AKSI PERUBAHAN PENGGALANGAN MASYARAKAT DALAM “SELAMATKAN DANAU DAN POPULASI IKAN” (SEDAAPKAN) DI DANAU KELUMPANG

AKSI PERUBAHAN PENGGALANGAN MASYARAKAT DALAM “SELAMATKAN DANAU DAN POPULASI IKAN” (SEDAAPKAN) DI DANAU KELUMPANG

Berkat David Sinaga bersama berbagai lapisan masyarakat Kampung Kelumpang menebarkan 60.000 bibit ikan di Danau Kelumpang

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR–Dalam upaya untuk meningkat hasil produksi tangkapan perikanan di Danau Kelumpang, Berkat David Sinaga dalam aksi perubahan sebagai tugas dari Pendidikan Kepemimpinan Administrator III tahun 2024 di Puslatbang KDOD LAN RI Samarinda meluncurkan perubahan bertajuk “Selamatkan Danau dan Populasi ikan di danau kelumpang”. Aksi ini bertujuan untuk menekan penurunan hasil tangkapan Hasil Produksi Perikanan di danau Kelumpang. Saat Ini Berkat David Sinaga bekerja di Dinas Perikanan Kutai Barat sebagai kepala Bidang Perikanan Tangkap.

Aksi Perubahan ini dilatarbelakangi oleh maraknya illegal fishing, overfishing dan dampak dari operasi Perusahaan di sekitar Sungai dan danau. Bang Naga sapaan akrap dari pemilik NDH 09 ini mengatakan, perlu adanya sosialisasi kepada Masyarakat sekitar danau untuk ikut serta menjaga Kawasan danau dengan turut serta menjadi pengawas sukarela yang tergabung dalam wadah kelompok Masyarakat pengawas perikanan, selain sosialisasi Bang naga juga mengupayakan legalitas kelompok ini dengan mengeluarkan Surat Keputusan dari Kepala Dinas kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur.

Adapun Upaya lain selain menggalang Masyarakat untuk ikut serta dalam pengawasan ini, danau perlu juga menebarkan bibit ikan di danau, berkat kolaborasi dengan pemilik pokir anggota DPRD Kutai Barat, telah melakukan penebaran bibit patin sebanyak 60.000 ekor, semoga Upaya ini dapat bermanfaat untuk menjaga ekosistim danau kelumpang, dan tentu dapat menyelesaikan aksi perubahan peserta PKA III tahun 2024 ini dengan tuntas dan berhasil.

Aksi Perubahan ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, pemerintah Kabupaten dan kecamatan serta pihak swasta yang sedang berproses, saya percaya bahwa kolaborasi adalah kunci untuk mencapai perubahan yang berkelanjutan, lanjut Bang Naga Saya mengucapkan terimakasih kepada Pihak Puslatbang KDOD LAN RI Samarinda, Coach Veronica Hanna Naibaho, Bupati Kabupaten Kutai Barat, Kepala Inspektur Kutai Barat, Kepala Dinas Perikanan, Tim efektif SEDAAPKAN.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Aksi Perubahan, masyarakat dapat mengunjungi akun media sosial facebook Berkat David Sinaga. Mari bersama-sama menjadi bagian aksi perubahan ini.

Penulis/Peliput : Multono | Editor : Multono

Menjaga Ketahanan Pangan, Selenggarakan Festival B2SA

Menjaga Ketahanan Pangan, Selenggarakan Festival B2SA

(Kiri) Plt Asisten II Setdakab Kutai Barat, menyerahkan hadiah kepada juara festival B2SA. Foto: Dhea (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kutai Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Tim Penggerak PKK Kutai Barat dalam rangka Peringatan Hari Pangan Sedunia ke 41 tahun dengan tema gerakan diversifikasi pangan lokal, menggelar Festival Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang diikuti para peserta dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Pelangi Long Iram Ilir, KWT Lestari, KWT Sungai Kelingking, dan KWT Damai Lestari berlangsung di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kutai Barat. Kamis (28/10).

Bupati Kutai Barat dalam sambutannya yang dibacakan Plt Asisten II Setdakab Kutai Barat Nopandel mengatakan, pemerintah memberikan apresiasi kepada para pahlawan pangan dan semua pihak yang terlibat dalam pemenuhan pangan khususnya para petani dan peternak. Tantangan pertanian dimasa pandemi covid19 seperti saat ini memang tidak mudah, ada hambatan dan penurunan aktivitas ekonomi. Namun, sektor pertanian tetap bergerak cepat dan pasti terutama dalam memenuhi kebutuhan dan menjaga ketahanan pangan khususnya di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

“Seiring dengan majunya perkembangan jaman, kepada anak-anak muda milenial agar tertarik untuk mengembangkan dunia pertanian, perkebunan dan perikanan agar ketahanan pangan di Kutai Barat dapat terjaga,” harapnya berpesan

Lebih lanjut dijelaskannya, untuk meningkatkan nilai produk pangan agar dapat bersaing diera modern dan berkembang seperti saat ini, bahan pangan dapat dikemas sedemikian rupa melalui kreasi dan inovasi industri dibidang makanan tentu dengan standar kualitas yang baik dan berproduksi secara konsisten.

“Kepada semua pihak baik Dinas Ketapang, perangkat daerah terkait maupun stakeholders untuk saling bersinergi, memonitoring dan mendukung program ketahanan pangan sehingga dapat terlaksana secara terintegrasi dan berkesinambungan, untuk mencapai swasembada pangan didaerah kita ini,” tegas Plt Asisten II Setdakab Kutai Barat berpesan.

Melalui rangkaian acara hari ini baik Lomba B2SA dan Pameran Olahan Pangan Lokal, dapat menjadi ajang promosi olahan pangan lokal bagi para pelaku usaha sehingga memberi manfaat besar didalam masyarakat. Hadirin yang berbahagia, saya berharap bahwa Hari Pangan Sedunia ini dapat menjadi acuan evaluasi kita bersama untuk memajukan sektor pangan demi “Hari Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini”.

Sementara Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sri Mulyani Gamas mengatakan, penganekaragaman pangan merupakan upaya peningkatan ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan berbasis pada potensi sumber daya lokal untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, aktif dan produktif. Sebagai penunjang UMKM maupun perorangan harus kreatif mengolah produk agar jadi unggulan. “Ayo kita konsumsi pangan lokal, kenyang tidak harus nasi,” unkapnya berpesan.

Selain itu, dalam rangka mewujudkan pola konsumsi pangan yang baik, maka konsumsi pangan yang beragam, cipta menu pangan beragam, bergizi seimbang dan aman dengan memanfaatkan pangan lokal, menjadi sangat penting untuk diterapkan dalam pola konsumsi sehari-hari.

Sementara menurut perwakilan Dinas Kesehatan Kutai Barat Erna Rohmawati mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat dan mengembangkan potensi pangan lokal, menciptakan produk yang bernilai ekonomis, peningkatan kualitas konsumsi masyarakat dengan B2SA, mengatasi inflasi melalui tanaman sayur, rempah dan toga, serta untuk mengatasi stunting.

“Melalui festival ini, selain dapat mengenalkan berbagai aneka jenis produk makanan lokal potensial sumber karbohidrat non-beras yang dapat diolah dan dikonsumsi untuk menggantikan nasi adalah singkong, talas, sagu, jagung, pisang, dan kentang, namun juga untuk menghindari kejenuhan dan kebosanan terhadap menu makanan yang sudah ada,” harapnya.

Ditambahkannya dengan kegiatan ini pula dapat membantu meringankan perekonomian keluarga, dan menumbuhkembangkan kreativitas dalam mengolah menu makanan dari bahan lokal yang ada disekitarnya. “Untuk kriteria lomba meliputi kreatif, beragam, berimbang, citarasa dan bergizi,” pungkasnya.

Penulis: Dhea, Editor: Hermanto

Amankan Ekosistem Ikan Danau Jempang, Tim Ilegal Fishing dan DKP Kaltim  Musnahkan Alat Jenis Sawaran

Amankan Ekosistem Ikan Danau Jempang, Tim Ilegal Fishing dan DKP Kaltim Musnahkan Alat Jenis Sawaran

Kegiatan Tim Ilegal Fishing lakukan pemusnahan barang bukti berupa alat tangkap ikan jenis Sawaran.Foto: Andreas (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kutai Barat bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan pemusnahan alat tangkap ikan yang tidak standar yakni Sawaran atau Jaring panjang yang berhasil disita oleh petugas pada saat operasi gabungan di Danau jempang  pada bulan September yang lalu, pemusnahan barang bukti ini dengan cara dibakar di halaman Kantor Kecamatan Jempang. Selasa (19/10)

Kepala Bidang Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kaltim Eko Kurniawan mengungkapkan, barang bukti yang dimusnahkan itu sekitar 40.000 meter. alat tangkap sapu rata itu tidak lagi diperkenankan karena ukuran atau lubang jaring yang mirip kelambu tidur itu akan mematikan ikan-ikan kecil.

“Sawaran yang ada ini sekitar 40 km, artinya ada berapa ton ikan mulai anak-anak ikan atau udang yang harusnya bisa hidup dan berkembang biak akhirnya ketangkap dan mati dengan sia-sia. Akibatnya semua nelayan ikut dirugikan dengan penggunaan sawaran, itu yang kita sayangkan,” tegasnya.

Upaya pencegahan akan terus dilakukan dengan penindakan tegas kepada nelayan yang tidak  mematuhi aturan tersebut. “Apalagi sudah ada kesepakatan bersama antara kepala kampung dari Kutai Barat maupun Kutai Kartanegara yang difasilitasi DKP Kaltim bulan juni lalu, bahwa sawaran adalah alat tangkap yang dilarang,”jelasnya.

Sementara menurut Camat Jempang Jumra mengatakan, pemusnahan itu adalah bukti keseriusan tim illegal fishing danau Jempang, sekaligus merespon keluhan warga dari kampung-kampung disekeliling Danau Jempang. Yaitu Tanjung Jone, Pulau Lanting, Muara Ohong, Tanjung Jaan dan Tanjung Isuy.

Pasalnya jaring sawaran hanya menguntungkan nelayan kelas kakap atau para pengepul. Sedangkan nelayan kecil yang tak mampu beli jaring sawaran ada ribuan orang. Mereka hanya menggunakan alat tangkap tradisional seperti pukat, otomatis hasil tangkapan mereka jauh berkurang. “Hari ini kita memusnahkan barang bukti, sebagai upaya sosialisasi kepada para nelayan untuk tidak menggunakan alat sawaran dalam usahanya menangkap ikan,” tegasnya

Dijelaskan Jumra lebih lanjut, dengan pemusnahan barang bukti ini juga dapat memberikan  efek jera terhadap para nelayan yang menggunakan peralatan jenis sawaran ini dan jenis peralatan lainnya yang dilarang karena dapat merusak ekosistem ikan. “Karena kalau kita lihat dari barang bukti ini, kalau mereka mau membuat lagi mereka membutuhkan modal yang cukup besar, disamping itu peralatan ini dapat mematikan kelangsungan ekosistem ikan,” tegasnya.

Kepada Kepala kampung atau warga yang melihat ada nelayan yang menangkap ikan menggunakan atau memasang sawaran agar dapat melapor ke aparat atau tim illegal fishing. “Kepada para petinggi nanti tolong sampaikan ke masyarakat bahwa kegiatan ini kita lakukan benar-benar sesuai dengan prosedur, tidak ada hanya seremoni saja dan tidak digunakan untuk kepentingan lain oleh tim, tetapi barangnya kita musnahkan, upaya ini demi kelangsungan sumber hayati ikan yang ada di danau Jempang,” pungkasnya.

Penulis: Andreas, Editor: Hermanto

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id