Status Masa Tanggap Darurat Bencana Covid-19 Di Kutai Barat Diperpanjang.

Status Masa Tanggap Darurat Bencana Covid-19 Di Kutai Barat Diperpanjang.

(Dua dari kiri) Pj Sekdakab Kutai Barat, saat pimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Kutai Barat. Foto : Welin (Diskominfo)

KOMINFOKUBAR-ENDAWAR, Pemerintah Daerah Kabupataen Kutai Barat (Kutai Barat) memperpanjang masa tanggap darurat bencana wabah Corona virus Disease atau (Covid-19). Keputusan ini diambil dalam rapat evaluasi dan perpanjangan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, melalui rapat yang dipimpin Pj. Sekretaris Daerah Kutai Barat di dampingi Asisten II Kutai Barat, Kepala BPBD Kutai Barat, dan Ketua Pengadilan Negri Kutai Barat di ruang Diklat lantai III Setdakab Kutai Barat. Senin 20 Juli 2020

Hasil rapat Evaluasi disepakati bersama, bahwa masa tanggap darurat bencana wabah Covid-19 diperpanjang sampai dengan bulan Agustus tanggal 21 Tahun 2020 sesuai dengan Keputusan Presiden tentang penetapan berakhirnya status Nasional Covid-19.

Dalam Surat edaran Gugus Tugas Nasional, pengelolaan sumberdaya bagi percepatan penanganan Covid-19, diselengarakan sesuai dengan undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang Penangulangan Bencana dan selanjutnya percepatan penanganan Covid-19 dalam keadaan darurat bencana non alam yang dilakanakan dengan  keputusan Presiden Nomor 12 tahun 2020 tentang Penetapan Status Bencana Nonalam Covid-19 sebagai Bencana Nasional.

Dengan ditetapkannya keputusan Presiden Nomor 12 tahun 2020 tentang penetapan Status Bencana Nasional Covid-19 Sebagai Bencana Nasional maka Kepala Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB), Gubernur, Bupati, dan Walikota tidak perlu lagi menetapkan status keadaan darurat bencana Covid-19 yang kemudian status keadaan darurat bencana dan darurat bencana non alam akan berakhir pada saat ditetapkannya Keputusan Presiden tentang penetapan berakhirnya status bencana Nasional Covid-19 sebagai bencana Nasional.

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat H Achmad Sofyan mengatakan, keputusan memperpanjang status tanggap darurat di Kutai Barat juga berdasarkan data perkembangan dan penanganan kasus Covid-19 yang hingga saat ini masih berlangsung.

“Dalam beberapa hari ini berdasarkan hasil Swab ada penambahan kasus Positif Covid-19, namun kami berharap tidak ada lagi penambahan  kasus positif. Dan selama tanggap darurat Pemerintah Daerah juga selalu menghimbau dan menekankan kepada seluruh elemen masyarakat, untuk terus mentaati protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh Pemerintah, dan selama masa tanggap darurat ini tidak hanya dari aspek kesehatan semata yang menjadi perhatian, tetapi juga aspek sosial dan ekonomi masyarakat di Kutai Barat,” pungkasnya.

Penulis: Welin, Editor: Hermanto Y.

Meminimalisir Penularan Covid 19, Samsat Kutai Barat Gelar Rapid Test Bagi Para Petugasnya.

Meminimalisir Penularan Covid 19, Samsat Kutai Barat Gelar Rapid Test Bagi Para Petugasnya.

Suasana kegiatan Rapid Test di Samsat Kutai Barat. Foto : Lilis (Diskominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Upaya pencegahan penularan Corona Virus Diseace (Covid 19), Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Kutai Barat, menggelar Rapid Test Covid 19 bagi para petugasnya. Berlangsung diruang rapat lantai III Kantor Samsat, Senin (20/07/2020).

Bupati Kutai Barat melalui Sekretaris Daerah H.Achmad Sofyan, meminta agar melalui kegiatan ini diharapkan dapat memacu semangat selaku petugas untuk melayani masyarakat dengan maksimal, dengan standar dan tetap menjaga kesehatan. “Moment ini sangat penting dan menjadi prioritas utama untuk kelangsungan kesehatan bersama,”ungkapnya dimimbar yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Bapenda Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dan Polres Kutai Barat.

“Samsat tetap tegas untuk melaksanakan protokal kesehatan. Yakni wajib memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta selalu menghindari kerumunan, ” harapnya.

Sekdakab Kutai Barat mengajak agar saling menjaga jarak dengan teman dan tetap terus waspada serta tertib demi kelangsungan hidup bersama. “Saya ucapkan terimakasih, atas dukungan penuh demi kesehatan kita semua. Semoga hari esok Kutai Barat lebih baik dari pada hari ini,” tutupnya dalam sambutan.

Kemudian disampaikan oleh Kepala UPTD PPRD Wilayah Kutai Barat Samsat H. Ahmad Sarkawi mengatakan, bahwa kegiatan rapid test ini merupakan upaya pencegahan terjadinya penularan virus corona yang hingga sampai  saat ini masih meningkat kasusnya.

“Hari ini seluruh petugas Samsat berjumlah 52 petugas akan melakukan rapid test bekerjasama dengan Tim Gugus Tugas (TGT) Kendali Covid 19,” ucapnya saat memberikan laporan.

Dan dijelaskannya sejak tanggal 2 juni 2020 yang sudah berinteraksi dengan masyarakat kurang lebih sebanyak 9.195 orang. Yakni Samsat Melak, Bongan, Muara Tae, Barong Tongkok, Tering dan Samsat Mahakam Ulu (Mahulu) Serta Samsat Jelajah dan Samsat Desa di Srimulyo.

“Tujuan kita mengharapkan petugas Samsat atau UPTD dapat melayani dengan maksimal. Dan semoga hasil rapid test hari ini semuanya dinyatakan negative,” harapnya.

Dan perlu diketahui untuk pelayanan Samsat diharapkan wajib pajak memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Kemudian bagi masyarakat yang membawa anak kecil diperkenankan agar menunggu diluar Kantor Samsat.

Penulis : Lilis Sari, Editor : Hermanto Y.

Dua Warga Hasil Pemeriksaan PCRnya, Dinyatakan Sembuh Dan Terkonfirmasi Positif Covid-19.

Dua Warga Hasil Pemeriksaan PCRnya, Dinyatakan Sembuh Dan Terkonfirmasi Positif Covid-19.

Asisten I Setdakab Kutai Barat saat konferensi pers di media center penanganan Covid-19 Kutai Barat. Foto: Donni (Diskominfo).

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) Satu orang terkonfirmasi positif covid-19, KBR 39 laki-laki usia 27 tahun dan Satu orang Pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh  yakni KBR 30, laki-laki usia 39 tahun. Hingga hari ini Sabtu (18/7) akumulasi kasus pasien terkonfirmasi covid-19 di Kutai Barat sebanyak 39 orang, pasien dinyatakan sembuh 30 orang.

Pasien dalam perawatan masih 9 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 12 orang, Orang dalam pemantauan (ODP) 239 orang, Orang tanpa gejala (OTG) 405 orang, selesai pemantauan 234 orang, proses pemantauan 5 orang, dan pelaku perjalanan mencapai  22.027 orang.

Hal tersebut diungkapkan Asisten I Setdakab Kutai Barat Misran Effendi  di media Center Covid-19 Kutai Barat, didampingi Kadiskes Kutai Barat, Direktur RSUD HIS Kutai Barat, Kadishub Kutai Barat dan Kabag Humas Setdakab Kutai Barat. Sabtu, 18 Juli 2020 Sore.

Lebih lanjut Asisten I Setdakab Kutai Barat  mengatakan,  hari ini ada penambahan kasus terkonfirmasi positif dan adapula pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. “Bagi warga Kutai Barat yang memiliki riwayat kontak erat dengan KBR 33 dari kecamatan Tering agar segera melakukan pemeriksaan agar tidak meluas,” tegasnya.

“Wabah Covid-19 belum usai, maka masyarakat diminta bekerjasama untuk memutus rantai penyembaran wabah Covid-19 ini, dengan tetap meningkatkan kewaspadaan, selalu mengutamakan protokol kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari,” harapnya

“Data kunjungan dari posko PKM Kampung Jambuk Kecamatan Bongan dan PKM Dilang Puti Jumat, (17/7) tercatat mencapai 853 orang KTP Kutai Barat 273 orang, KTP Luar Kutai Barat 580 orang, dan kendaraan masuk 450 unit pelaku perjalanan 306 orang. Data PKM Penyinggahan pelaku perjalanan 23 orang,” pungkas Asisten I Setdakab Kutai Barat menambahkan.

Penulis: Donni, Editor : Hermanto Y.

Tim Gugus Tugas Kembali Umumkan 3 Orang Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19.

Tim Gugus Tugas Kembali Umumkan 3 Orang Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19.

Asisten II Setdakab Kutai Barat saat konferensi pers di media center penanganan Covid-19 Kutai Barat. Foto: Pipin (Diskominfo).

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Ada penambahan kasus warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) pada hari ini Jumat (17/07) seorang transmisi lokal dan dua orang lagi karena melakukan perjalanan keluar Kalimantan Timur,  yakni KBR 36, Perempuan usia 49 tahun, KBR 38, Perempuan  usia 31 tahun, dan KBR 37, laki-laki usia 50 tahun.

Sehingga akumulasi kasus pasien terkonfirmasi covid-19 di Kutai Barat menjadi 38 orang, pasien dinyatakan sembuh 29 orang dan pasien dalam perawatan menjadi 9 orang,” terangnya, didampingi Kadiskes Kutai Barat, Direktur RSUD HIS Kutai Barat, perwakilan Polres Kutai Barat, Kodim 0912/KBR, dan BPBD Kutai Barat di media Center Covid-19 Kutai Barat. Jumat, 17 Juli 2020 Sore.

Lebih lanjut Asisten II Setdakab Kutai Barat Ayonius mengatakan, pasien dalam pengawasan (PDP) 12, orang dalam pemantauan (ODP) 239 orang, orang tanpa gejala (OTG) 339 orang, selesai pemantauan 230 orang, proses pemantauan 9 orang, dan pelaku perjalanan sebanyak  21.682 orang.

“Sekali lagi dengan penambahan kasus positif, masyarakat diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan tetap terapkan protokol kesehatan agar tidak terpapar Covid-19 ini,” tegasnya

Asisten II Setdakab Kutai Barat menambahkan, data kunjungan dari posko PKM Kampung Jambuk Kecamatan Bongan dan PKM Dilang Puti Kamis, (16/7) tercatat mencapai 840 orang KTP Kutai Barat 357 orang, KTP Luar Kutai Barat 560 orang, dan kendaraan masuk 414 unit pelaku perjalanan 306 orang. Data PKM Penyinggahan pelaku perjalanan 54 orang.

Penulis: Pipin, Editor : Hermanto Y.

Gelar Operasi Patuh Mahakam 2020, Mulai 23 Juli 2020 Mendatang.

Gelar Operasi Patuh Mahakam 2020, Mulai 23 Juli 2020 Mendatang.

Anggota Polres Kutai Barat, saat sosialisasi di RRI Sendawar. Foto: Dok Humas Polres.

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Menyambut perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 Masehi, Kepolisian Resor Kutai Barat akan laksanakan Operasi Patuh Mahakam 2020 selama 14 hari. Dimulai pada 23 Juli – 5 Agustus 2020. Pelaksanaan Oprasi Patuh ini berbeda dengan tahun lalu, sesuai arahan Korlantas Polri pada vicon (Video Conference) selasa (14/07) bahwa pelaksanaannya nanti hanya menerapkan tindakan preventif berupa sosialisasi dan pencegahan.

Kepala Polres Kutai Barat AKBP Roy Satya Putra menjelaskan bahwa Polres Kutai Barat juga akan melaksanakan  pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam 2020 ini, karena Operasi Patuh ini adalah Operasi yang terpusat dan seluruh jajaran Kepolisian khususnya Satuan Lalu Lintas melaksanakannya.

“Sebelum pelaksanaan Operasi ini Satlantas Polres Kutai Barat akan mengumumkan  melalui media sosial maupun media elektronik seperti radio, sehingga masyarakat pun akan mengetahui dimana lokasi yang akan digunakan saat kegiatan Operasi Patuh Mahakam 2020 dilaksanakan,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Kanit Regident Satlantas Polres Kutai Barat Iptu Bagus Agung Subahendro bahwa dimasa pandemi covid-19 saat ini, perayaan Idul Adha 1441 M tahun ini akan melakukan pengamanan dimasjid-masjid yang melaksanakan sholat Idul Adha.

“Saya himbau kepada seluruh masyarakat agar pada saat berangkat sholat Idul Adha yakni saat berkendara agar selalu membawa kelengkapan kendaraannya dan selalu menerapkan protokol kesehatan covid 19,” pesannya.

Kemudian ia menjelaskan, Operasi Patuh Mahakam ini adalah bentuk operasi kemanusian untuk keselamatan, humanis dan simpatik serta meningkatkan disiplinkan berlalu lintas bagi masyarakat Kabupaten Kutai Barat maupun Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

“Kami tekankan agar masyarakat selalu menjaga kesehatan diri serta mewaspadai terpaparnya virus covid-19, selalu taat pada protokol kesehatan dan mematuhi peraturan pemerintah dalam memasuki era Tatanan Baru (New Normal), dan selalu tertib berlalu lintas dengan melengkapi komponen kendaraan dan kelengkapan surat-surat kendaraan,”Pungkas.

 

Penulis: Lilis Sari, Editor: Hermanto Y.

Transmisi Lokal 3 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19.

Transmisi Lokal 3 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19.

Asisten II Setdakab Kutai Barat, saat konferensi pers di media center penanganan Covid-19 Kutai Barat. Foto: Yunus (Diskominfo).

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Keterangan pers Asisten II Setdakab Kutai Barat, hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR), ada penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 transmisi lokal. KBR 33, Perempuan usia 18 tahun, KBR 34, Perempuan  usia 31 tahun, dan KBR 35, laki-laki usia 55 tahun. Sehingga Akumulasi kasus pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kutai Barat sebanyak 35 orang, pasien dinyatakan sembuh 29 orang dan pasien dalam perawatan menjadi 6 orang.

Pasien dalam pengawasan (PDP) 12, orang dalam pemantauan (ODP) 239 orang, orang tanpa gejala (OTG) 339 orang, selesai pemantauan 230 orang, proses pemantauan 9 orang, dan pelaku perjalanan sebanyak  21.367 orang.

Asisten II Setdakab Kutai Barat Ayonius mengatakan,  “adanya penambahan kasus positif pada hari ini, masyarakat diharapkan dapat tingkatkan kesedaran dan kewaspadaan agar terhidar dari penularan Covid-19 ini,” tegasnya, didampingi Kadiskes Kutai Barat, Kadishub Kutai Barat, perwakilan Polres Kutai Barat, Kodim 0912/KBR, RUD HIS, dan BPBD di media Center Covid-19 Kutai Barat. Kamis, 16 Juli 2020 Sore.

Lebih lanjut Asisten II Setdakab Kutai Barat, data kunjungan dari posko PKM Kampung Jambuk Kecamatan Bongan dan PKM Dilang Puti Rabu, (15/7) tercatat mencapai 875 orang KTP Kutai Barat 300 orang, KTP Luar Kutai Barat 575 orang, dan kendaraan masuk 432 unit pelaku perjalanan 325 orang. Data PKM Penyinggahan pelaku perjalanan 53 orang.

Penulis: Donni, Editor : Hermanto Y.

Dongkrak PAD Dengan Bangun Kerjasama.

Dongkrak PAD Dengan Bangun Kerjasama.

(Tenggah) Pj Sekdakab Kutai Barat, saat pimpin rapat fasilitasi. Foto : Dhea (Diskominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kutai Barat bersama pihak PT Long Iram Indah selaku penyedia bahan bakar minyak (BBM) laksanakan rapat fasilitasi kerjasama pemanfaatan storage BBM di kampung Jelemuq, dipimpin oleh Pj Sekretaris Daerah Kutai Barat, didampingi Asisten II Setdakab Kutai Barat,  Direktur PT Long Iram Indah dan masing-masing perwakilan Prangkat Daerah. Kamis 16 Juli 2020.

Pj Sekretaris Daerah Kutai Barat H. Achmad Sofyan mengatakan, pemerintah daerah sangat menyambut baik dan mendukung niat baik PT. Long Iram Indah ini, untuk dapat memanfaatkannya, dengan harapan persentasi ini dapat memberikan pilihan kepada pemerintah daerah, bagaimana sistem kerjasamanya yang saling menguntungkan bagi kedua pihak.

“Sisi lain kerjasama penggunaan storage BBM dapat sebagai peluang yang memberikan manfaat untuk pendapatan daerah, dengan harapan tidak hanya sebatas kerjasamanya namun dapat memberikan kesempatan kerja kepada dunia usaha. Persyaratan untuk bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga tentu diperlukan persyaratan perijinan, apalagi berkaitan dengan bahan bakar minyak tentu saja banyak yang harus dipenuhi dan harus dimiliki dokumen-dokumen agar tidak menyalahi ketentuan,” harapnya.

Bidang Aset Daerah Dani, menyampaikan, “terkait dengan pemanfaatan barang milik daerah aturan dan regulasi penggunaan ini sangat memungkinkan, diatur dan dibuatkan kerjasama dengan pihak lain karena memang diperlukan untuk memberikan kesempatan bekerjasama dengan pihak lain.

Dalam menggunakan barang milik daerah yang tujuannya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, pertama yang sangat penting dipenuhi ialah legalitas, berdasarkan catatan di Bidang Aset bahwa surat keputusan barang milik daerah berupa pelabuhan beserta asetnya menjadi kewenangan Dinas Perhubungan. Berdasarkan berita acara hibah oleh pemilik awal yaitu PT.KEM kepada Pemerintah Kutai Barat pada tahun 2008 ditandai dengan surat serah terima.

“Secara legalitas aset ini milik pemerintah Kutai Barat. Terkait dengan investasi dengan besaran nilai yang ditetapkan tergantung hasil dari keputusan akhir forum ini. Untuk persyaratan pengguna bersama, Bidang Ekonomi Daerah yang menyiapkan hal-hal yang wajib dipenuhi sebelum kita berkontrak salah satunya dari Dinas Perhubungan untuk ijin operasionalnya, dan dari Bidang Aset Daerah untuk mencatat administrasi penggunaan sebagai laporan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.” Jelasnya.

Sementara menurut Direktur PT Long Iram Indah H. Abdul Rahman Agus, “melalui forum ini kami menyampaikan kepada pemerintah daerah, bahwa maksud dan tujuannya adalah untuk usaha menyuplai dan penjualan BBM Industri untuk Kutai Barat dan Mahulu. Dimana storage BBM di Jelemuq sebagai tempat penampungan BBM PT Long Iram Indah. Kemudian kami juga ingin memiliki ijin dari pemerintah daerah untuk dapat bekerjasama dan membuka lahan ini untuk kami,” harapnya.

Penulis : Dhea, Editor: Hermanto Y

 

Tingkatkan Silahturahmi Melalui Komunikasi Sosial.

Tingkatkan Silahturahmi Melalui Komunikasi Sosial.

Komandan Kodim 0912/KBR, saat menyerahkan bingkisan kegiatan komsos. Foto : DOK Kodim 0912/KBR

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan, Kodim 1912/KBR menggelar Komunikasi Sosial (Komsos), diikuti seluruh keluarga besar TNI Wilayah Kodim 0912/KBR bersama Komponen Masyarakat. Melalui komunikasi sosial ini, diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan silahturahmi sehingga visi misi bersama tegaknya NKRI bisa terwujud dan terjaga. Berlangsung di Aula Piere Tendean Makodim 0912/KBR, Kecamatan Barong Tongkok. Kamis, 16 Juli 2020.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai salah satu metode pembinaan teritorial, dengan materi menangkal radikalisme, kebijakan kasad, dan wawasan kebangsaan (Wasbang) yang disampaikan oleh Kapten Inf Rahman Sahanung,  Kapten Arm Sutrisno dan Kaptem Inf Rokim serta penyampaian terkait penanganan Covid 19, yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan.

Dengan mengusung tema “Aksi Nyata Bela Negara Keluarga Besar TNI di Era Kekinian”. Komandan Kodim (Dandim) 0912/KBR, Letkol Inf Anang Sofyan Effendy menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan hubungan sinergritas antara prajurit TNI dengan Komponen Masyarakat agar bisa tercipta, terjalin dan terwujud hubungan yang erat dan harmonis.

Disamping itu kegiatan ini juga sebagai wahana bertukar pikiran, berbagi pengalaman serta pengetahuan untuk membangun Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu semakin baik kedepannya. “Saya berpesan kepada seluruh masyarakat agar dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman wawasan kebangsaan yang luas,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dandim 0912/KBR menekankan, terkait penegakan disiplin masyarakat, upaya memutus rantai Corona Virus Diseace (Covid-19). Dengan tantanan hidup yang baru (New Normal), setiap warga harus selalu menjaga diri dan ikuti protokol kesehatan untuk mewaspadai penyebaran Covid-19,  mulai dari pribadi dan dilingkungan keluarga.

“Mari bersama-sama sukseskan apa yang sudah jadi intruksi dari Pemerintah. Dengan menyesuaikan kembali aktivitas sehari-hari. Dengan tetap terapkan selalu pakai Masker, mencuci tangan pakai sabun, dan selalu menjaga jarak,” ucapnya.

Letkol Inf Anang Sofyan Effendy menambahkan dengan kondisi tanggap darurat maka harus dihadapi dan dijalani sikap yang sabar dan tawakal, tulus, dan iklas. Tegakkan ketertiban, kedisiplinan, dan yang lebih penting kesadaran diri masing-masing untuk  menjaga diri.

“Atas nama besar Kodim 0912/KBR mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat atas dukungan dan kerjasama sehingga dapat menciptakan suasana aman kondusif tertib dan damai di Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu (Mahulu),” pungkasnya.

Penulis: Lilis Sari, Editor: Hermanto Y.

14 Orang Peserta Praktek, Mengolah Bahan Pangan Lokal.

14 Orang Peserta Praktek, Mengolah Bahan Pangan Lokal.

Peserta Praktek mengolah mie berbahan pangan lokal dari ubi-ubian. Foto : Donni (Diskominfo).

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Sebanyak 14 peserta yang merupakan kelompok wanita Tani One Bura secara antusias mengikuti praktik memasak bahan pangan lokal. Praktik tersebut langsung dipandu oleh Dinas Ketahanan Pangan Kutai Barat. memanfaatkan bahan lokal seperti; Ubi Jalar, Singkong dan Pisang, yang diolah menjadi tiga sajian makanan berupa mie, lumpia dan onde-onde isi Ubi. berlangsung di Kantor Petinggi Kampung Sentalar, Kecamatan Nyuatan. Selasa 14 juli 2020.

Melihat antusiasnya para peserta mengikuti praktik tersebut Kepala Bidang Konsumsi Dan Keamanan Pangan, Rina Giptalina mengungkapkan, masyarakat bisa tahu penggunaan pangan lokal bisa jadi olahan berbagai jenis makanan sehat dan enak. Disamping itu mutu dan gizinya terjaga karena diolah sendiri. Selain itu juga melalui praktik, peserta diajak untuk berkreasi. Tidak hanya sebatas menggunakan bahan baku ubi jalar. Tetapi bisa seperti singkong,  buah pisang, dan sebagainya.

“Kami harapkan mereka bisa mengembangkan kreativitasnya dengan bahan baku lokal yang diolah secara mandiri. Dan kami juga membuka kesempatan, apabila mereka ingin belajar membuat olahan pangan dengan bahan baku yang tersedia,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, peserta dapat menyediakan mutu dan kecukupan gizi untuk keluarganya. Terutama untuk kebutuhan anak-anak yang suka jajanan, dapat disiasati dengan olahan pangan lokal bergizi dan terhindar dari bahan pengawat.

“Anak-anak biasanya sering suka makan mie, supaya tidak makan mie instan, kita bisa membuat sendiri dan tentunya lebih sehat. Olahan tadi bisa dikombinasikan dengan sayur, apalagi ada anak yang tidak suka makan sayur. Akhirnya mau makan karena sudah dicampur dalam bentuk mie. Seperti sari sayuran kangkung, bayam, sawi bahkan sari buah naga sehingga tampilannya lebih menarik dan menggugah selera,”terangnya.

Lebih lanjut Rina Giptalina menjelaskan, Kegiatan praktik para peserta dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing kelompok secara langsung mengolah bahan sampai jadi sesuai dengan arahan narasumber. Dan semua bahan yang digunakan merupakan bahan yang mudah didapatkan. Terutama ubi jalar yang dicampur dengan tepung terigu dan tepung singkong bisa diolah menjadi mie. jenis olahan lumpia dan onde-onde dapat diisi dengan isian ubi jalar, karena cara mengolahnya juga sangat mudah.

Menurut para peserta, anak-anaknya rata-rata gemar mengkonsumsi mie instan bisa dialihkan dengan mie berbahan dasar ubi jalar, yang aman dan bergizi baik. “Ini sangat bermanfaat bagi kami. Terutama bagi saya sendiri. Anak saya yang suka makan mie instan. Dengan adanya cara pengolahan mie berbahan ubi jalar ini, bisa dibuat sendiri, bukan sekedar enak namun tetap bergizi,” ungkap Maria salah satu peserta.

Menurut Norsi staf Dinas Ketahanan Pangan Kutai Barat yang sekaligus memandu praktik. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat cara pengolahan. Terutama penggunan tepung mocaf ketika dipadukan dengan tepung lainnya.

“Adonan yang dihasilkan tidak gampang pecah bahkan menghasilkan kue yang lembut. Terlebih lagi mereka juga telah menerima mesin giling Tepung. Sehingga mereka bisa memproduksi tepung mocaf atau bahan pangan lainnya sendiri,” pungkasnya.

Penulis : Danni, Editor: Hermanto Y

Bantuan Mesin Giling, Wujud Dukungan Karagaman Olahan Pangan Lokal.

Bantuan Mesin Giling, Wujud Dukungan Karagaman Olahan Pangan Lokal.

Kepala Seksi Konsumsi Pangan, Praktek menggunakan mesin Giling Tepung. Foto: Donni (Diskominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR. Dinas Ketahanan Pangan Kutai Barat melalui Bidang Konsumsi Dan Keamanan Pangan, menyerahkan satu unit mesin giling Tepung kepada kelompok Wanita Tani (TWK) One Bura (Pasir Putih). Berlangsung di kantor petinggi Sentalar, Kecamatan Nyuatan. Selasa, 14 Juli 2020

Penyerahan tersebut  diserahkan Kepala Bidang Keamanan Dan Konsumsi Pangan, diterima oleh ketua TWK One Bura, disaksikan oleh Petinggi Kampung Sentalar, ditandai dengan menghidupkan mesin Giling tepung bertenaga diesel dan alat sebagai kelengkapannya siap dipergunakan.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Rina Giptalina menuturkan Kampung Sentalar menerima satu unit mesin, yang  merupakan salah satu sasaran lokus stunting. Maka  melalui Dinas Ketapang Kutai Barat memberi dukungan kepada masyarakat Sentalar untuk menganekaragaman olahan pangan yang berasal dari hasil pertanian masyarakat. Sehingga kebutuhan gizi bagi anak- anak bisa tercukupi.

“Kita memberikan bantuan ini, karena kampung Sentalar adalah salah satu sasaran lokus stunting. Supaya kita mendukung masyarakat dapat menganekaragamkan pangannya lewat pangan lokal yang ada. Sehingga dalam pengolahannya ada keanekaragaman pangan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi, khususnya anak- anak,” tuturnya.

Lebih lanjut dirinya juga menambahkan, dengan adanya mesin tersebut memungkinkan TWK One Bura dan masyarakat berkreativitas dalam pengolahan berbagai jenis pangan. Yang nantinya diharapkan tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga saja, namun dapat menjadi produk lokal yang bisa meningkatkan pendapatan dan perekonomian keluarga.

“Melalui bantuan ini, diharapkan tidak hanya bagi kecukupan keluarga saja, akan tetapi ada nilai fungsi industri, yang dapat meningkat pendapatan kelompok tani dan rumah tangga bahkan bisa dijual secar luas, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan,”ungkapnya.

Petinggi Kampung Sentalar Bertha menyampaikan, terima kasih atas penyerahan mesin itu. sebagai bentuk perhatian kepada warganya. Adanya mesin itu juga masyarakat menjadi antusias untuk mengolah hasil kebunnya untuk dijadikan bahan olahan pangan yang bernilai, baik bagi kesehatan maupun bernilai ekonomi, seperti singkong, ubi rambat, dan pisang.

“Masyarakat kapan saja bisa menggunakan sarana tersebut dan kami juga sudah membentuk pengelolanya. Ada ketua, sekretaris, dan bendahara meskipun alakadarnya. Sehingga nanti siapa saja dapat menggunakan, hanya mungkin akan dikenakan kontribusi untuk bahan bakar serta pemeliharaannya,”ucapnya.

Sementara ketua TWK One Bura Yanti, dirinya merasa senang atas bantuan mesin itu dan jadi termotivasi  untuk membuat berbagai olahan pangan seperti kerupuk, jajanan dan lainnya. “ Nanti kami berencana akan mengajak para ibu-ibu akan mencoba praktek dan bisa memanfaatkan alat tersebut, supaya apabila ada acara tidak perlu lagi membeli  melainkan membuat sajian secara mandiri,” harapnya.

Sementara kepala Seksi Konsumsi Pangan, Rusdianto menjelaskan mesin penepung terdiri dari 2 komponen yaitu Mesin Disk Mill,  untuk menggiling bahan baku menjadi tepung dan yang kedua mesin diesel sebagai penggerak yang terhubung dengan panbel.

Lebih lanjut diterangkan spesifikasi mesin  itu bertenaga 8,9 HP dengan bobot mencapai 75 kg lebih. Dan  nantinya mesin itu menjadi aset kampung. Sehingga operasional sampai pemeliharaan menjadi tanggung jawab penuh kelompok pengelola dan kampung. Sedangkan dinas Ketapang hanya mengawasi penggunaan.

Penulis: Donni, Editor: Hermanto Y

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id