Menjaga Ketahanan Pangan, Selenggarakan Festival B2SA

Menjaga Ketahanan Pangan, Selenggarakan Festival B2SA

(Kiri) Plt Asisten II Setdakab Kutai Barat, menyerahkan hadiah kepada juara festival B2SA. Foto: Dhea (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kutai Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Tim Penggerak PKK Kutai Barat dalam rangka Peringatan Hari Pangan Sedunia ke 41 tahun dengan tema gerakan diversifikasi pangan lokal, menggelar Festival Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang diikuti para peserta dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Pelangi Long Iram Ilir, KWT Lestari, KWT Sungai Kelingking, dan KWT Damai Lestari berlangsung di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kutai Barat. Kamis (28/10).

Bupati Kutai Barat dalam sambutannya yang dibacakan Plt Asisten II Setdakab Kutai Barat Nopandel mengatakan, pemerintah memberikan apresiasi kepada para pahlawan pangan dan semua pihak yang terlibat dalam pemenuhan pangan khususnya para petani dan peternak. Tantangan pertanian dimasa pandemi covid19 seperti saat ini memang tidak mudah, ada hambatan dan penurunan aktivitas ekonomi. Namun, sektor pertanian tetap bergerak cepat dan pasti terutama dalam memenuhi kebutuhan dan menjaga ketahanan pangan khususnya di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

“Seiring dengan majunya perkembangan jaman, kepada anak-anak muda milenial agar tertarik untuk mengembangkan dunia pertanian, perkebunan dan perikanan agar ketahanan pangan di Kutai Barat dapat terjaga,” harapnya berpesan

Lebih lanjut dijelaskannya, untuk meningkatkan nilai produk pangan agar dapat bersaing diera modern dan berkembang seperti saat ini, bahan pangan dapat dikemas sedemikian rupa melalui kreasi dan inovasi industri dibidang makanan tentu dengan standar kualitas yang baik dan berproduksi secara konsisten.

“Kepada semua pihak baik Dinas Ketapang, perangkat daerah terkait maupun stakeholders untuk saling bersinergi, memonitoring dan mendukung program ketahanan pangan sehingga dapat terlaksana secara terintegrasi dan berkesinambungan, untuk mencapai swasembada pangan didaerah kita ini,” tegas Plt Asisten II Setdakab Kutai Barat berpesan.

Melalui rangkaian acara hari ini baik Lomba B2SA dan Pameran Olahan Pangan Lokal, dapat menjadi ajang promosi olahan pangan lokal bagi para pelaku usaha sehingga memberi manfaat besar didalam masyarakat. Hadirin yang berbahagia, saya berharap bahwa Hari Pangan Sedunia ini dapat menjadi acuan evaluasi kita bersama untuk memajukan sektor pangan demi “Hari Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini”.

Sementara Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sri Mulyani Gamas mengatakan, penganekaragaman pangan merupakan upaya peningkatan ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan berbasis pada potensi sumber daya lokal untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, aktif dan produktif. Sebagai penunjang UMKM maupun perorangan harus kreatif mengolah produk agar jadi unggulan. “Ayo kita konsumsi pangan lokal, kenyang tidak harus nasi,” unkapnya berpesan.

Selain itu, dalam rangka mewujudkan pola konsumsi pangan yang baik, maka konsumsi pangan yang beragam, cipta menu pangan beragam, bergizi seimbang dan aman dengan memanfaatkan pangan lokal, menjadi sangat penting untuk diterapkan dalam pola konsumsi sehari-hari.

Sementara menurut perwakilan Dinas Kesehatan Kutai Barat Erna Rohmawati mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat dan mengembangkan potensi pangan lokal, menciptakan produk yang bernilai ekonomis, peningkatan kualitas konsumsi masyarakat dengan B2SA, mengatasi inflasi melalui tanaman sayur, rempah dan toga, serta untuk mengatasi stunting.

“Melalui festival ini, selain dapat mengenalkan berbagai aneka jenis produk makanan lokal potensial sumber karbohidrat non-beras yang dapat diolah dan dikonsumsi untuk menggantikan nasi adalah singkong, talas, sagu, jagung, pisang, dan kentang, namun juga untuk menghindari kejenuhan dan kebosanan terhadap menu makanan yang sudah ada,” harapnya.

Ditambahkannya dengan kegiatan ini pula dapat membantu meringankan perekonomian keluarga, dan menumbuhkembangkan kreativitas dalam mengolah menu makanan dari bahan lokal yang ada disekitarnya. “Untuk kriteria lomba meliputi kreatif, beragam, berimbang, citarasa dan bergizi,” pungkasnya.

Penulis: Dhea, Editor: Hermanto

Hasil Sampel Hewan Ternak Babi Positif ASF, Lakukan Pencegahan Melalui Sosialisasi Dan Injeksi Vaksin

Hasil Sampel Hewan Ternak Babi Positif ASF, Lakukan Pencegahan Melalui Sosialisasi Dan Injeksi Vaksin

Salah Satu peternakan Babi yang masih aman dari wabah ASF. Foto: Aryo (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR – SENDAWAR, Melalui uji laboratorium, sampel ternak babi yang dilakukan oleh Dinas Pertanian (Distan) Kutai Barat beberapa waktu lalu telah dinyatakan positif terpapar virus African Swine Fever (ASF).

“Melalui uji laboratorium sampel yang beberapa waktu kita kirim sudah diketahui hasilnya. bahwa hewan ternak tersebut positif terpapar virus ASF, seperti yang dicurigai sebelumnya dan hasil ini sudah diinformasikan dari pihak provinsi beberapa waktu lalu,” ungkap Kepala Distan Kutai Barat melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sapriansyah pada Sabtu (25/9).

Menyikapi hasil dari uji laboratorium tersebut, Distan Kutai Barat pun  langsung mengintensifkan upaya pencegahan penyebaran virus, dengan memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat, bekerja sama dengan pemerintah kecamatan dan kampung.

“upaya pencegahan yang dilakukan selain dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat khususnya kelompok para peternak. “Saya minta limbah atau sisa makanan yang berkaitan dengan virus ini tidak diberikan untuk pakan makanan binatang peliharaan lainnya, memperketat pengawasan terhadap makanan hewan dan selalu menjaga kebersihan kandang,” tegasnya berpesan.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa Distan Kutai Barat  sudah memberikan sosialisasi dan imbauan  jauh sebelum kasus tersebut terjadi di Kutai Barat, yakni sejak kasus yang terjadi di Kabupaten Berau. Namun diakuinya memang hal ini tidak bisa dihindari, sebab faktor lain dari merebaknya virus tersebut juga disebabkan dari hewan babi hutan.

“Kalau dari babi hutan ini yang tidak bisa kita hindari, sebab kalau yang dipelihara, masih bisa kita cek. Yang dikhawatirkan babi hutan ada yang terjangkit virus dan limbahnya diberikan kepada hewan peliharaan. Ini yang kita coba sosialisasikan,” terangnya.

Selain memberikan sosialisasi dan  imbauan kepada masyarakat, Distan juga terus melakukan   injeksi berupa vaksin kepada hewan ternak lainnya yang belum terjangkit, agar wabah virus ASF bertambah luas.

 

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

Bupati Resmikan Ruang Data Dan Informasi, Balai Pelatihan Pertanian Dan Lauching Sayembara Peda KTNA XI

Bupati Resmikan Ruang Data Dan Informasi, Balai Pelatihan Pertanian Dan Lauching Sayembara Peda KTNA XI

(Tengah)  Bupati dan Wakil Bupati Kutai Barat, menyerahkan bantuan peralatan media. Foto: Welin (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kutai Barat meresmikan Ruang Data dan Informasi Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Sekolaq Darat, melaksanakan Serah Terima Bantuan Kegiatan Dinas Pertanian Tahun 2021 serta Lauching Sayembara Logo Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) XI Kalimantan Timur tahun 2024, yang diresmikan langsung oleh Bupati Kutai Barat dengan didampingi Wakil Bupati Kutai, Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat, Ketua DPRD Kutai Barat, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Asisten II Setdakab Kutai Barat, Kepala Perangkat Daerah dan penyuluh Kecamatan Sekolaq Darat, dan perwakilan Kelompok Tani. Rabu (22/9).

Bupati Kutai Barat FX Yapan mengatakan, ada tiga agenda penting yang dilaksanakan diantaranya adalah meresmikan ruang data dan informasi diwilayah BPP Sekolaq Darat. “Melalui kegiatan ini dan dengan adanya ruangan tersebut dapat menjadi wadah untuk saling bertukar pikiran dan mendukung suksesnya kegiatan pertanian sebagaimana fungsi BPP dalam merencanakan dan melaksanakan program-program penyuluhan dalam hal infromasi, teknologi sarana produksi pembiyaan, pasar, peningkatan tenaga penyuluh, kelembagaan dan kemitraan pelaku usaha,” tegasnya

Lebih lanjut Bupati mengungkapkan, percontohan dan model usaha tani sesuai dengan peraturan yang berlaku dan searah dengan misi dan tujuan penyeluhan pertanian melalui berbagai kegiatannya dalam wilayah BPP ini. “Seperti; Demplop BPP dikampung sumberbangun dan Kampung Sekolaq Darat tanam cabe dan jagung manis, pembinaan dan pendampingan kelompok tani 96 Poktan dikecamatan Sekolaq Darat dan kemitraan penyedian pupuk bersubsidi dengan koprasi Bapentan, dan kegiatan pendampingan Poktan dari instansi terkait,” jelasnya mencontohkan.

“Kedepan BPP diwilayah Sekolaq Darat dapat lebih maju dan dan menjadi percontohan bagi Kecamatan lainnya bahkan bagi Kalimantan Timur Ketika nanti pada tahun 2024 Kutai Barat sebagai tuan rumah,” harapanya

Bupati menambahkan dengan  bantuan dari APBN Pemerintah Pusat, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten berupa bantuan bibit unggul bersertifikat, pengembangan sentra produksi, bibit ternak, mengoptimalkan lahan dan mutu hasil pertanian, meningkatkan produksi perkebunan dan mendukung program komando strategis pembangunan pertanian, dapat meningkatkan ekonomi masyarakat ditengah pandemi covid 19.

“Dengan banyaknya bantuan yang diterima untuk tahun 2021 dibidang tanaman pangan dan horticultural, bidang perkebunan dan bidang peternakan, maka saya menghimbau kepada seluruh pihak yang telah menerima bantuan agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memajukan dunia pertanian di Bumi Tanaa Purai Ngeriman yang kita cintai ini,” harapnya berpesan.

 Pemerintah Kutai Barat sangat mengapresiasi atas kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat Kutai Barat untuk berpartisipasi dalam menyongsong Kutai Barat menjadi Tuan Rumah PEDA KTNA XI Kalimantan Timur tahun 2024. Oleh karena itu Bupati berpesan ingin melaksanakan sayembara untuk mendapatkan Logo PEDA KTNA XI Kutai Barat Kalimantan Timur.

“Terima kasih kepada Dinas Pertanian dan BPP Sekolaq Darat dan Kecamatan lainnya, para kelompok tani dan semua yang telah mndukung program kita pada hari ini semoga Tuhan yang Esa selalu menyertai tugas serta pelayanan kita dimanapun kita berada sehingga seluruh peran dan fungsi yang kita emban dan diamanahkan  dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk mewujudkan hari esok lebih baik dari pada hari ini,” pungkasnya.

 

Penulis: Welin, Editor: Hermanto

Distan Kutai Barat Salurkan Pupuk Cair Kepada 61 Kelompok Tani Di Kecamatan Linggang Bigung

Distan Kutai Barat Salurkan Pupuk Cair Kepada 61 Kelompok Tani Di Kecamatan Linggang Bigung

 Kepala Distan Kutai Barat, simbolis menyerahkan bantuan pupuk cair. Foto: Firdaus (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR, SENDAWAR Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pertanian membagikan Pupuk Hayati Cair geratis bagi petani dalam rangka mendukung ketahanan pangan di Kutai Barat. Pemberian pupuk ini diperuntukan bagi 60 kelompok tani yang berada di 11 Kampung dengan luasan lahan pertanian mencapai 2.325 hektar. Penyerahan secara simbolis Pupuk Hayati cair tersebut, berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Linggang Bigung  Kampung Linggang Mapan di Kecamatan Linggang Bigung.  Senin (20/09).

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kutai Barat Petrus menyampaikan, terima kasih kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) yang ikut mendukung program pemerintah daerah dalam pertanian dan perkebunan, bantuan berupa Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), Bibit Lada untuk 50 hektar, Pupuk Cair Hayati dan pembukaan jalan tani, ini semua berkat koordinasi dan kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan Kutai Barat.

“Kepada kelompok tani agar menyusun rencana kerja dari petani setiap tahunnya sehingga Distan dan BPP tau kebutuhan petani, ini merupakan bentuk kerjasama karena Distan dan Petani tidak bisa jalan sendiri perlu adanya kerjasama,” Harapannya berpesan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Ekti Imanuel menjelaskan, pembagian pupuk cair ini merupakan bentuk ucapan terima kasih kepada masyarakat dan mendukung program pemerintah daerah dalam memajukan pertanian dalam ketahanan pangan. Melalui pokok pikiran (pokir) tahun 2020, memasukan anggaran melalui bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kutai Barat dan terus berproses sehingga sekarang disalurkan melalui Dinas Pertanian Kutai Barat.

“Dengan adanya pupuk cair ini, masyarakat terutama kelompok tani yang berada di Kecamatan Linggang Bigung dapat memanfaatkannya dengan baik, jika pendistribusian dan pemanfaatan pupuk dapat berjalan sukses  maka di tahun 2022 jumlah pupuk akan kita tingkatkan untuk petani di Kutai Barat,” jelasnya berharap.

Dengan pupuk organik cair ini diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi pertanian para petani, Pupuk cair hayati tidak hanya digunakan tanaman kebun tetapi juga untuk tanaman pangan dan juga  hortikultura.

Penulis: Firdaus, Editing: Hermanto

Antisipasi Virus ASF, Distan Kutai Barat Lakukan Pengambilan Sampel Ternak Babi

Antisipasi Virus ASF, Distan Kutai Barat Lakukan Pengambilan Sampel Ternak Babi

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Kutai Barat, saat memberikan keterangan kepada Media. Foto: Lilis (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Antisipasi Virus African Swine Fever (ASF) yang kini telah terjadi dibeberapa daerah, Dinas Pertanian (Distan) Kutai Barat lakukan deteksi dini di Bumi Tanaa Purai Ngeriman dengan mengerakan tim ke Kampung Temula, Kecamatan Nyuatan. Jumat (03/9).

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sapriansyah menjelaskan, berdasarkan laporan masyarakat bahwa banyak hewan ternak babi yang dikabarkan mati mendadak baru-baru ini, diduga penyebabnya virus ASF, kemungkinan sudah masuk ke wilayah Kutai Barat dan juga Mahakam Ulu (Mahulu).

“Ada informasi belasan ekor hewan ternak babi yang mati mendadak di Mahulu, awal mulanya kejadian ini di Berau, kemudian Kutim dan sekarang Mahulu juga. Kalau di Berau itu sudah positif ASF. Diduga penyebaran virus ini, karena peternak ada yang membeli bibit hewan sudah terjangkit,” ungkapnya,

Diterangkannya bahwa di Kutai Barat ada belasan ekor hewan ternak yang mati mendadak di Kampung Temula, Kecamatan Nyuatan yang tidak begitu jauh dari pusat ibu kota kabupaten. Sehingga Distan Kutai Barat pun segera berkoordinasi untuk turun kelapangan dan mengambil sampel untuk dikirim kelaboratorium Provinsi agar bisa segera diketahui penyebabnya. “Kemarin hari jumat tim sudah turun kesana untuk mengambil sampelnya,”jelas Sapriansyah.

Saat ini di Kutai Barat sedang mengembangkan sentra peternakan babi, sehingga sangat memungkinkan untuk hewan ternak babi ini terjangkit virus ini, jika memang virus tersebut  sudah ada diwilayah Kutai Barat.

Diungkapkannya lebih lanjut bahwa virus ini tidak berpengaruh pada manusia dan hewan lain. Tetapi apabila terjangkit dihewan ternak babi akan beresiko tinggi bagi sentra peternakan babi akan habis semua.

“Untuk menyikapi persoalan virus ini Distan Kutai Barat, sudah melakukan beberapa upaya mendeteksi secara dini dengan menagambil sampel pada ternak babi diwilayah kita. Selain menunggu hasil pemeriksaan sampel tersebut, memberikan injeksi antibiotik pada hewan ternak disekitar lokasi dan juga akan melacak bagaimana hewan ternak tersebut bisa mati mendadak,” pungkasnya.

 

Penulis: Lilis: Editor: Hermanto

Serahkan Gabah Kering Dan Mesing Giling, Tingkatkan Ketahanan Pangan Masyarakat

Serahkan Gabah Kering Dan Mesing Giling, Tingkatkan Ketahanan Pangan Masyarakat

(Tengah) Plt Asisten II Setdakab Kutai Barat, saat menyaksikan proses penggilingan beras. Foto. Reynaldy (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kutai Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan menyerahkan bantuan sebanyak 5 Ton gabah kering dan unit Mesin Giling komplit sebagai upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat terutama bagi Kelompok Tani Gapoktan Mekar Jaya untuk kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar dikampung Geleo Baru, Kecamatan Barong Tongkok tahun 2021 di lokasi persawahan Geleo Baru. Selasa (06/7).

Usai menyerahkan secara simbolis, Plt Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan SDA Setdakab Kutai Barat Nopandel mengatakan, penyerahan bantuan ini, merupakan Komitmen pemerintah untuk memperhatikan masyarakatnya dan dengan bantuan ini pula kedepan kelompok tani siap sebagai penyuplai kebutuhan pokok berupa Beras.

“Melalui BUMKA, dapat memberdayakan pontensi kampung, dan Kepala kampung sebagai motorik penggerak organisasi tersebut, agar usaha milik kampung ini dapat berhasil dan menjadi swasembada beras kedepannya. Disamping itu daerah kita mempunyai potensi yang luar biasa, dengan dorongan dari Pemerintah, semakin mengeliatkan kegiatan pertanian untuk mencapai kesejahteraan masyarakat,” harapnya mengimbau.

Sementara menurut Ketua Kelompok Tani Gapoktan Mekar Jaya Lusim mengatakan, Dengan bantuan gabah keringa dan unit mesin ini selain dapat menunjang kegiatan pertanian juga sangat berguna bagi Kelompok tani dan masyarakat kampung untuk membantu perekonomian kami kedepannya,” tuturnya.

Penulis: Reynaldi, Editor: Hermanto

Pemerintah Provinsi Bantu Pupuk Cair Bagi Kelompok Tani

Pemerintah Provinsi Bantu Pupuk Cair Bagi Kelompok Tani

Kepala Distan Kutai Barat, saat ditemui diruang kerjanya. Foto: Lilis (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Tahun 2021 Kabupaten Kutai Barat akan mendapatkan bantuan keuangan untuk pengadaan pupuk cair sebesar 18 miliar rupiah dari pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam upaya membantu sektor pertanian di Kabupaten Kutai Barat. Rabu, (23/6).

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kutai Barat Petrus mengatakan, bahwa penyaluran bantuan pupuk cair tersebut memang akan segera dilaksanakan pada tahun 2021, setelah dilakukannya proses verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) yang sudah dibentuk timnya. Selanjutnya baru ditetapkan kelompok tani yang berhak menerimanya.

“Anggaran tersebut memang sangat besar, namun bukan hanya diperuntukkan bagi tanaman kebun. Tetapi juga untuk tanaman pangan dan juga hortikultura. Ini adalah bukti keseriusan pemerintah untuk membantu petani meningkatkan produksi pertanian,” bebernya saat ditemui  diruang kerja.

Ditambahkannya lebih lanjut bahwa sektor pertanian di Kabupaten Kutai Barat memang terus digenjot karena memiliki wilayah dan alam yang sangat mendukung. Apalagi dengan kunjungan Gubernur Kaltim yang beberapa waktu lalu untuk melihat sektor pertanian dan perkebunan di Kutai Barat. Yang mana dalam kunjungan tersebut juga memberikan bantuan bibit, pupuk dan juga beberapa alat pertanian kepada para petani di Kutai Barat.

“Setelah ditetapkan penerimanya berdasarkan CPCL baru akan distribusikan bantuan tersebut untuk petani tanaman kebun, pangan dan juga hortikultura yang tergabung dalam kelompok tani. Jadi ada petaninya, dan ada lokasinya. Sehingga tidak serta merta hanya memberikan pada kelompok tani tapi tidak jelas penerima dan lokasi lahan/kebunnya,” terangnya..

Dan bantuan pupuk cair yang akan didistribusikan tersebut memang dirasa sangat dibutuhkan oleh petani saat ini. Apalagi untuk cara penggunaan dan pemanfaatan pupuk cair tersebut tergolong mudah atau tidak terlalu sulit. “Saya harap dengan bantuan pupuk organik cair ini diharapkan bisa meningkatkan hasil produksi pertanian. Dan benar-benar dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

Semangat Bertani Dapat Menjadi Contoh, Untuk Meningkatkan Kesejahteraan

Semangat Bertani Dapat Menjadi Contoh, Untuk Meningkatkan Kesejahteraan

Gubernur, Simbolis melakukan penanaman Cabai di Sumber Bangun Kecamatan Sekolaq Darat. Foto: Lilis (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Mengapresiasi semangat bertani masyarakat, Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan bantuan kepada  warga kelompok Tani yang diserahkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim dan melakukan penanaman Cabai dan panen Cabai di Kampung Sumber Bangun Kecamatan Sekolaq Darat.

Kepala Dinas Pangan TPH Provinsi Kaltim Farisyah Yana memaparkan, bantuan tersebut berupa Alat Mesin Pertanian Cultivator 2 unit, Bibit Holtikultura yakni bibit durian 400 pohon dan bibit jeruk nipis 600 pohon. Bantuan Benih Tanaman Pangan berupa Padi 1.400 hektare dan Jagung 1.250 hektare. Bantuan Pekarangan Pangan Lestari  kepada 10 kelompok Tani Penerima Manfaat sebanyak Enam Puluh Juta Rupiah untuk masing-masing kelompok Tani.

Kelompok Tani Penerima Manfaat adalah Kelompok Tani Bangun Harja Sumber Bangun, Margo Mulyo Rejo Basuki, Maju Jaya, Sinar Tani, Maju Bersama, Karya Utama, Sungai Kelingking dan terakhir Kelompok Tani Pore Lestari.

“Saya harap dengan bantuan ini kelompok Tani dapat memanfaatkan sebaik mungkin dan tetap semangat dalam bertani,” tutur Farisyah Yana.

Semenatar menurut Bupati Kutai Barat FX Yapan, masyarakat kelompok tani dapat menjadi contoh bagi masyarakat Kutai Barat terutama semangatnya dalam bekerja dan memiliki kemauan dalam  bercocok tanam. “Saya minta masyarakat dengan adanya bantuan ini dapat digunakan dengan baik dan lebih bersemangat lagi. Para petani dapat menjadi tauladan dan membuat terobosan bagi warga lainnya,” pesannya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kutai Barat.

Kemudian disampaikan oleh Gubernur Kaltim Isran Noor mengajak seluruh masyarakat agar dapat menggalakan pertanian holtikultura, upaya ini sangat membantu dalam perekonomian masyarakat. “Hasil tani dari Kutai Barat sudah jelas pemasarannya sampai ke Samarinda. Maka dari itu mari berlomba-lomba untuk menggalakan pertanian bersama,” pungkasnya dalam sambutan.

 

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan, Dengan Peremajaan Perkebunan Karet Masyarakat

Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan, Dengan Peremajaan Perkebunan Karet Masyarakat

(Tengah) Gubernur Kaltim, Simbolis menanam pohon karet. Foto: Lilis (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) menyerahkan bantuan kepada Kelompok Tani di Juaq Asa Kecamatan Barong Tongkok. Dan lakukan penanaman pohon karet, dalam rangkaian kunjungan kerja dan bersilahturahmi dengan masyarakat Kutai Barat, Jumat (011/6).

“Hari ini kami bersama-sama menyapa masyarakat dengan berdialoq dan  menyerahkan bantuan kepada Kelompok Tani di Juaq Asa Kecamatan Barong Tongkok, dan diakhiri dengan penanaman karet bersama,” ucap Isran Noor didampingi Wakil Gubernur Hadi Mulyadi dan Kadis Pangan TPH Provinsi Farisyah Yana, Bupati dan Wakil Bupati Kutai Barat, Ketua DPRD Kutai Barat Ridwai, Sekdakab Kutai Barat, Kepala perangkat daerah Kutai Barat, dan masyarakat kelompok tani di Kutai Barat.

Bantuan yang diberikan berupa pupuk hayati cair, bibit kelapa sawit, karet, kakao, lada. Selain itu juga diserhkan bantuan pembangunan rehabilitasi dan pemeliharaan jalan usaha tani, serta pengawasan penggunaan sarana pendukung pertanian sesuai dengan komoditas, teknologi dan spesifik lokasi dengan total bantuan sebesar 31 milliar rupiah.

Kedepan pembangunan sektor pertanian akan menjadi program penting pemerintah provinsi Kaltim, sebab pertanian memiliki prospek yang sangat baik kedepannya. “Saya minta kepada para petani yang berkebun karet, kelapa sawit, maupun lada agar tetap optimis karena ini merupakan  kontribusi masyarakat terhadap negara,” ucapnya.

Dikatakannya lebih lanjut bahwa peremajaan perkebunan karet di Kampung Juaq Asa ini merupakan sebuah upaya nyata dalam pembangunan ekonomi kerakyatan, selain memiliki kualitas tanah yang subur untuk bercocok tanam, komoditas karet masih memiliki prospek bagus.

“Apalagi karet prospeknya akan cerah kedepannya, bukan hanya untuk dibikin ban saja, bahkan sekarang karet sudah menjadi campuran aspal untuk kualitas jalan yang paling bagus. Jadi saya harapkan dengan kualitas tanah yang bagus di Kutai Barat dapat dimanfaatkan,” pungkasnya.

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

116 Ekor Sapi, Hasil  Penggemukan Siap Panen

116 Ekor Sapi, Hasil  Penggemukan Siap Panen

(Tiga dari Kiri) Wakil Bupati Kutai Barat, Saat menyaksikan proses penimbangan Sapi. Foto: Remon (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Panen perdana penggemukan Sapi Mitra Kelompok Ternak Maju Jaya bersama Kecamatan Barong Tongkok Kutai Barat, kolaborasi antara PT.Pertamina & PT. Berkah. Salama Jaya bersama koperasi produsen ternak Berkah Salama Jaya Kalimantan Timur dengan target 3 bulan panen. Di kandang penggemukan Sapi Kelompok Tani Sapi BSJ, bertempat di dusun Meriti Barong Tongkok Kutai Barat. Kamis, (06/5).

Peresmian panen perdana ditandai dengan penimbangan Berat Sapi ternak selama 3 bulan, pemerintah sangat mendukung dan memberikan apresiasi dalam membangun sektor peternakan yang merupakan peluang usaha, yang memiliki prospek untuk terus dibudidayakan oleh warga masyrakat mitra kelompok Tani. “Pemerintah terus mendorong peningkatan kesejahteraan warga diantaranya sektor peternakan” ungkap Wakil Bupati Edyanto Arkan pada acara panen perdana penggemukan sapi Mitra Kelompok Ternak Maju Jaya.

Oleh karena itu bagi mitra kelompok ternak di Kutai Barat yang sudah memiliki peternakan seperti; Sapi, hendaknya terus dikembangkan agar populasinya terus bertambah dan teruntuk warga diharapkan dapat menjadi contoh dalam usaha sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan. “Kegiatan panen perdana hari ini, akan menjadi centra penghasil sapi berskala besar dengan kualitas terbaik untuk memenuhi tingginya tingkat kebutuhan daging sapi di Kutai Barat dan Kalimantan Timur umumnya,” pesan Wabup Kutai Barat.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Petrus mengatakan, sangat mendukung upaya mitra kelompok ternak Sapi dengan menyediakan tenaga untuk mengecek kesehatan ternak. “Peternak sapi harus lebih sigap bekerja keras dan mandiri kembangkan fasilitas ternak yang ada.  Kedepan akan menjadi daerah penyuplai daging sapi berskala besar tidak hanya memenuhi kebutuhan masyrakat di wilayah Kalimantan Timur saja tetapi juga di seluruh tanah air,” harap Petrus.

Pola penggemukan sapi, bisa menjadi pekerjaan utama yang sangat menjanjikan, menurut Kelompok Ternak Berkah Salama Jaya Kaltim Suparlan. Melalui program kegiatan budidaya sapi ini masyarakat, terutama kaum muda dapat terinspirasi melakukan hal yang sama. Seperti; pola penggemukan sapi yang dikerjakan ini.  “Perlu diketahui saat ini terdapat 116 ekor sapi bali  yang sudah layak timbang dan siap dipanen, di kandang yang terletak di dusun Mariti Kecamatan Barong Tongkok,” jelasnya.

Target standar timbangan 0,9 kg per ekor, kemudian dalam satu bulan target berat 25 kg per ekor. sehingga dalam waktu 3 bulan menjadi 75 kg per ekor. “Hal ini bisa tercapai  harus konsisten, mulai dari bagaimana proses penggemukan, dengan managemen pemberian pakan sapi; tidak hanya memberikan rumput saja tetapi adanya konsentrat molases berupa campuran dari beberapa bahan pakan,” pungkasnya.

Untuk diketahui Kebupaten Kutai Barat secara keseluruhan ada 17 kelompok ternak Sapi, 5 mitra kelompok yang sudah resmi bergabung dan 12 kelompok yang masih berproses resmi.

 

Penulis: Dhea, Editor: Hermanto

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id