(Kanan) Bupati menyerahkan cinderamata kepada Anggota Komisi V DPR-RI. Foto: Andreas (Diskominfo)
KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Audiensi Anggota komisi V DPR-RI periode 2019-2024 dengan Pemerintah Kutai Barat dalam rangka kunjungan kerja dimasa reses Masa Sidang IV Tahun sidang 2019-2020 dengan agenda koordinasi program pembangunan Kabupaten Kutai Barat kedepan sebagai salah satu daerah penyangga IKN baru. berlangsung di Ruang Diklat Setdakab Kutai Barat. Kamis 23 Juli 2020.
Bupati Kutai Barat FX Yapan saat memimpin rapat mengucapkan, terima kasih dan apresiasi atas kunjungan kerja Anggota Komisi V DPR-RI DR.H. Irwan untuk yang pertama kalinya di Kutai Barat, semoga dengan kedatangan beliau ini bisa mendatangkan berkat bagi seluruh masyarakat Kutai Barat terutama dibidang Infrastruktur dan perhubungan.
Diharapkan suara dari rakyat Kutai Barat ini bisa disampaikan kepemerintah Pusat yakni perbaikan jalan trans Kalimantan, selain dipergunakan untuk jalur transportasi masyarakat namun juga angkutan komoditi 5 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Kutai Barat, dalam satu bulan antara 1000-2000 ton apabila menggunakan Dumptruck dengan kapasitas 10 ton, maka dalam 1 hari ada 100 mobil perpks dalam sehari dan total 5 pks menjadi 500 unit Dumptruck yang melewati jalur umum jalan Transkalimantan, sehingga sangat memungkinkan terjadi kerusakan pada badan jalan akibat beban tersebut.
“Selama ini hanya aktivitas pertambangan dan migas ada undang-undangnya dan boleh berkontribusi untuk kabupaten/kota. Namun kelapa sawit belum jelas, sementara sumbangsihnya terhadap kerusakan jalan sangat besar. Melalui forum ini perwakilan rakyat dapat merumuskan dengan teman-teman dipusat, agar PKS ini bisa memberikan kompensasi-kompensi paling tidak untuk perbaikan jalan,”harapnya.
Sementara pembangunan kelistrikan di Kutai Barat ada 72 kampung yang masih belum teraliri listrik, pemerintah Kutai Barat sudah melakukan pendekatan dengan PLN provinsi maupun dirut PLN di Jakarta namun dialokasikan penambahan Kampung untuk dialiri listrik hanya 5 Kampung pertahun yang artinya bisa sampai 10 tahun kedepan baru terpenuhi listrik,” jelasnya.
“Terkait area blankspot di Kutai Barat perbatatasan dengan Kalteng, Randa Empas dan Tuku yang dilewati jalan negara belum terjangkau Sinyal jaringan seluler, sementara hanya diberikan alokasi BTS pertahun 1 BTS sudah diusulkan namun masih sulit didapatkan. Semoga dengan kedatangan Anggota Komisi V DPR-RI periode 2019-2024 H. Irwan, apa yang diaspirasikan masyarakat Kutai Barat bisa benar-benar sampai dan terprogram di pemerintah Pusat,” pungkasnya.
Semenatara menurut Anggota komisi V DPR-RI periode 2019-2024 DR. H. Irwan mengatakan, terpilihnya Kutai Barat sebagai tempat kunjungan pertama dimasa reses tentunya, karena pertimbangan yang terstrutur dan menjadi salah satu perhatian karena akses jalan Kutai Barat yang menghubungkan antara Kalteng dan Kabupaten Mahakam Ulu.
“Sudah saatnya pembangunan yang berorientasi diperkotaan bergeser kepembangunan didaerah dan pedesaan agar terjadi pemerataan pembanungn terutama di Kabupaten Kutai Barat dan Mahulu,” jelasnya.
“Tadi sudah dijelaskan masalah yang terkait dengan jalan, listrik dan pembangunan BTS di beberapa wilayah blangspot hal itu semua adalah kebutuhan dasar masyarakat yang akan menjadi prioritas dalam rapat dewan nantinya setelah perjalananan kerja ini. Mengenai jalan Negara sudah banyak dibahas dalam rapat dewan hanya saja karena Covid-19, sehingga ada beberapa alokasi dana yang dikurangi untuk alihkan untuk penanganan Covid-19, sehingga banyak kegiatan yang tertunda namun saya masih optimis bahwa 2021 semua kegiatan akan berjalan lancer seperti sedia kala,”hrapanya.
Penulis : Andreas, Editor: Hermanto Y.