Bupati Kutai Barat FX Yapan (tengah) saat membuka secara langsung kegiatan High Level Meeting Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Kutai Barat. Foto : Didi (Disominfo).
KOMINFOKUBAR-SENDAWAR. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Bagian Perekonomian menggelar High Level Meeting Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kutai Barat dalam rangka pengendalian stabilisasi harga dan kelancaran distribusi untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan di Kabupaten Kutai Barat menjelang hari raya Idul Fitri yang berlangsung di ruang Diklat Lt.III Kantor Bupati Kutai Barat. Selasa (26/04/2022).
Pada kegiatan High Level Meeting Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Kutai Barat ini dibuka secara langsung oleh Bupati Kutai Barat FX Yapan yang dihadiri oleh Dandim 0912, Kapolres Kutai Barat, Plt. Assisten 1 Faustinus Syaidirahman, Kepala Bagian Perekonomian Agus Dalung, Kepala Bidang Perdagangan dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Barat Ambros Ndopo, perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kutai Barat, perwakilan dari Bank Indonesia Kaltim, Bank Kaltimtara cabang Kutai Barat serta beberapa Camat dari lingkungan Kabupaten Kutai Barat.
Rapat koordinasi pengendalian inflasi ini merupakan wujud sinergi dan komitmen bersama dalam rangka menjaga tingkat inflasi sebagai salah satu prasyarat pertumbuhan ekonomi yang inklusif berkesinambungan dan berkeadilan. Tantangan inflasi 2022 adalah bergejolaknya bahan pangan akibat tantangan pada pasokan, distribusi dan mekanisme pasar ditengah adanya harmonisasi kebijakan perpajakan yang berpotensi meningkatkan harga beberapa komoditas yang dikenakan PPN.
Tekait pengendalian inflasi Bupati Kutai Barat FX Yapan dalam arahannya menyampaikan, “bahwa menjelang bulan Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri harga barang mengalami kenaikan, terlebih dalam masa pandemi Covid-19 yang dampaknya dirasakan beberapa tahun ditengah masyarakat, oleh karena itu High Level Meeting TPID berjenjang sangat penting dan strategis sebagai antisipasi sekaligus memastikan ketersedian stok barang kebutuhan pokok di Kutai Barat ini agar aman dan tekendali,” ungkapnya.
Lebih jelas Bupati Kutai Barat menjelaskan dalam mengendalikan inflasi harus mengacu pada 4k yaitu Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, Keterjangkauan harga, dan Komunikasi efektif. “Menurut Saya bahwa dalam mensukseskan strategi 4k tersebut diperlukan sinergitas, koordinasi dan komitmen diantara anggota TPID serta seluruh stakeholder terkait lainnya,” Ucap Bupati Kutai Barat.
Bupati Kutai Barat FX Yapan juga berharap melalui berbagai program kerja yang dicanangkan oleh Tim dapat mengendalikan inlfasi sehingga pendapatan masyarakat Kutai Barat tidak tergerus akibat berbagai faktor yang biasanya permasalahan kelangkaan dan gejolak harga barang. Selain dari itu Bupati Kutai Barat juga mengatakan kepada Kabag Perekonomian selaku koordinator kiranya dapat menggerakan OPD terkait yaitu Disperindakop, Ketapang, Distan dan perikanan serta Tim Satgas lainnya agar dapat meningkatkan sinergitas yang selama ini terjalin.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Bagian Perekonomian Agustinus Dalung juga menyampaikan hasil monitoring bagian perekonomian dari beberapa kecamatan terkait ketersediaan bahan pokok dan BBM.
“Bahan–bahan pokok pangan dibeberapa kecamatan sampai ke kampung–kampung dengan dikategorikan AMAN sampai hari raya Idul Fitri karena stok tersedia di toko–toko masyarakat, pasar–pasar tradisional serta minimarket yang ada di Ibu Kota Kabupaten Kutai Barat,” jelasnya.
Ditambahkannya “Persiapan hari besar keagamaan maupun libur panjang tidak mempengaruhi alokasi BBM yang ada namun tergantung pada ketersediaan BBM di Pertamina dan kondisi jalan dari Samarinda ke Kutai Barat dan kuota BBM Solar untuk kabupaten Kutai Barat tahun 2022 adalah 11.103 kl,” Tutup Kabag Perekonomian Agustinus Dalung.
Penulis : Didi. Editor : Emanuel










