Pentingnya Pendidikan Dalam Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, Mampu Bersaing dan Membangun Daerah, Senin (18/03/2019)

Pentingnya Pendidikan Dalam Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, Mampu Bersaing dan Membangun Daerah, Senin (18/03/2019)

Bupati Kutai Barat, FX Yapan, saat memberikan sambutannya pada kegiatan Sosisalisasi Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kominfo Wln.diskominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR – Dalam rangka terus meningkatkan Akuntanbilitas penatakeloaan Bantuan Operasial Sekolah ( BOS) pada jenjang SD dan SMP pada tahun Anggran 2019, Pemerintahan Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Dana BOS pada jenjang SD dan SMP Negeri/Swasta Pada tahun 2019, dilaksanakan di Lamin Melayu Taman Budaya Sendawar (TBS) Kabupaten Kutai Barat.

Bupati Kutai Barat, FX Yapan, saat membuka kegiatan sosialisasi mengatakan, Pendidikan merupakan salah satu faktor pendukung demi tersediannya semberdaya manusia yang mampu membangun daerah, Oleh karenanya penyelenggaraan pendidikan ini juga menjadi kebutuhan vital dan diakui oleh negara sebagai hak asasi setiap warga negara.

“Program BOS ini, pada umumnya dapat meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun (sembilan tahun) yang bermutu. Selanjutnya program BOS ini secara khusus bertujuan untuk membebaskan biaya operasioanal sekolah bagi seluruh siswa MI dan MTS ( Negeri/Swasta), kemudian membebaskan segala jenis biaya pendidikan bagi seluruh siswa miskin di tinggkat pendidikan dasar, baik di madrasah negeri maupun swasta, dan yang terakhir yaitu meringankan beban biaya operasioanal sekolah bagi siswa di madrasah swasta/PPs,” terangnya.

Sementara menurut Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, Silvanus Ngampun dasar pelaksanaan program BOS adalah Permendikbud. nomor 03 tahun 2019 tentang JUKNIS Bantuan Operasional Sekolah Reguler, kemudian surat keterangan Bupati Kutai Barat nomor 800.05.422.5/K.410/2019 tentang pembentukan tim manajemen BOS Kabupaten Kutai Barat tahun 2019. “Adapun tujuan pelaksaan kegiatan sosialisasi, agar penggunaan dana BOS sesuai dengan peruntukannya dan tepat sasaran secara efektif, efesien, akuntable dan transparan, kemudian memahami petunjuk teknis tentang pelaksanaan dana BOS,” terangnya. Kominfo Wln

Empat Orang Calon Direktur PDAM Tirta Sendawar Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan, Senin (18/3/2019)

Empat Orang Calon Direktur PDAM Tirta Sendawar Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan, Senin (18/3/2019)

Pengundian nomor urut penyampaian presentasi visi misi calon direktur PDAM tirta Sendawar di Auditorium Aji Tullur Jejangkat (ATJ) Kutai Barat, KominfoFDS.Kubarkab.go.id.

KOMINFOKUBAR, SENDAWAR – Adanya kegiatan seleksi dengan penyampaian visi misi serta uji kelayakan dan kepatutan diharapkan mendapatkan direktur PDAM Tirta Sendawar yang amanah, memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh tanggung jawab terutama pelayanan atas ketersediaan air bersih yang layak konsumsi bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menggelar uji kelayakan dan kepatutan calon Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sendawar, di Auditorium Aji Tullur Jejangkat (ATJ) Kutai Barat.

Bupati Kutai Barat FX. Yapan Dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Setdakab. Kutai Barat, Ayonius menggungkapkan Sebagai perusahaan daerah PDAM Tirta Sendawar mempunyai peran  ganda, disatu sisi sebagai institusi organisasi sosial masyarakat untuk memberikan layanan Air, namun disisi lain juga organisasi ekonomi yaitu mendapatkan profit bagi pendapatan asli daerah.

“Bagi masyarakat peran PDAM Tirta Sendawar cukup pital memberikan pelayanan tersedianya air bersih yang layak digunakan untuk masyarakat di beberapa wilayah Kutai Barat, dan sangat membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan air bersihnya sehari-hari, menyadari peran pital tersebut pemerintah mendukung adanya keberadaan organisasi yang handal, dan dipimpin oleh pimpinan organisasi yang berkualitas,” tegas Bupati

Sementara menurut Kepala Bagian Ekonomi Andi Kristonson, uji kelayakan dan kepatutan ini memasuki tahapan yang kedua untuk calon direktur PDAM Tirta Sendawar periode tahun 2019 – 2023.  Dalam uji kelayakan dan kepatutan ini tidak ada kriteria khusus, namun tetap mengacu kepada aturan yang berlaku sesuai dengan ketentuan peraturan pemerintah daerah, Dirut PDAM harus dilakukan uji kelayakan dan kepatutan sebelum diangkat menjadi Dirut PDAM Tirta Sendawar.

“Tahapan uji kelayakan dan kepatutan diikuti empat orang Calon Dirut yakni Hamuri, Ahmad Suhaimi, Untung Suropati dan Paulus Kadok, kita menyerahkan ke tim Asesor untuk melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan, tim  asesor sendiri terdiri dari Pemerintah Daerah, Kementrian Pekerjaan Umum (PU), dan dari pdam Provinsi Kaltim,” terangnya.

“Kita mengharapkan dalam pemilihan Dirut PDAM Tirta Sendawar ini betul-betul dilaksanakan secara terbuka sehingga masyarakat juga mengetahui rencana dari dirut yang diangkat nanti bisa memajukan bahkan bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat”, tambah Andi.

Kegiatan seleksi yang dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Setdakab. Kutai Barat, melawakili Bupati Kutai Barat, turut hadir Anggota DPRD dari Komisi III Puncan Karna, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Direktur Poltek Sendawar Nikolaus,  Seluruh Staf dan Karyawan PDAM tirta Sendawar. Kominfo Fds

Tingkatkan Kesadaran Kaum Milenial Hadir Sebagai Pelopor Keselamatan Dalam Berlalu-lintas (17/03/2019)

Tingkatkan Kesadaran Kaum Milenial Hadir Sebagai Pelopor Keselamatan Dalam Berlalu-lintas (17/03/2019)

Bupati Kutai Barat kiri, dan Perwakilan Kapolda Kalimantan Timur Kompol. I Nyoman Wijayana, mendapat piagam rekor muri berseledang tenun doyo. Kominfo Lsr.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR – Kabupaten Kutai Barat kembali mencetak Rekor Muri Selendang Tenun Doyo dengan jumlah peserta sebanyak 3.545 ribu orang dari seluruh kalangan masyarakat Kutai Barat yang terdiri dari anak sekolah, PNS/TKK, Ibu Bhayangkari dan masyarakat pusat Kota Sendawar dan Mahakam Ulu, pada Milenial Road Safety Festival, acara yang digagas Polisi Resort Kutai Barat dihadiri Bupati Kutai Barat dan Bupati Mahakam Ulu, Kepala Opd yang dihibur oleh Artis Ibu Kota Nita Talia dan Dewi Luna beserta B-One Band.

Rangkaian kegiatan yang diawali dengan Senam Kolosal, Jalan Santai, Pertunjukan Barongsai dan Tarian Daerah Kabupaten Kutai Barat serta pengundian kupon berhadiah dengan hadiah utama 3 unit sepeda motor serta ratusan hadiah lainnya berlangsung meriah di Alun-alun Itho Sendawar Kutai Barat. Minggu (17/03/2019)

Bupati Kutak Barat Fx. Yapan mengatakan, kedepan Kutai Barat semakin maju dan tertib dengan kesadaran kaum milenial hadir sebagai pelopor keselamatan dalam berlalu-lintas sehingga kecelakaan lalu-lintas dapat berkurang, “Mari sama-sama membangun kesadaran untuk menghargai hak pengguna jalan lainnya, dan selamat atas catatan rekor muri masyarakat berselendang Tenun Doyo terbanyak, menjadikan hari esok yang lebih baik dari pada hari ini,” ungkap Bupati.

Tenggah Bupati Kutai Barat Fx Yapan, Kapolres Kutai Barat I Putu Yuni Setiawan, Bupati Mahakam Hulu Bonifasius Belawan Geh, dan Ketua TP – PKK Kutai Barat Yayuk Seri Rahayu Yapan dua dari kiri mengikuti pemecahan rekor mengenakan selendang tenun doyo oleh kaum millennial terbanyak. Kominfo Lsr/Dos
Tenggah Bupati Kutai Barat Fx Yapan, Kapolres Kutai Barat I Putu Yuni Setiawan, Bupati Mahakam Hulu Bonifasius Belawan Geh, dan Ketua TP – PKK Kutai Barat Yayuk Seri Rahayu Yapan dua dari kiri mengikuti pemecahan rekor mengenakan selendang tenun doyo oleh kaum millennial terbanyak. Kominfo Lsr/Dos

Dalam verifikasi pencatatan rekor, Pihak Museum Rekor Dunia Indonesia yang diwakilkan Manajer Kantor MURI, Ariyani Siregar secara langsung menghitung jumlah peserta  yang mengangkat selendang tenun doyo oleh kaum millennial terbanyak dan telah tercatat dalam museum rekor dunia indonesia di urutan ke 8.893, dengan menyerahkan piagam penghargaan kepada Bupati Kutai Barat Fx Yapan, Kepala Kapolres Kutai Barat I Putu Yuni Setiawan, dan Perwakilan Kapolda Kalimantan Timur Kompol. I Nyoman Wijayana.

Sementara Kapolres Kutai Barat I Putu Yuni Setiawan menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan serentak oleh Polres seluruh Indonesia. Dan semoga generasi milenial bisa sadar akan tertibnya lalu lintas dan membudayakan keselamatan sebagai kebutuhan agar dapat mengurangi angka kecelakaan yang di dominasi oleh kaum Milenial,” terangnya.

 

Melakukan Pendekatan Dengan Masyarakat, Untuk Menguatkan Kemanunggalan TNI Bersama Rakyat (16/03/19)

Melakukan Pendekatan Dengan Masyarakat, Untuk Menguatkan Kemanunggalan TNI Bersama Rakyat (16/03/19)

Mengajar di rumah salah satu warga Long Bagun, kegiatan non fisik TNI TMMD. Kominfo Lsr. Kutaibaratkab.go.id.

KOMINFOKUBAR – SENDAWAR – Masih tersisa 10 hari kedepan, TNI TMMD (Manunggal Membangun Desa) Letnan Dua (Letda) Armed Hafizh Almaliki dari Batalyon Armed 18/Komposit mengajar di rumah salah satu warga Long Bagun yaitu  Pak Hasan pemilik rumah tempat menginap para Satgas TMMD. Sejumlah kegiatan fisik TMMD ke-104 tahun 2019 Wiltas (Wilayah Perbatasan) di Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) saat ini terus  dikerjakan oleh prajurit TNI Satgas TMMD Kodim 0912 Kabupaten Kutai Barat.

Begitu pula program non fisik, terus bergotong-royong bersama masyarakat dilakukan agar dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti mengajar dirumah masyarakat pada malam hari diwaktu senggang yaitu mengulangi mata pelajaran yang diajarkan oleh guru disekolah.

Kemudian, Dandim 0912 Kutai Barat Letkol Inf Anang Sofyan Effendi paparkan bahwa Satgas TMMD harus serba bisa dan juga harus bisa melakukan pendekatan dengan masyarakat, untuk menguatkan kemanunggalan TNI bersama rakyat. “Didalam TMMD, dituntut profesionalisme TNI menunjukkan kemanunggalan TNI dan rakyat. TNI lahir dari rakyat dan kehadiran TNI harus dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” ungkapnya kepada media.

“Ini merupakan kewajiban kita membantu anak anak untuk terus belajar, dan diharapkan hal ini penunjang semangat  untuk mengutamakan pendidikannya,” jelas Hafizh Almalik. Lsr

Penyuluh Stunting Diharapkan Peka dan Kontrubutif Dalam Program Kerja Nyata Untuk Mengiatkan Kembali dan Mengajak Masyarakat Untuk Rutin ke Posyandu (14/03/2019)

Penyuluh Stunting Diharapkan Peka dan Kontrubutif Dalam Program Kerja Nyata Untuk Mengiatkan Kembali dan Mengajak Masyarakat Untuk Rutin ke Posyandu (14/03/2019)

Ketua TP PPK Kutai Barat Yayuk Sri Rahayu Yapan, menyerahkan hadiah kepada juara Lomba Penyuluhan Stunting.Kominfo Lsr.diskominfokutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR – Ketua Tim Pengerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) resmi menutup Lomba Penyuluhan Stunting Tingkat Kabupaten, acara yang dipusatkan di Gedung PKK Kabupaten Kutai Barat berlangsung selama 2 hari (13-14 Maret 2019). Kegiatan tersebut bertujuan memberikan motivasi kepada para kader penyuluh Stunting untuk mensosialisasikan pentingnya menanggulangi dampak Stunting bagi anak dimana kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

Rangkaian kegiatan sosialisasi dan lomba berhasi menetapkan 6 orang penyuluh terbaik  pemenang lomba Stunting yaitu juara I diraih Rahel Suharti asal Kecamatan Nyuatan, Juara II diraih atas nama Eva Yanti dari Kecamatan Muara Lawa. Juara III di raih oleh Mema Astarina asal Kecamatan Barong Tongkok. Kemudian pemenang Harapan I hingga III ialah Harapan III diraih oleh Rupina Reni asal Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Harapan II diraih Yunita Sari asal Kecamatan Bongan dan Harapan pertama diraih atas nama Sefta Agape Br. Barus asal Kecamatan Damai

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Dan juga Kekurangan gizi dalam waktu lama itu terjadi sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak (1.000 Hari Pertama Kelahiran).

Ketua TP-PKK Kutai Barat Yayuk Sri Rahayu Yapan mengajak, seluruh masyarakat Kutai Barat agar rutin ke Posyandu untuk melakukan vaksin dan pemeriksaan sesuai tahapan khususnya anak dan Ibu Hamil untuk mencegah meningkatnya Stunting, Jumlah stuntingnya di Indonesia tertinggi di Asia Negara oleh sebeb itu stunting ini menjadi program prioritas. “Selain rutin melakukan pemeriksaan, orangtua harus memberi pemahaman yang benar dan penting kepada anaknya agar selalu mencuci tangan sebelum makan serta memakan sayur-sayuran atau menerapakan pola makan 4 sehat 5 sempurna,” himbaunya

“Maka dari itu TP-PKK Kecamatan maupun Kampung adalah ujung tombak untuk menerapkan ilmu dan tularkan kepada masyarakat agar tahu apa artinya stunting,” tambah ketua TP PKK Kutai Barat.

Sementara Ketua Panitia sekaligus Wakil Ketua Pokja 4, Sumiati, menegaskan kepada seluruh Kader TP-PKK dan para pemenang Penyuluh Stunting agar peka dan kontrubutif dalam program kerja secara nyata untuk mengiatkan kembali dan mengajak masyarakat untuk rutin ke posyandu. “Jangan pernah jenuh memberikan pehamanam kepada anak dan ibu hamil serta terus memberikan yang terbaik demi kepentingan masyarakat banyak,” tutupnya. Kominfo Lsr

Sukseskan Program BKKBN, Pemerintah Tingkatkan Tugas, Fungsinya dengan Aktif Berkoordinasi Ke Provinsi Hingga Kampung (14/03/2019)

Sukseskan Program BKKBN, Pemerintah Tingkatkan Tugas, Fungsinya dengan Aktif Berkoordinasi Ke Provinsi Hingga Kampung (14/03/2019)

Asisten II Setdakab. Kutai Barat Ayonius, membuka Orientasi Pencatatan dan pelaporan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) bagi pengelola OPD KB dan PKB/PLKB Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Kamis, (14/03/2019). Kominfo Fds .diskominfo.kutaibaratkab.go.id.

KOMINFOKUBAR, SENDAWAR – Orientasi Pencatatan dan pelaporan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) bagi pengelola KB dan PKB/PLKB Organisasi Perangkat Daerah Se-Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Kegiatan yang digagas oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) ini, berlangsung di ruang rapat lantai II Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kabupaten Kutai Barat, berlangsung selama dua hari (14-15 maret 2019, dan diikuti peserta berjumlah 69 orang yang berasal dari Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

Kegiatan Orientasi Pencatatan dan pelaporan program KKBPK, pemutahiran baisi data keluarga Indonesia (PBDKI) tahun 2019, bimbingan teknis penyuluh KB dan pelatihan fungsional pegawai di 2 Kabupaten, mendukung pengembangan pengelolaan data rutin pendataan keluarga dan pemutahiran dan pelayanan KB  serta pengendalian lapangan melalui sistem informasi keluarga berbasis web atau online agar memperoleh data yang berkualitas dan tepat waktu untuk suksesnya implementasi Undang-undang nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan penduduk dan pembangunan keluarga dan peraturan pemerintah nomor 87 tahun 2014 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga.

Bupati Kutai Barat FX. Yapan dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Setdakab. Kutai Barat, Ayonius berpesan kepada Dinas terkait Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu agar terus meningkatkan tugas dan fungsinya dengan aktif, berkoordinasi dengan pihak BKKBN Provinsi Kaltim dan Dinas Kesehatan hingga ke-Kecamatan dan Kampung. “Sinergitas yang terjalin dengan baik, dapat menunjang langkah gerak program ini dapat segera terealisasi dengan baik, sebab jika komunikasi dan koordinasi berlangsung dengan baik kepada seluruh pihak maka kita dapat mensukseskan program ini,” tegasnya

Bagi penyuluh KB setelah mendapatkan bimbingan teknis dan pelatihan fungsional pegawai dapat melaksanakan tugas dan fungsi sebagai petugas penyuluh KB dan penggerak program KKBPK di 194 Kampung dan kelurahan dan 38 kampung KB binaan yang tersebar di 16 Kecamatan dan Kabupaten Mahakam Ulu, mari manfaatkan forum ini secara optimal sehingga dapat menerapkan ilmu  dan informasi untuk menunjang kerjanya.

Sementara Ketua panitia Rusdani menyampaikan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini, dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi PKB/PLKB pencatatan dan pelaporan dan pemutahiran data KB serta peningkatan pengelolaan system informasi basis data. Kominfo Fds.

Disekolah Adalah Salah Satu Tempat Belajar Budaya, Kedepannya Ada Pelajaran Muatan Lokal Tari-Tarian dan Musik Tradisional yang Wajib Sebagai Ekstrakulikulernya

Disekolah Adalah Salah Satu Tempat Belajar Budaya, Kedepannya Ada Pelajaran Muatan Lokal Tari-Tarian dan Musik Tradisional yang Wajib Sebagai Ekstrakulikulernya

Foto bersama ketua yayasan Bina Seni Banir, Kresensia Rikam tenggah, Peserta dan pendamping Pelatihan Tari dan Musik.kominfo Lsr.diskominfokutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR- Sebanyak 64 orang yang terbagi dalam 11 kelompok dari Sembilan sekolah SD hingga SMP menampilkan berbagai jenis tarian, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Pelatihan Tari dan Musik, yang diprakasai Bina Seni Banir (BSB) Kabupaten Kutai Barat dalam rangka pembinaan anak-anak muda mulai dari SD hingga SMA yang mempunyai bakat dan kemauan untuk memelihara kebudayaan daerah baik seni tari, ukir, kerajinan, musik dan budaya supaya di Kutai Barat menjadi budya yang dapat diandalkan dan lestari. Berlangsung meriah di Panggung Utama Taman Budaya Sentawar (TBS) baru-baru ini.

Peserta Pelatihan Tari dan Musik, yang menampilkan lima buah tarian. diantaranya, Tarian Gantar Bariruku, Tarian Jepen Bemain, Tari Baburu, Tari Gantar Bersama dan Tari Enggang Idang Bulan, selain tari-tarian ada pula pemain musik dari anak-anak dan penampilan dari pendamping di sekolah-sekolah masing-masing.

Ketua BSB Kabupaten Kutai Barat, Kresensia Rikam yang menyaksikan tampilan tersebut secara langsung mengatakan setelah mengikuti Pelatihan, tampak minat dan keinginan peserta antusias mengikuti kegiatan Pelatihan Tari dan Musik. “ Kita harapkan Anak-anak ini terus dibina supaya bisa mengekspresikan apa yang mereka dapat di Pelatihan ini,  dengan terus latihan secara mandiri namun juga dapat dikembangkan disekolahnya masing-masing,” teranya.

Dan berharap di sekolah bisa mengembangkan dan menambah variasi-variasi tarian sehingga mempunyai modal bagi sekolah tersebut. Jika di setiap sekolah-sekolah seninya bagus maka kebudayan di Kab. Kutai Barat sudah terangkat dan menjadi modal bagi generasi penerus yang harus dibina untuk mengangkat budaya. “Sekolah merupakan tempat belajar budaya, namun tidak semua sekolah ada terapkan hal tersebut, mudah-mudahan kedepannya ada pelajaran muatan lokal Tari-tarian dan Musik Tradisional sebagai ekstrakulikuler wajib kedepannya,” Ketua BSB menambahkan.

Semnatara itu Wakil Ketua Harian, Abed Nego menambahkan, Seni budaya merupakan modal dasar untuk dapat dikembangkan di sekolah masing-masing baik seni tari, music supaya dapat wawasan yang lebih luas kedepannya. “sejauh ini tidak ada hambatan dan malam ini bisa menampilkan dari hasil pelatihan yang diterima,” bebernya. Kominfo Lsr.

Kepala Kejari Kutai Barat, Kamis 14 Maret 2019 Hari Ini Berpindah Tugas Menjadi Kepala Kejari Sragen, Jawa Tengah

Kepala Kejari Kutai Barat, Kamis 14 Maret 2019 Hari Ini Berpindah Tugas Menjadi Kepala Kejari Sragen, Jawa Tengah

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat, Syarief Sulaman Nahdi, saat memberikan keterangan kepada media.Kominfo Lsr.diskominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR – SENDAWAR – Kepala Kejaksaan Negeri(Kejari) Kabupaten Kutai Barat yang selama ini dijabat oleh, Syarief Sulaman Nahdi dan akan berpindah tugas menjadi Kepala Kejari Sragen, Jawa Tengah. Sebagai penggantinya pejabat baru yang akan menjadi Kepala Kejari Kutai Barat adalah Wahyu Triantono dari Kejari Semarang, Jawa Tengah.

“ Ya benar, Serah terima jabatan (Sertijab) akan dilakukan pada hari Kamis (14/3/19) besok di Kejati Kaltim, Kota Samarinda,” jelas Syarief Sulaeman Nahdi.

Jika ada pertemuan, pasti ada perpisahan maka dari itu, Syarief Sulaman Nahdi berpesan kepada seluruh karyawan Kantor Kejaksaan Negeri agar selalu berlaku professional dalam bertugas dalam arti bisa menjalankan tugas secara benar.  Dan ia meminta agar senantiasa tetap menjalin tali silahturahim dan hendaknya kenanglah hal-hal yang baik, ungkapnya diruang kerja saat memberikan keterangan kepada awak media.

Sebagai Kepala Kejari selama 3 tahun 10 bulan sejak 2015 hingga Maret 2019, Syarief Sulaeman Nahdi telah menyelesaikan beberapa sejumlah kasus Tipikor jumbo berhasil ditanganinya dengan tuntas yaitu kasus tipikor pembangunan Jembatan Tikah di Ujoh bilang, Mahulu.  Kemudian kasus tipikor 3 yayasan pendidikan di Kutai Barat, kasus tipikor Perusda Witeltram Kutai Barat, dugaan korupsi kasus perpanjangan landasan pacu Bandara Melalan Sendawar, dan sejumlah kasus tipikor lainnya. Kominfo Lsr.

Selenggarakan Bakti Sosial Pelayanan Kesehatan, Sebagai Upaya Pemerataan  Kesehatan dan Terjangkau Oleh Seluruh Masyarakat (12/03/2019)

Selenggarakan Bakti Sosial Pelayanan Kesehatan, Sebagai Upaya Pemerataan Kesehatan dan Terjangkau Oleh Seluruh Masyarakat (12/03/2019)

Dokter Spesialis Penyakit Dalam saat memeriksa salah satu masyarakat pasien Pelayanan Bakti Sosial. Kominfo Ros.diskominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR – SENDAWAR – Melalui Dinas Kesehatan dan UPT Puskesmas Dilang Puti Pemerintah Kutai Barat, melaksanakan kegiatan Bakti Sosial pelayanan kesehatan di Kecamatan Bentian Besar selama sehari pada 12 Maret 2019. Program Bakti Sosial yang dilaksanakan di tiga Kecamatan Bentian Besar, Kecamatan Siluq Ngurai, Kecamatan Bongan. karena dengan pertimbangan 3 (Tiga) Kecamatan ini yang susah menjangkau Rumah Sakit Umum dan Dokter spesialis.

Bupati Kutai Barat dalam sambutannya yang dibacakan Camat Bentian Besar Timentius dan membuka secara resmi kegiatan bakti sosial, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang bertujuan pemerataan dan optimalisasi pelayanan masyarakat, dengan kesehatan yang baik diharapkan dapat menjadi sumber daya dan menjadi masyarakat yang lebih produktif    untuk membangun daerah.

Adalah tugas Pemerintah untuk mengupayakan kesehatan yang merata dan terjangkau oleh seluruh masyarakat, selaras dengan misi Pemerintah pada butir kedua, yakni Peningkatan kualitas SDM melalui penyediaan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang semakin berkualitas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Dalam laporan ketua panitia Sumiati yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan pelaksanaan bakti sosial pelayanan kesehatan ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, yang melibatkan Puskesmas dikecamatan dengan menghadirkan dokter spesialis penyakit Dalam, dokter spesialis Anak, dokter spesialis Kandungan dan berikutnya adalah spesialis THT.

Pelaksanaan dihadiri oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan SDK (sumber daya kesehatan) Sumiati, Kepala upt puskesmas Dilang Puti Felisitas Syahrizat, Dokter spesialis penyakit dalam Risky dan 2 orang dokter umum yaitu dokter Anton dan dokter Mahmud Ansori. Kominfo Ros.

PPID Dutuntut Mampu Menjawab Tantangan KIP Dan Digitalisasi (6/3/2019)

PPID Dutuntut Mampu Menjawab Tantangan KIP Dan Digitalisasi (6/3/2019)

Foto bersama usai Rapat Koordinasi PPID regional I meliputi Jawa, Kalimantan, Bali dan Lombok bertempat di Swiss Bell Hotel Mangga Besar Jakarta Pusat. Foto kominfo.diskominfokutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-JAKARTA – Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dituntut mampu mengantisipasi tantangan keterbukaan informasi publik (KIP) dan digitalisasi di era teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini, salah satu tujuan pelaksanaan Rapat Koordinasi PPID regional I meliputi Jawa, Kalimantan, Bali dan Lombok bertempat di Swiss Bell Hotel Mangga Besar Jakarta Pusat.

Kapuspen Kemendagri Bahtiar mengatakan, pola pikir dan perilaku PPID dan praktisi kehumasan harus berubah menyesuaikan perkembangan tantangan dan dinamika zaman, pentingnya peran juru bicara (jubir) daerah baik yang berasal dari Kadis Kominfo atau Kepala Bagian Humas dalam upaya menjaga irama dan menstabilkan nada publik,

“Jubir pemda berfungsi mengkanalisasi permasalahan dan konflik ditingkat lokal serta mengurangi pernyataan yang kontraproduktif, Jangan biarkan organisasi perangkat daerah bicara sendiri-sendiri tanpa terkoordinasi yang dapat mengakibatkan tabrakan informasi sehingga muncul pro kontra,” tambah Bahtiar.

Rapat Koordinasi PPID regional I meliputi Jawa, Kalimantan, Bali dan Lombok bertempat di Swiss Bell Hotel Mangga Besar Jakarta Pusat yang berlangsung sehari ini Rabu (6/3/2019), menurut Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP), Gede Narayana, menyatakan bahwa keterbukaan informasi publik sudah menjadi keniscayaan, selain menjadi amanah UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, juga sebagai konsekuensi sebagai negara berbentuk demokrasi juga menjadi tuntutan good governance.

“Pertama kita harus telaah dasarnya apa? Kemudian cari pasal dan ayat sesuai aturan KIP. Setelah itu libatkan pakar dalam menentukan informasi yang dikecualikan,” Terang Gede menambahkan. Kominfokubar.

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id