Tim percepatan penurunan stunting Kubar bertekad besama dan focus pada tugas dan kewajibannya. Foto : Ester (Diskominfo).
Kominfokubar-Sendawar. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas P2KBP3A kembali melaksanakan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tahun 2023, Kegiatan di buka Bupati Kutai Barat FX. Yapan yang juga sekaligus menjadi Ketua TPPS Kabupaten Kutai Barat, bertempat di gedung Aji Tulur Jejangkat, Senin (20/3/2023).
Dalam sambutannya Ketua TPPS Kabupaten Kutai Barat mengajak semua komponen untuk berkomitmen, bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), bekerja bersama, terencana dan focus, karena penuntasan permasalahan stunting ini merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam menunjang percepatan pembangunan kesehatan di Kabupaten Kutai Barat.
“Saya berharap Rencana Tindak Lanjut dan Rekomendasi yang disepakati bersama, segera dilaksanakan pemberian pelayanan kepada seluruh keluarga sasaran maupun keluarga berisiko stunting sesuai dengan kewenangannya,” harap beliau.
Kepala Dinas P2KBP3A Dr.Sukwanto menjelaskan kegiatan ini merupakan upaya kerja sama untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kutai Barat serta mengevaluasi kerja Tim TPPS, terus bersinergi dan berkolaborasi untuk melaksanakan percepatan penuntasan stunting di Kabupaten Kutai Barat.
Kepala Perwakilan BKKBN Prov.Kaltim Kapper dalam penyampaiannya mengatakan yang menjadi salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.
Kapper menegaskan melalui rakor ini diharapkan pelayanan dan pencegahan stunting dapat dilaksanakan secara berkualitas, memadai serta menyentuh langsung kelompok sasaran yaitu, remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anak umur 0-59 bulan. Ditekankan TPPS harus mampu menekan stunting secara efektif, konvergen serta terintegrasi dengan melibatkan lintas sektoral ditingkat Kabupaten, Kecamatan maupun Desa.
“Saya sudah mengalokasikan dana untuk Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) tahun 2023 untuk Kutai Barat sebesar Rp. 4.363.338.000,- ini angka yang besar, jadi saya berharap dana dapat di pergunakan semaksimal mungkin dan tepat sasaran sehingga angka stanting di Kutai Barat dapat menurun.” Tandas Kapper.
Stunting merupakan salah satu target Rencana Pembangunan Jenjang Menengah Nasional (RPJMN) yang harus dilaksanakan, sehingga pada tahun 2024 prevalensi Stunting mencapai target 14 % secara nasional.
“Mari bekerja sama untuk terwujudnya masyarakat Kutai Barat yang sejahtera dan bermartabat secara ekonomi, kesehatan dan pendidikan” kata Kapper menutup arahannya.
Penulis : Ester. Editor : E. Akin










