(Kiri) Plt Asisten II Setdakab Kutai Barat, menyerahkan hadiah kepada juara festival B2SA. Foto: Dhea (Dinkominfo)
KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kutai Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Tim Penggerak PKK Kutai Barat dalam rangka Peringatan Hari Pangan Sedunia ke 41 tahun dengan tema gerakan diversifikasi pangan lokal, menggelar Festival Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang diikuti para peserta dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Pelangi Long Iram Ilir, KWT Lestari, KWT Sungai Kelingking, dan KWT Damai Lestari berlangsung di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kutai Barat. Kamis (28/10).
Bupati Kutai Barat dalam sambutannya yang dibacakan Plt Asisten II Setdakab Kutai Barat Nopandel mengatakan, pemerintah memberikan apresiasi kepada para pahlawan pangan dan semua pihak yang terlibat dalam pemenuhan pangan khususnya para petani dan peternak. Tantangan pertanian dimasa pandemi covid19 seperti saat ini memang tidak mudah, ada hambatan dan penurunan aktivitas ekonomi. Namun, sektor pertanian tetap bergerak cepat dan pasti terutama dalam memenuhi kebutuhan dan menjaga ketahanan pangan khususnya di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
“Seiring dengan majunya perkembangan jaman, kepada anak-anak muda milenial agar tertarik untuk mengembangkan dunia pertanian, perkebunan dan perikanan agar ketahanan pangan di Kutai Barat dapat terjaga,” harapnya berpesan
Lebih lanjut dijelaskannya, untuk meningkatkan nilai produk pangan agar dapat bersaing diera modern dan berkembang seperti saat ini, bahan pangan dapat dikemas sedemikian rupa melalui kreasi dan inovasi industri dibidang makanan tentu dengan standar kualitas yang baik dan berproduksi secara konsisten.
“Kepada semua pihak baik Dinas Ketapang, perangkat daerah terkait maupun stakeholders untuk saling bersinergi, memonitoring dan mendukung program ketahanan pangan sehingga dapat terlaksana secara terintegrasi dan berkesinambungan, untuk mencapai swasembada pangan didaerah kita ini,” tegas Plt Asisten II Setdakab Kutai Barat berpesan.
Melalui rangkaian acara hari ini baik Lomba B2SA dan Pameran Olahan Pangan Lokal, dapat menjadi ajang promosi olahan pangan lokal bagi para pelaku usaha sehingga memberi manfaat besar didalam masyarakat. Hadirin yang berbahagia, saya berharap bahwa Hari Pangan Sedunia ini dapat menjadi acuan evaluasi kita bersama untuk memajukan sektor pangan demi “Hari Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini”.
Sementara Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sri Mulyani Gamas mengatakan, penganekaragaman pangan merupakan upaya peningkatan ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan berbasis pada potensi sumber daya lokal untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, aktif dan produktif. Sebagai penunjang UMKM maupun perorangan harus kreatif mengolah produk agar jadi unggulan. “Ayo kita konsumsi pangan lokal, kenyang tidak harus nasi,” unkapnya berpesan.
Selain itu, dalam rangka mewujudkan pola konsumsi pangan yang baik, maka konsumsi pangan yang beragam, cipta menu pangan beragam, bergizi seimbang dan aman dengan memanfaatkan pangan lokal, menjadi sangat penting untuk diterapkan dalam pola konsumsi sehari-hari.
Sementara menurut perwakilan Dinas Kesehatan Kutai Barat Erna Rohmawati mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat dan mengembangkan potensi pangan lokal, menciptakan produk yang bernilai ekonomis, peningkatan kualitas konsumsi masyarakat dengan B2SA, mengatasi inflasi melalui tanaman sayur, rempah dan toga, serta untuk mengatasi stunting.
“Melalui festival ini, selain dapat mengenalkan berbagai aneka jenis produk makanan lokal potensial sumber karbohidrat non-beras yang dapat diolah dan dikonsumsi untuk menggantikan nasi adalah singkong, talas, sagu, jagung, pisang, dan kentang, namun juga untuk menghindari kejenuhan dan kebosanan terhadap menu makanan yang sudah ada,” harapnya.
Ditambahkannya dengan kegiatan ini pula dapat membantu meringankan perekonomian keluarga, dan menumbuhkembangkan kreativitas dalam mengolah menu makanan dari bahan lokal yang ada disekitarnya. “Untuk kriteria lomba meliputi kreatif, beragam, berimbang, citarasa dan bergizi,” pungkasnya.
Penulis: Dhea, Editor: Hermanto










