diumumkan pada acara penghargaan  KLA Tahun 2021 secara virtual, yang diterima oleh Bupati Kutai Barat dari ruang koordinasi Setdakab Kutai Barat, Sendawar. Kamis, (29/7).

Usai ikuti acara penyerahan pengahargaan Bupati Kutai Barat FX Yapan didampingi Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (dp2kbp3a) Kutai Barat Ritawati Sinaga, dan Asisten iii Achmad Sofyan mengatakan, Dengan menerima penghargaan kepada Dinas p2kbp3a untuk terus meningkatkan koordinasi dengan seluruh instansi terkait, dan jadikan momentum ini sebagai motivasi ditahun berikutnya agar dapat memperoleh predikat madya.

“Tentu kita bersyukur dan berterima kasih atas upaya yang telah kita laksanakan selama ini, hari ini kita menerima penghargaan kla dengan predikat Pratama, mudahan tahun depan kita mendapat penghargaan tingkat madya,”harap Bupati..

“Harapan ini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi perlu ada usaha, motivasi kita semua. Terutama sinergitas yang baik dari dinas/Badan/kantor dan Bagian untuk memdukung dinas pemberdayaan perempuan (DP2KBP3A) bagaimana berperan untuk pemenuhan hak dan perlindungan anak,”tegasnya mengimbau.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan beberapa kegiatan perangkat daerah sudah mengarah layak anak,  oleh karena itu Dinas P2KBP3A dapat terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan dinas terkait agar upaya untuk mendapat penghargaan tingkat madya dapat diwujudkan.

Sementara menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak Republik Indonesia I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyebutkan, pada tahun 2021 KEMENPPPA kembali menyelenggarakan evaluasi pelaksanaan kabupaten/kota layak anak lainnya yang tertunda karena pandemi.

Penghargaan KLA diberikan kepada daerah yang mempunyai komitmen tinggi untuk mendukung pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak. Saat ini memulai proses evaluasi  dari tim kemenpppa, tim kementerian dan lembaga, dan tim independen. Kegiatan evaluasi dilakukan untuk mengukur pencapaian kinerja pelaksanaan 24 indikator yang ditetapkan

“Menjadi kebanggaan kita semua bahwa pada tahun 2021 perolehan total penghargaan KLA mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2019 dari 249 menjadi 275 kabupaten/kota.” tuturnya.

I Gusti Ayu Bintang Darmawati juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada daerah yang memperoleh penghargaan ditahun 2021, atas segala upaya dan kerjasama yang diberikan. Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk semakin maju dalam pemenuhan hak anak dan melindungi anak didaerahnya masing masing.

“Dengan begandengan tangan, bersinergi dan berkolaborasi dimana semua pemangku kepentingan menciptakan lingkungan yang positif, sportif dan  ramah anak yakinlah Indonesia akan bangkit menjadi negara yang maju dan hebat menuju Indonesia layak anak (idola) tahun 2030 dan indonesia emas tahun 2045,” pungkasnya.

 

Penulis: Donni, Editor: Hermanto

Upaya Penanggulangan Covid-19 Di Kutai Barat,  Gelar Apel Kesiapsiagaan PPKM Level 4

Upaya Penanggulangan Covid-19 Di Kutai Barat,  Gelar Apel Kesiapsiagaan PPKM Level 4

Bupati Kutai Barat, saat pimpin apel kesiapsiagaan penerapan PPKM Level 4. Foto: Lilis (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Satuan Tugas (Satgas) penanganan Corona Virus Diseace (Covid-19) Kutai Barat menggelar apel kesiapsiagaan pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, dalam rangka menyamakan langkah, menyatukan tekad, saling bahu membahu dan wujud kepedulian bersama dalam mencegah dan menanggulangi Covid-19 diwilayah Kutai Barat, di Alun-alun Itho Sendawar. Kamis, (29/7).

Dalam amanatnya Bupati Kutai Barat FX Yapan menyampaikan, PPKM level 4 tertuang dalam surat edaran dengan 27 ketentuan tentang pelaksanaan PPKM yang sudah diberlakukan sejak 26 Juli hingga 02 Agustus 2021 mendatang. Yang dalam apel tersebut dihadiri Wakil Bupati Kutai Barat, Kapolres Kutai Barat, Dandim 0912/KBR, beberapa kepala perangkat daerah dan peserta apel yang terdiri dari TNI/ Polri, Satpol PP, Tagana dan Dishub Kutai Barat.

“Dengan dilaksanakannya apel pada hari ini, dalam rangka untuk membangun koordinasi, menyamakan persepsi dan saling mendukung penerapkan PPKM level 4 agar dapat berjalan, ditaati dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi pandemi yang sangat menghawatirkan,” harapnya.

Satuan Tugas (Satgas) Covid 19 tingkat kampung, kecamatan hingga kabupaten, agar dapat berperan aktif dan lebih ditingkatkan kembali, terutama sosialisasi protokol kesehatan (Prokes) sebagai upaya memutus penyebaran penularan Covid-19 yang dalam wilayah Kutai Barat.

“Saya tegaskan kepada stakeholders untuk disiplin menerapkan prokes dengan 6M yakni; mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas dan mendapatkan vaksinasi untuk penanggulangan Covid-19,”tegas Bupati.

Kemudian menurut data per-27 Juli kasus konfirmasi sudah mencapai 5.989 kasus dengan 8 kecamatan zona merah yakni Kecamatan Bongan, Jempang, Damai, Barong Tongkok, Linggang Bigung, Bentian Besar, Melak dan Kecamatan Sekolaq Darat. Sementara Enam kecamatan zona orange yaitu Muara lawa, Siluq Ngurai, Muara Pahu, Mook Manar Bulatn dan Tering. Kemudian 2 kecamatan zona kuning yaitu Kecamatan Nyuatan dan Penyinggahan.

“Ini merupakan PR bersama untuk kembali membuat Kutai Barat terutama ditiap kecamatan  menjadi zona hijau, disamping itu manjadi tugas bersama untuk menjaga tatanan perekonomian masyarakat tetap stabil. Maka mari lebih tingkatkan sinergitas dan koordinasi antar pihak sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang baik,” pungkas Bupati Kutai Barat.

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

Penerapan Ppkm, Pos Perbatasan Kutai Barat, Telah Diaktifkan Kembali

Penerapan Ppkm, Pos Perbatasan Kutai Barat, Telah Diaktifkan Kembali

Apel persiapan penerapan PPKM di pos perbatasan Kecamatan Bongan. Foto: Lilis (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Aktifkan kembali pos penyekatan di perbatasan dalam rangka pelaksanaan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 sesuai  dengan surat edaran Bupati Kutai Barat.

Petinggi Kampung Jambuk Makmur, Kecamatan Bongan Yandi menjelaskan bahwa aparat Pemerintahan Kecamatan Bongan bersama pemerintah kampung yang berada di perbatasan Kutai Barat mengaktifkan dan mendirikan pos penyekatan khusus untuk jalur darat diwilayah perbatasan.

“Sudah difungsikan pos penyekatan di Kampung Jambuk Makmur, Kecamatan Bongan. Jadi ada pemeriksaan bagi pelaku perjalanan yang menuju Kutai Barat melalui jalur darat. Posnya masih pos yang dulu juga yang sudah berdiri di kampung ini,” ucapnya saat dihubungi Kamis (29/07).

Pos penyekatan dan pemeriksaan tersebut dikatakannya untuk melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan menuju Kutai Barat. Minimal mengantongi surat keterangan rapid tes antigen bagi para pelaku perjalanan. Sebagai upaya membendung lajunya penyebaran virus di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

“Pelaku perjalan diharapkan paling tidak punya surat hasil pemeriksaan rapid antigen negatif dalam 24 jam, dan kita lakukan pemeriksaan antigen secara acak bagi para pelaku perjalanan dengan kendaraan roda empat,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk poin-poin lainnya yang ada didalam surat edaran juga dilaksanakan oleh pemerintah kecamatan dan kampung setempat. Seperti halnya sosialisasi dan juga pembatasan/penutupan tempat-tempat yang menimbulkan kerumunan dan keramaian.

“Bersama aparat kecamatan dan seluruh kampung di Kecamatan Bongan serta jajaran Muspika akan bersinergi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten. Dalam upaya menekan lajunya penyebaran virus Covid-19 dengan melaksanakan PPKM level 4, sesuai surat edaran Bupati. Semoga kondisi pandemi ini bisa segera kita lewati,” pungkasnya.

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

Ikuti Tahapan Presentasi Dan Wawancara Menuju TOP 45 Inovasi 2021

Ikuti Tahapan Presentasi Dan Wawancara Menuju TOP 45 Inovasi 2021

(Tengah) Wabup Kutai Barat, saat ikuti sesi presentasi dan wawancara menuju TOP 45 inovasi dari kementrian PANRB. Foto: Andreas (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kutai Barat mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) diselenggarakan oleh kementrian PANRB untuk mendukung Gerakan One Agency One Innovaton Sebagai Bagian dari Perhitungan Indeks Reformasi Birokrasi, Setelah lolos tahap seleksi proposal melalui aplikasi SINOVAK, Inovasi TEKA TEKI UPT Puskesmas Barong Tongkok  diumumkan lolos menjadi Finalis TOP 99 inovasi Tahun 2021. Hari ini mengikuti tahap presentasi dan wawancara menuju TOP 45 inovasi yang disampaikan oleh Wakil Bupati Kutai Barat H Edyanto Arkan melalui Aplikasi zoom Diruang Koordinasi Setdakab Kutai Barat. Rabu (14/7)

Wakil Bupati Kutai Barat H Edyanto Arkan menjelaskan, TEKATEKI merupakan program inovasi yang bertujuan mengurangi 4T dan 3T yakni;  ‘4 Terlalu’,  Terlalu muda (usia ibu < 20 tahun), Terlalu tua (usia ibu > 35 tahun), Terlalu dekat (jarak persalinan dan kehamilan berikutnya), Terlalu banyak (jumlah anak lebih dari 4 orang) dan “3T Terlambat” Terlambat mengambil keputusan (bimbang akibat kurang informasi), Terlambat sampai kefaskes karena terkendala transportasi, Terlambat mendapat penanganan difasilitas pelayanan  yang menjadi penyebab kematian ibu dan bayi saat persalinan.

Untuk mengatasi 4T dan 3T; ada 3 layanan yang diberikan yakni Chabida Combo layanan konsultasi antara ibu hamil dan bidan melalui forum media komunikasi whatsapp grup, Jembatan (Jemput dan antar ibu melahirkan) layanan ini bekerjasama dengan Pemerintah kampung setempat menyediakan kendaraan antar jemput ibu bersalin, dan Biduk Perahu (Bidan dan Dukun pantau kesehatan ibu) layanan ini, memfasilitasi ibu yang ingin didampingi dukun kampung saat persalinan di faskes.

Kondisi geografis kecamatan Barong Tongkok seluas 430,58km² terdiri dari 19 kampung dan 2 kelurahan, kondisi ini menyebabkan kurang optimalnya pelayanan kehamilan dan persalinan sesuai target Standar Pelayanan Minimal.

“Sehingga dengan adanya Program TEKA TEKI, yang telah dilaksanakan di PKM Barong Tongkok selama 3 tahun terbukti sukses menurunkan angka kematian yang awalnya mencapai 15 kematian pertahun pada 2020, menjadi hanya 3 kematian bayi itupun dikarenakan penyakit bukan pada proses persalinan dan kedepannya ini akan menjadi role model bagi semua PKM yang ada di Kabupaten Kutai Barat,”pungkas Wabup.

 

Penulis: Andreas, Editor: Hermanto

Sosialisasi Stunting, Dengan Membagikan Leaflet

Sosialisasi Stunting, Dengan Membagikan Leaflet

(Kanan) Anggota GenRe, saat membagikan Leaflet tentang Stunting. Foto: Lilis (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28, Forum Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Kutai Barat membagikan leaflet tentang stunting kepada warga yang sedang bersantai. di Alun-alun Itho Sendawar. Selasa (29/06) sore.

Kabid Keluarga Berencana Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP2KBP3A) Kutai Barat Hj. Rusminah, mengatakan, leaflet yang dibagikan sebanyak 280 leaflet yang disesuaikan dengan Harganas ke-28 dengan tema Keluarga Keren Cegah Stunting. “Melalui momentum ini kita mengajak untuk bersama-sama  selamatkan anak dari stunting,” harapnya mengimabu didampingi Kepala Seksi KS dan KK Sapri, yang turut memantau kegiatan tersebut.

Pemegang Program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (Pik R) Siti Rachma mengatakan bahwa pembagian leaflet ini merupakan salah satu program sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat terkait stunting. Dan bukan hanya di Kutai Barat hal ini juga dilakukan secara serentak se – Indonesia.

“Kami bersama Forum GenRe seusai mengikuti puncak peringatan Harganas di Aji Tullur Jejangkat Setdakab Kutai Barat secara virtual, lalu sorenya melaksanakan pembagian leaflet ini. kepada setiap keluarga yang dijumpai sedang bersantai di Alun-alun,” tuturnya.

Dengan pembagian leaflet ini selain menberikan pemahaman tentang stunting yakni berupa penyebab dan akibatnya yang terjadi apabila terjadinya stunting. “Namun juga kami harap kasus stunting di Kutai Barat dapat diminimalisir dan masyarakat dapat memahami pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ucapnya.

Tidak lupa juga, dihimbau kepada seluruh masyarakat Kutai Barat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan selalu mengutamakan kebersihan terutama; terapkan  protokol kesehatan dengan memakai masker,  mencuci tangan dan menjaga jarak serta menjauhi kerumunan. “Ayo bersama-sama kita patuhi, keluarga keren adalah keluarga yang sehat yang dapat melahirkan generasi yang cerdas,” pungkasnya.

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

Rendahnya Kesadaran Warga, Menjadi Kendala Capaian Target Vaksinasi Covid-19

Rendahnya Kesadaran Warga, Menjadi Kendala Capaian Target Vaksinasi Covid-19

Kegiatan vaksinasi oleh UPT. Puskesmas Linggang Bigung. Foto: Firdaus (Dinkominfo)

DISKOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Masih meningkatnya penularan Covid-19 disejumlah daerah membuat Pemerintah Daerah terus melakukan percepatan vaksinasi Covid-19, salah satunya yang dilakukan oleh UPT. Puskesmas Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat. Melaksanakan kegiatan vaksin tahap kedua bagi 170 orang tenaga aparat Kampung dan staf dalam wilayah Kecamatan Linggang Bigung. Di Sport Hall Kampung Linggang Bigung (29/6).

Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat mengikuti vaksinasi Covid-19 tahap kedua membuat petugas kesehatan Puskesmas Linggang Bigung harus menghubungi satu persatu nama-nama yang sudah terdaftar pada vaksinasi tahap pertama, melalui sambungan telpon seluler dengan alasan tidak dapat mengikuti kegiatan vaksin tahap kedua beragam, ada yang berada diluar kota dan sedang bekerja dikebun.

Kepala UPT Puskesmas Linggang Bigung dr. Beny mengatakan, vaksinasi Covid-19 ini sangat penting bagi diri kita sebagai warga masyarakat dan lingkungan, yang sudah melakukan Vaksin tahap pertama diharapkan dapat mengikuti vaksin tahap kedua. Apabila vaksin tahap kedua tidak diikuti maka Imunity tidak akan tercapai.

masyarakat yang mendapat undangan untuk mengikuti vaksin tahap kedua wajib untuk mengikuti apapun alasannya, sebelum lakukan vaksin nantinya petugas kesehatan terlebih dahulu lakukan pemeriksaan apabila masyarakat ada keluhan dan tidak serta merta dilakukan vaksin.

“Masyarakat yang ada di Kecamatan Linggang Bigung yang sudah melakukan Vaksinasi baru sekitar 2000 lebih dari jumlah penduduk berjumlah sekitar 15 Ribu jiwa, selain disebabkan jumlah vaksin sangat terbatas yang datangnya secara bertahap, ada pula kendala dari warga mulai alasan kesibukan dan kurang sehat, meskipun tenaga kesehatannya sudah siap,” ungkapnya.

Ditambahkannya lebih lanjut masyarakat tidak perlu takut untuk divaksin, vaksin ini sifatnya aman dan sudah teruji ada melelui penelitian, jangan sampai masyarakat tidak mau vaksin hanya gara-gara mendengar berita yang tidak benar, jika mengalami keraguan tanyakan langsung ke petugas kesehatan yang lebih tau tentang vaksinasi.

“Untuk Vaksinasi tahap kedua diperuntukan bagi Aparatur Kampung dan staf UPT. Puskesmas Linggang Bigung yang menargetkan 170 orang, namun yang datang hanya 156 orang sementara 14 orang tidak datang,” tutupnya.

 

Penulis: Firdaus, Editor: Hermanto

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id