Bupati Kutai Barat FX. Yapan menghadiri Launching Beras Durian Kutai Barat dan tanam padi perdana di kampung Jambuk Makmur Kecamatan Bongan. Foto : Reynaldi (Diskominfo).
KOMINFOKUBAR – JAMBUK MAKMUR. Bupati Kutai Barat menghadiri Launching Beras Durian Kutai Barat dan Tanam Padi Perdana di Kampung Jambuk Makmur Kecamatan Bongan Kabupaten Kutai Barat di Gedung BPU Kampung Jambuk Makmur, Selasa (07/06/2022).
Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan Kutai Barat pada tahun 2021, ketersediaan pangan pada komiditi beras yakni sebanyak 7.794,75 (tujuh ribu tujuh ratus sembilan puluh empat koma tujuh puluh lima) ton, sedangkan kebutuhan yang harus di penuhi sejumlah 12.490,47 (dua belas ribu empat ratus sembilan puluh koma empat puluh tujuh) ton, sehingga kita harus mendatangkan beras dari luar daerah sebanyak 4.695,72 (empat ribu enam ratus sembilan puluh lima koma tujuh puluh dua) ton.
Senada dengan apa yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat serta berdasarkan dari data yang ada, Pemerintah Daerah Kutai Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan pun melakukan berbagai upaya dalam rangka memenuhi serta menjaga ketersediaan pangan paling tidak untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dalam wilayah Kutai Barat.
Salah satu diantaranya adalah melalui pelaksanaan penanaman padi yang dilakukan secara ceremonial pada hari ini, merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Jumlah luas lahan sawah kelompok tani Makmur di Kampung Jambuk Makmur yakni 52 hektar dengan menyediakan bibit sebanyak 1 ton benih.
Selain itu, pada pagi hari ini juga di launching merk beras produksi lokal dengan nama Beras Durian Kutai Barat dengan harapan dapat mendukung upaya kita bersama untuk ketersediaan pangan beras di wilayah Kutai Barat.
Selain itu, dengan adanya merk lokal beras ini dapat meningkatkan kapasitas gabungan kelompok tani (gapoktan), yang kedepannya juga diharapkan agar distribusi beras ini terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan beras dalam wilayah Kutai Barat dengan memanfaatkan BUMK yang ada di tiap kampung bekerjasama dengan toko lokal yang ada untuk pemasaran beras lokal ini.
Bupati Kutai Barat FX.Yapan mengatakan, ”Selaku Kepala Daerah, saya menghimbau kepada masyarakat kita untuk semakin menggiatkan kegiatan kelompok tani di tiap kampungnya, tak segan untuk bertani sebagai salah satu mata pencahariannya, karena saat ini kita harus terpacu untuk memenuhi kebutuhan pangan beras kita secara mandiri dan mengurangi ketergantungan kita untuk membeli dari luar daerah, mengingat Kutai Barat memiliki luas lahan baku sawah total 3.041 (tiga ribu empat puluh satu) hektar, serta terdapat alokasi bantuan pengembangan lahan sawah baik Dana Daerah maupun Negara, yang mana hal ini harus menjadi motivasi bagi kita bersama.
Dan tentu saja, suksesnya ketersediaan dan ketahanan pangan di Kutai Barat harus menjadi tanggung jawab pihak terkait dan kita semua. Kedepannya dalam menyambut IKN harapannya Kutai Barat siap menjadi penyangga ibukota yang mana kita giatkan peningkatan diberbagai sektor salah satunya terkait pangan, kita siapkan wilayah-wilayah strategis pengembangan padi, jagung bahkan pasokan daging dan lain sebagainya.
saya ucapkan terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian selaku Penyelenggara serta Kelompok Tani dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam kelancaran penyelenggaraan kegiatan ini, Kiranya sinergitas kita bersama ini sebagai bentuk upaya kita untuk muwujudkan kemandirian ketahanan pangan di Kutai Barat untuk hari Esok yang Lebih Baik Daripada Hari Ini.
Kedepannya, keberadaan merek beras ini juga akan menghimpun seluruh beras yang dihasilkan dari seluruh wilayah yang ada di Kutai Barat, yang mana di kemasannya akan memiliki kekhasan daerahnya masing-masing dengan tujuan agar dapat mengenalkan wilayah penghasil beras yang ada di Kutai Barat ini, pungkasnya
Penulis : Reynaldi. Editor : Emanuel