Satus Darurat Bencana Non Alam Wabah Covid-19, Diperpanjang hingga 20 Juni 2020 Mendatang.

Satus Darurat Bencana Non Alam Wabah Covid-19, Diperpanjang hingga 20 Juni 2020 Mendatang.

Suasana didapur umum Dinsos di posko jambuk Kecamatan Bongan. Foto: Tagana Kutai Barat.

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Penetapan darurat bencana non alam wabah covid-19 di Wilayah Kabupaten Kutai Barat diperpanjang hingga 21 hari kedepan. Atau berlaku terhitung sejak tanggal 30 Mei 2020 sampai dengan 20 Juni 2020 mendatang.

Hal tersebut tertuang dalam keputusan Bupati Kutai Barat Nomor 360/K.530/2020 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Penangganan Covid-19 dan Nomor 800.05.440/K.562/2020 tentang pembentukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kutai Barat.

Kepala Dinas Sosial Kutai Barat Ampeng menegaskan, bahwa dalam menindak lanjuti keputusan Bupati tersebut, Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) masih tetap berada diposko Jambuk Kecamatan Bongan.  “Tim piket setiap 3 hari akan berganti untuk tugas di Posko Bongan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kadinsos jelaskan, untuk keberadaan dapur umum masih ditempatkan di posko Jambuk dalam rangka memaksimalkan dan membantu tenaga Tim Gugus Tugas COVID-19 yang bekerja setiap hari sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona di Kabupaten Kutai Barat ini. “Saya sangat mengapresiasi tim relawan, semoga selalu sehat dan tetap semangat menjalankan tugas sosial ini.”harapnya.

Penulis:  Lilis,  Editor: Hermanto Y.

Masa Berakhir 24 Maret – 29 Juni 2020 Mendapatkan Dispensasi Perpanjangan SIM.

Masa Berakhir 24 Maret – 29 Juni 2020 Mendapatkan Dispensasi Perpanjangan SIM.

Para pemohon ikuti protokol kesehatan, untuk perpanjangan SIM. Foto : Hms. Polres Kutai Barat.

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Kepolisian Resor Kutai Barat telah membuka layanan pengurusan Surat Ijin Mengemudi (SIM) mulai hari ini, (02/6). Dengan persyaratan umum selama Wabah Covid-19, pemohon SIM wajib menggunakan masker, pembatasan sehari sesuai dengan daya tampung ruangan dan yang diperbolehkan masuk ruang pelayanan hanya pemohon SIM yang sudah dilakukan cek suhu badan serta melakukan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19. Selasa (02/06/2020).

Kepala Kepolisian Resor Kutai Barat melalui Kasat Lantas IPTU Edo Damara mengatakan, dalam upaya pencegahan wabah corona ini maka pemohon diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk atau Handsanitazier dan jaga jarak aman.

“Sementara bagi pengantar tidak diperbolehkan masuk kedalam ruang pelayanan, bagi yang tidak mengunakan masker maka tidak bisa daftar dan tidak bisa masuk keruangan pelayanan SIM,” ungkapnya.

Dan juga dalam pelayanan sim ini selain kesehatan juga ada test psikologi atau disebut juga test meliputi mental manusia untuk melihat tingkat kadar emosional.

Di jelaskan lebih lanjut IPTU Edo Damara bahwa, SIM yang habis masa berlakunya mulai tanggal 24 maret – 29 juni 2020 mendapatkan dispensasi perpanjangan SIM selama pandemi covid 19. “Maka SIM yang masa berlakunya habis  tersebut masih bisa diperpanjang dan tidak dinyatakan mati,” pungkas Kasat Lantas.

Penulis:  Lilis,  Editor: Hermanto Y.

Ditenggah Wabah Covid-19, Sekolah Tetap Selenggarakan Ujian Secara Online.

Ditenggah Wabah Covid-19, Sekolah Tetap Selenggarakan Ujian Secara Online.

Salah satu sekolah yang menyerahkan soal ujian kepada siswinya karena tidak bisa secara online. Foto: Emilia (SDN 006 Linggang Kebut)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Ditengah wabah Pandemi Covid-19, pada hari ini Selasa, (02/06) sekolah-sekolah di Kutai Barat tetap menyelenggarakan  ujian atau ulangan dirumah dengan diawasi oleh orangtua namun memakai atribut lengkap sekolah. Selasa (02/6/2020)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat Silvanus Ngampun mengatakan, belajar dari rumah atau Learn From Home (LFH) masih dilaksanakan sampai ada kebijakan baru dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan atau kebijakan Pemerintah Kutai Barat melalui Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid 19 Kutai Barat.

“Ujian dirumah secara daring atau ujian online diperbolehkan karena tidak boleh mengumpulkan siswa-siswi di sekolah dan cara ujiannya secara teknis diserahkan kepada Kepala Sekolah masing-masing,” ungkap Kadisdik.

Dikatakan salah satu orangtua siswa SD 001 Linggang Bigung, untuk pengambilan soal ulangan orangtua dan anak mengambil kesekolah lalu pelaksanaan ulangan anak difoto dan dikirim ke wali kelas. Lalu usai menyelesaikan soal orangtua mengantar kembali kesekolah atau kerumah wali murid.

“Ya hari ini dikasih 3 soal untuk 3 hari, hari Kamis dikumpulkan lalu diberikan soal berikutnya,” ujar Lili seorang ibu dari salah satu siswa di SDN 001 Linggang Bigung.

Dalam konfirmasi via whatshap orangtua siswa SD Katolik, juga mengatakan anaknya melakukan ulangan dirumah pakai google classroom sehari 2 mata pelajaran. “Iya benar ulangannya dirumah dengan diawasi orangtua dan pelaksanaan ulangannya hingga hari jumat dan absen secara online atau melaui aplikasi WhatsAap,” terang Hetty.

“Masing-masing kelas dibuatkan grup aplikasi WhatsAap sehari sebelumnya dan sudah dibagikan jadwal ulangan. Nanti saat anak-anak mengerjakan soal difoto terus dikirim kegurunya sekalian sama jawaban soal ulangannya dengan batas waktu. Foto anak sedang mengerjakan soal itu sebagai laporan kesekolah yang nanti disampaikan ke-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat sebagai laporan,” beber orangtua murid SDN 004 Melak.

Sementara Kepala Sekolah SDN 006 Linggang Kebut Syofiah dikonfirmasi malalui telepon, menjelaskan ujian telah dilaksanakan dan sekarang sedang melakukan ulangan semester II dengan beberapa prosedure yang orangtua siswa dapat memilih.

“Ujian online atau melalui aplikasi WhatsAap, jika tidak ada sarana handphone maka siswa atau orangtua mengambil dan mengantar soal kesekolah atau wali kelas yang mengantar paket soal semester 2 kerumah siswanya,” pungkas Kepsek SDN 006 Linggang Kebut ini.

Penulis  : Lilis, Editor  : Hermanto Y.

Kutai Barat Masih Minim Pekerja Pembenihan Ikan Air Tawar.

Kutai Barat Masih Minim Pekerja Pembenihan Ikan Air Tawar.

Pekerja Budidaya Ikan, saat ikuti pelatihan di Kabupaten Banjar. (Foto: Diskan).

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Bertekad jadi sentra benih ikan air tawar, Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat siap ajari teknik pembenihan dan mengadakan pelatihan perikanan bagi masyarakat Kutai Barat demi memenuhi kebutuhan budidaya ikan, Senin, 01 Juni 2020.

Kepala Diskan Kutai Barat, Stefanus Alexander Samson mengatakan, terakhir pada November 2019 lalu, 10 orang pekerja budidaya ikan air tawar diberangkatkan kekabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan di Balai Budidaya Air Tawar Desa Mandiangin, Kecamatan Karang Intan. Dan Desa Bincau, Kecamatan Martapura yang berjarak 10 kilometer dari Desa Mandiangin.

“Setiap tahun kelompok perikanan diseleksi mengikuti diklat pembenihan ikan sebagai upaya menyediakan benih ikan, nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan benih ikan di Kutai Barat. Dan pada tahun ini karena pandemi covid 19 maka tidak dilaksanakan/ditiadakan,” ungkap Kadiskan yang merupakan lulusan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau ini.

Lebih lanjut diterangkan Kadiskan, keterbatasan benih ikan salah satu kendala bagi para pekerja perikanan atau peternak ikan air tawar, karena ketersediaan benih ikan yang harus didatangkan dari luar daerah.

Oleh sebab itu setiap tahun Diskan menyeleksi kelompok perikanan untuk ikut dalam pendidikan dan pelatihan di balai perikanan. Tidak hanya didalam daerah, tapi juga ada program pendidikan dan pelatihan dengan mendatangi daerah yang telah berhasil dalam sektor perikanan.

Program pelatihan tersebut dalam rangka agar budidaya ikan tidak lagi tergantung dengan benih dari luar Kutai Barat. Sehingga selama empat hari itu, materi pelatihan dikhususkan pembenihan ikan air tawar, mulai dari belajar bagaimana membenihkan ikan secara mandiri, salah satunya belajar observasi.

Dalam satu kesempatan Bupati Kutai Barat FX Yapan juga mengungkapkan bahwa tiga kecamatan berlatarbelakang wilayah sentra penghasil ikan basah atau kering. Yakni Kecamatan Jempang, Muara Pahu, dan Penyinggahan. Ia berharap para camat dan kepala kampung setempat untuk dapat menggali dan memfasilitasi sumberdaya tersebut.

“Upaya pembangunan dibidang perikanan, saya harap bisa memberi manfaat maksimal untuk kesejahteraan masyarakat. Tapi harus tetap mempertimbangkan kelestarian potensi perikanan yang ada,” pintanya.

“Di Kutai Barat masih minim pekerja pembenihan ikan, rata-rata kegiatan dalam pembesaran saja,” beber Berkat David Sinaga selaku Kepala Seksi Pembinaan Dan Kelembagaan Perikanan pada Bidang Pemberdayaan Nelayan Dan Pembudidaya Perikanan Diskan Kutai Barat.

“Ada 12.253 orang yang bermata pencaharian di bidang perikanan di Kutai Barat. Sebanyak 4.497 jiwa aktif pada perikanan budidaya, dan 7.756 jiwa diperikanan tangkap. Didukung areal penangkapan umum disungai seluas 1.416,5 hektare dan danau 18.424,8 hektare.

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto Y.

Dua Orang Pasien Covid-19, Dinyatakan Sembuh Dan Sudah Dipulangkan.

Dua Orang Pasien Covid-19, Dinyatakan Sembuh Dan Sudah Dipulangkan.

Asisten I Setdakab Kutai Barat saat konferensi pers di media center penanganan Covid-19 Kutai Barat. Kominfo Wln.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Terakumulasi hingga Minggu (31/5) kasus pasien terkonfirmasi covid-19 masih 21 orang, pasien dinyatakan sembuh 7 orang dan pasien dalam perawatan saat ini tersisa 14 orang, karena ada 2 (dua) orang pasien positif Covid-19, hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) keduanya dinyatakan sembuh yakni laki-laki (KBR 06) usia 14 tahun dan (KBR 07) usia 18 tahun asal kecamatan Melak.

Selanjutnya pasien dalam pengawasan (PDP) 9. Orang dalam pemantauan (ODP) 222 orang, orang tanpa gejala (OTG) 209 orang, selesai pemantauan 206 orang, proses pemantauan 16 orang. Pelaku perjalanan sebanyak  9.854 orang. Ungkap Asisten I Setakab Kutai Barat, didampingi Direktur RSUD HIS, Kadiskes Kutai Barat, perwakilan Polres Kutai Barat, Kodim 0912/KBR dan BPBD Kutai Barat di media Center Covid-19 Kutai Barat. Minggu, 31 Mei 2020 malam.

Asisten I Setdakab Kutai Barat Misran Effendi mengatakan “kita menyayangkan ada salah satu pasien dalam terapi perewatan yang tidak disiplin untuk meminum obat, sehingga hasil swabnya belum bisa sembuh dan harus jalani terapi kedua, inikan contoh yang kurang baik,” terangnya.

Lebih lanjut Asisten I Setdakab Kutai Barat menjelaskan, “semua kita baik pasien, tenaga medis, para petugas dilapangan dan masyarakat harus disiplin melaksanakan protokol kesehatan sebagai pola hidup sehari-hari agar wabah covid-19 ini segera berlalu.”

“Terkait kedua (2) pasien yang dinyatakan sembuh ini, sudah dipulangkan dan menjalankan isolasi mandiri dengan tetap menjalankan protokol kesehatan selama 14 hari kedepan, diharapkan jangan sampai ada kontak-kontak dengan orang disekitarnya, baik dengan teman ataupun keluarganya, meskipun saat ini hasil swab kedua kalinya dinyatakan negatif atau sembuh,”pungkas Asisten I Setdakab Kutai Barat.

Catatan penanganan covid-19 di Kutai Barat Minggu (31/5) dari posko PKM Kampung Jambuk Kecamatan Bongan dan PKM Dilang Puti pelaku perjalanan mencapai 542 orang dan kendaraan masuk 319 unit. PKM Long Iram pengunjung sebanyak 384 orang dan kendaraan 194 unit. Kominfo Wln.

Kasus Covid-19 Masih Rawan Di Kutai Barat,  Status Darurat Bencana Non Alam Di Perpanjang.

Kasus Covid-19 Masih Rawan Di Kutai Barat, Status Darurat Bencana Non Alam Di Perpanjang.

(Tenggah) Wakil Kutai Barat saat pimpin rakor penanganan Covid-19 di Kutai Barat. kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Berdasarkan evaluasi kasus Covid-19 di Kutai Barat, masih rawan dan cendrung meningkat, jadi Pemerintah Kutai Barat akan memperpanjang status darurat bencana non alam di Kutai Barat dan belum memberlakukan kebijakan New Normal, Ungkap Wakil Bupati  Kutai Barat, saat pimpin rapat koordinasi Tim Gugus Penanganan Covid-19 Kutai Barat dan Forkopimda didampingi Asisten I, Wakapolres Kutai Barat, Kajari Kutai Barat, di Kantor Setdakab Kutai Barat. Sabtu, 30 Mei 2020.

Wakil Bupati Kutai Barat H Edyanto Arkan “Jika dilihat perkembangan wabah Covid-19 di Kutai Barat hingga hari ini (sabtu, 30/05) kita belum mendapat pesan perubahan dan pergeseran status darurat bencana non alam kita dan berdasarkan data dari Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kutai Barat, kasusnya belum ada pergeseran adanya penurunan namun ada kecendrungan meningkat, jadi daerah kita belum bisa mengarah kepada kebijakan new normal,” terangnya.

Lebih lanjut Wakil Kutai Barat menjelaskan, “ini supaya pemerintah dan masyarakat dapat satu pemahaman, karena masyarakat melihat dimedia masa wabah covid-19 ini menurun, itu bagi daerah lain yang masyarakatnya ketat dan disiplin tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan, tapi di daerah kita belum ada gambaran yang signifikan kearah menurunnya kasus Covid-19.”

“Untuk itu perlu adanya perpanjangan status darurat bencana non alam di wilayah Kutai Barat, hal ini penting adanya upaya yang lebih intensif dimasyarakat dalam sosialisasi pencegahan penyebaran covid-19 agar ketaatan warganya dapat efektif sebagaimana diharapkan dan untuk legalitas dalam penggunaan anggaran,” pungkas Wakil Bupati Kutai Barat.

Sementara menurut Wakapolres Kutai Barat Kompol Sukarman, menuturkan pihak Tim Keamanan Pemerintah Kutai Barat sudah melakukan sosialisasi dan penertiban kepada masyarakat untuk menggunakan Masker, menyediakan tempat cuci tangan, menghindari kerumunan, jaga kesehatan  dan jaga jarak namun tingkat ketaatan masyarakat masih rendah.

“kita harapkan kerjasama semua pihak untuk tumbuhkan kesadaran, untuk berupaya memutuskan penyebaran covid-19 ini, mulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga dan di masyarakat dengan mengedepankan protokol kesehatan sebagai gaya hidup sehari-hari ini kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan yang diharapkan,” Kapolres mengimbau,” Kominfo.

Kita Didaerah Akan Menunggu, Kebijakan New Normal Pemerintah Pusat.

Kita Didaerah Akan Menunggu, Kebijakan New Normal Pemerintah Pusat.

Sekdakab Kutai Barat saat konferensi pers di media center penanganan Covid-19 di Kutai Barat. kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Saat memantau di posko Long Iram dan posko Dilang Puti, masih banyak masyarakat yang kurang mematuhi aturan atau protokol kesehatan pemerintah dalam memerangi wabah Covid-19, dengan berbagai karakter, hal tersebut membuat petugas dilapangan mengalami kejenuhan. Ungkap Sekretaris daerah Kutai Barat, didampingi Asisten I dan Asisten II Setdakab Kutai Barat, Direktur RSUD HIS, Kadiskes Kutai Barat, perwakilan Polres Kutai Barat dan BPBD Kutai Barat di media Center Percepatan Penanganan Covid-19 Kutai Barat. Kamis, 28 Mei 2020 malam.

Sekretaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur “dari Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kutai Barat, dua hari ini (Kamis, 28/05) telah memantau teman-teman di posko Long Iram dan posko Dilang Puti Kecamatan Bentian Besar, ada banyak hal yang diungkapkan diantaranya kapan masalah covid-19 ini segera berakhir dan masih banyak masyarakat yang belum taat aturan pemerintah terkait pencegahan Covid-19 dengan berbagai karakternya, ini yang membuat teman-teman  mengalami kejenuhan,” terangnya.

Lebih lanjut Sekdakab Kutai Barat menjelaskan, “masalah isu new normal yang banyak dipertanyakan teman-teman di posko dan media sosial, hal ini tentu kita didaerah akan mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat.”

“Kita Tim Gugus Tugas Covid-19 di daerah tidak mungkin membuat keputusan sendiri, namun akan menunggu seperti apa bentuknya yang diturunkan dari pemerintah pusat, ini semua tujuannya pasti untuk kebaikan bersama,”pungkas Sekdakab Kutai Barat.

Catatan penanganan covid-19 di Kutai Barat, Kamis (28/5) dari posko PKM Kampung Jambuk Kecamatan Bongan dan PKM Dilang Puti pelaku perjalanan mencapai 653 orang dan kendaraan masuk 442 unit. PKM Long Iram pengunjung sebanyak 278 orang dan kendaraan 162 unit.

Kasus pasien terkonfirmasi covid-19 21 orang, pasien dinyatakan sembuh 5 orang dan pasien dalam perawatan menjadi 16 orang. Pasien dalam pengawasan (PDP) 9 dan meninggal 1 orang. Orang dalam pemantauan (ODP) 222 orang, orang tanpa gejala (OTG) 209 orang, selesai pemantauan 203 orang, proses pemantauan 19 orang. Pelaku perjalanan terakumulasi sejak awal sebanyak  9.313 orang. Kominfo.

Serahkan 350 Unit Labtop Bagi Penyelenggara Pendidikan di Kutai Barat.

Serahkan 350 Unit Labtop Bagi Penyelenggara Pendidikan di Kutai Barat.

(Simbolis) Wakil Bupati Kutai Barat serahkan Lebtop bagi Penyelenggara Pendidikan di Kutai Barat. Kominfo Rwn. Kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kutai Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyerahkan 350 unit labtop untuk Paud/Tk,SD/MI,SMP/MTS dan 6 set Perlengkapan UNBK sekolah tingkat SMP, untuk perangkat Pendidikan di Kutai Barat, dalam 1 setnya terdapat 21 unit perangkat, yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Kutai Barat, kepada para perwakilan sekolah, di kantor Setdakab Kutai Barat. Kamis, 28 Mei 2020.

Wakil Bupati Kutai Barat Edyanto Arkan usai menyerahkan mengatakan, “kedepannya labtop yang diberikan ini bisa memberikan bermanfaat bagi guru-guru selaku penyelenggara pendidikan di Kutai Barat. Terutama sekarang dikondisi wabah seperti ini, yang mewajibkan guru mempunyai labtop agar bisa mengajar dengan sistem online.

“Dinas pendidikan dan kebudayaan Kutai Barat dapat menambah kuota labtop tersebut agar seluruh guru dilingkungan pendidikan dan kebudayaan Kutai Barat semuanya memiliki labtop dan ingat ini barang pemerintah jadi tolong dijaga sebaik mungkin,”tuturnya.

Sementara menurut Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat Ngampun menjelaskan “kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan utamanya untuk program Ujian Nasional, adanya sistem yang terintegrasi langsung dengan aplikasi-aplikasi Pendidikan, yang nantinya akan mempermudah sekolah untuk melakukan pelaksanaan kegiatan Ujian Nasional.

“Dengan sarana yang diberikan ini proses belajar-mengajar melalui teknologi informasi (IT) ini, kian menjadi menarik dan tentunya semoga guru-guru yang belum menguasainya dengan adanya pembagian labtop ini memunculkan rasa semangat dan juga keingintahuannya yang tinggi untuk mempelajari teknologi ini,” terangnya. Kominfo Rwn.

Penyerahan BLT Dana Desa Kempung Sekolaq Muliaq.

Penyerahan BLT Dana Desa Kempung Sekolaq Muliaq.

Simbolis menyerahkan BLT bagi warga lansia kampung Sekolaq Muliaq. Kominfo Ary.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Wabah Covid 19 yang terjadi ditengah masyarakat, tentu saja sangat berpengaruh terhadap perekonomian warga terutama bagi kalangan menengah kebawah, dalam rangka meringankan beban bagi warga terdampak, pemerintah mulai pusat hingga daerah dan pemerintah kampung menyediakan bantuan langsung tunai yang bersumbaer dari 20-25 % anggaran dana desanya diperuntukan berbagai jenis bantuan bagi warga baik berupa uang tunai maupun dalam bentuk barang kebutuhan pokok, Seperti yang dilakukan pemerintah kampung Sekolaq Muliaq, Kecamatan Sekolaq Darat-Kutai Barat. Kamis, 28 Mei 2020.

Ditemui usai melaksanakan kegiatan penyuluran bantuan langsung tunai (BLT), Petinggi Kampung Sekolaq Muliaq Nanang  mengatakan, bantuan BLT ini sudah memasuki tahap dua yang mana tahap pertama telah diserahkan pada bulan april 2020 lalu. Untuk kampung Sekolaq Muliaq terdapat 97 kepala keluarga yang mandapat bantuan BLT dana desa diluar dari penerima bantuan sosial lainnya.

Lebih lanjut dijelaskannya “kriteria penerima BLT merujuk pada pemerintah pusat baik peraturan pemerintah maupun peraturan menteri yang diperkuat oleh peraturan daerah dan peraturan kampung sehingga penerima BLT ini tidak salah arah. Pemerintah  kampung menetapkan penerima berdasarkan aturan dan kreterianya,” tegasnya.

“Seperti para lansia dan janda-janda serta para petani karet yang perekonomiannya terganggu akibat menurunya harga karet, adapun untuk nominal uang yang dibagikan bervariasi setiap tahapnya seperti tahap pertama bulan April – Juni sebesar enam ratus ribu rupiah sedangkan untuk tahap kedua nanti pada Jli – September nominal bantuan sebesar tiga ratus ribu rupiah, semoga apa yang diberikan oleh pemerintah dapat dipergunakan sebijak – bijaknya oleh masyarakat,” harapnya.

Sementara menurut seorang lansia penerima bantuan kakek palam mengatakan, sangat bersyukur dan akan menggunakanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “berharap kedepan pemerintah melalui pengurus kampung dapat lebih memberikan perhatian bagi para lansia seperti kami ini yang sudah tidak mampu untuk bekerja lagi dan untuk persyaratan bantuan seperti surat-menyurat, data diri dan lain sebagainya agar dapat di fasilitasi oleh pemerintah kampung,” harapnya. kominfo Ary.

Kluster Gowa, Warga Bongan Terkonfirmasi Positif Covid-19.

Kluster Gowa, Warga Bongan Terkonfirmasi Positif Covid-19.

Sekdakab Kutai Barat saat konferensi pers di media center penanganan Covid-19 Kutai Barat. kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Catatan penanganan covid-19 di Kutai Barat hingga Selasa (26/5) kasus pasien terkonfirmasi covid-19 menjadi 21 orang, pasien dinyatakan sembuh 5 orang dan pasien dalam perawatan menjadi 16 orang. Ada penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) Laki-laki (KBR 21) asal Kecamatan Bongan usia 60 tahun. Selanjutnya pasien dalam pengawasan (PDP) 9 dan meninggal 1 orang. Orang dalam pemantauan (ODP) 222 orang, orang tanpa gejala (OTG) 207 orang, selesai pemantauan 200 orang, proses pemantauan 22 orang. Pelaku perjalanan terakumulasi sejak awal sebanyak  8.913 orang.

Ungkap Sekretaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur saat memberikan keterangan Pers, didampingi Kepala Diskes Kutai Barat, Direktur RSUD HIS, perwakilan Kodim 0912 dan Polres Kutai Barat di media Center Percepatan Penanganan Covid-19 Kutai Barat. Selasa, 26 Mei 2020 malam.

Lebih lanjut Sekdakab Kutai Barat menjelaskan, “Warga Bongan (KBR 21) umur 60 tahun yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini salah satu kluster Gowa dan Tim gugus tugas akan mengevakuasinya besok,” terang Sekdakab Kutai Barat.

“Tim Gugus Tugas Covid-19 Kutai Barat akan lakukan rapid test masal dalam waktu dekat, ditiga kecamatan Melak, Barong Tongkok dan Bongan, niat ini adalah untuk mempercepat memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kutai Barat. Harapan kita masyarakat secara sadar untuk bersedia memeriksakan dirinya, dengan demikian kita bisa memastikan bahwa kita ini bebas atau tidak terpapar Covid-19 ini,”  pungkasnya.

Untuk diketahui data dari posko PKM Kampung Jambuk Kecamatan Bongan dan PKM Dilang Puti pelaku perjalanan mencapai 299 orang KTP Kutai Barat 154 orang, KTP Luar Kutai Barat 149 orang, kendaraan masuk 50 unit. PKM Long Iram pengunjung sebanyak 289 orang dan kendaraan 140 unit. Kominfo.

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id