Bupati Kutai Barat, saat Dialog Publika TVRI Kaltim Melalui Aplikasi Zoom Meeting. Foto: Renaldi (Diskominfo)
KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Bupati dan Wakil Bupati Kutai Barat hadir sebagai narasumber dalam dialog publika TVRI Kaltim bertema “mengawal 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Kutai Barat terpilih dalam meningkatkan sektor pembangunan, meningkatkan daya saing daerah yang berbasis potensi wilayah yang ada di Kabupaten Kutai Barat, melalui zoom meeting. Kamis (25/02).
Bupati Kutai Barat FX Yapan mengatakan, setelah terpilih kembali menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kutai Barat, kami akan melanjutkan program pembangunan yang sudah dilakukan dalam periode pertama. sesuai dengan visi dan misi yaitu melakukan pembangunan untuk mewujudkan ‘Kutai Barat yang Semakin Adil, Mandiri dan Sejahtera Berlandaskan Ekonomi Kerakyatan dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.’
Disamping itu meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis kawasan sesuai potensi unggulan lokal yang berkelanjutan dan meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik bersih dan akuntabel.
Selaku Bupati dan Wakil Bupati terpilih telah menyusun 2 program wajib dan khusus dalam masa 100 hari kedepan. program wajib yaitu penyusunan RPJMD 2021 sampai dengan 2024 dan ditetapkan melalui peraturan daerah, dan penataan birokrasi dilingkungan satuan organisasi mulai dari eselon II,III,IV. Sementara program khusus yaitu Pemulihan Ekonomi akibat dampak dari Covid-19 dan Sosialisasi vaksin Covid-19 kepada masyarakat agar bisa dilaksanakan tanpa ada halangan”. Tuturnya
Sementara menurut Wakil Bupati Kutai Barat Edyanto Arkan mengatakan, mengawali tahun 2021 ini, ada harapan baru dalam menanggulangi Covid-19 yaitu dengan adanya vaksin yang sudah mulai dilaksanakan pertama kepada tenaga kesehatan, orang yang lanjut usia dan juga akan di laksanakan kepada tenaga penyidik.
“Ada beberapa strategi yang telah kami susun yaitu dalam memulihkan kondisi ekonomi kita memberikan dorongan akses kepada UMKM dan masyarakat yang terdampak Covid-19 untuk dapat mengakses kepada pihak perbankan, memberikan pelatihan-pelatihan berupa peningkatan nilai tambah daripada produksi produk-produk yang ada di Kutai Barat. Contohnya; produk pertanian, dari bahan baku diolah menjadi bahan setengah jadi dan bisa dipasarkan,”jelasnya.
Kutai Barat adalah Kabupaten yang memiliki potensi perkebunan, pertanian yang bagus dan bisa memenuhi kebutuhan lokal bahkan bisa menjadi lumbung Kalimantan Timur. “Saya berharap kepada masyarakat Kutai Barat mari kita bersama-sama bergandeng tangan untuk mengupayakan pertanian di Kutai Barat ini yang tradisional kedepan akan menjadi pertanian yang modern”. Pungkasnya berharap.
Penulis : Renaldi, Editor: Hermanto










